<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987</id><updated>2012-02-16T12:16:45.709-08:00</updated><title type='text'>Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-1952064541349851785</id><published>2009-01-26T09:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T09:19:10.811-08:00</updated><title type='text'>COMPUTERS &amp; EDUCATION</title><content type='html'>Computers &amp; EducationAn International Journal&lt;br /&gt;See also Elsevier Educational Research Programme home&lt;br /&gt;Editors:&lt;br /&gt;R.S. Heller, J.M. Underwood&lt;br /&gt;See editorial board for all editors information&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Description&lt;br /&gt;Computing and communication technology continue to make an ever-increasing impact on all aspects of cognition, education and training, from primary to tertiary and in the growing open and distance learning environment. The journal is an established technically-based, interdisciplinary forum for communication in the use of all forms of computing in this socially and technologically significant area of application and will continue to publish definitive contributions to serve as a reference standard against which the current state-of-the-art can be assessed.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;The Editors welcome any papers on cognition, educational or training systems development using techniques from and applications in any technical knowledge domain: social issues and gender issues; curricula considerations, graphics, simulations, computer-aided design, computer integrated manufacture, artificial intelligence and its applications including intelligent tutoring systems and computer assisted language learning; hypertext and hypermedia; user interfaces to learning systems; management of technological change on campus and in local education; uses of advanced technology information systems, networks, terrestrial and satellite transmissions and distributed processing; and virtual reality in an educational context; state-of-the-art summaries and review articles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We are pleased to announce that a new electronic submission and handling system, EES, has been implemented for Computers &amp; Education. This 'Elsevier Editorial System' is a web-based system with full online submission, review and status update capabilities. EES allows you to upload files directly from your computer. We strongly encourage all authors to use EES at the following URL when submitting papers to the journal: External link http://ees.elsevier.com/cae/ (First time users will need to register).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From : http://www.elsevier.com/wps/find/journaldescription.cws_home/347/description#description&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-1952064541349851785?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/1952064541349851785/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=1952064541349851785' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1952064541349851785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1952064541349851785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2009/01/computers-education.html' title='COMPUTERS &amp; EDUCATION'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-7686498816727246087</id><published>2008-06-01T00:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T07:22:34.095-07:00</updated><title type='text'>Hakekat Pembelajaran Jarak Jauh</title><content type='html'>Pembelajaran Interaktif dalam Sistem Pendidikan Jarak Jauh Sistem pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik utama keterpisahaan fisik antara Pengajar dan pebelajar yang pada umumnya mengurangi interaksi langsung antara pebelajar dengan Pengajar atau instruktur. Sejumlah institusi pendidikan jarak jauh di dunia berupaya untuk menciptakan komunikasi yang interaktif melalui berbagai cara, misalnya dengan mendesain bahan ajar (learning materials) sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran interaktif. Upaya lain yaitu menyediakan sarana tutorial bagi pebelajar dan memanfaatkan media tertentu yang dapat menjadi sarana interaksi antara Pengajar dan pebelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi antara Pengajar dan pebelajar memegang peranan yang sangat penting dalam sistem pendidikan jarak jauh. Dalam proses pembelajaran interaktif, komunikasi dua arah (two ways communication) berlangsung antara Pengajar dan pebelajar. Pengajar menyampaikan materi pembelajaran dan pebelajar memberikan tanggapan (respon) terhadap materi pembelajaran yang diterimanya. Dalam pembelajaran interaktif Pengajar tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menerima umpan balik dari pebelajar dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap hasil belajar yang telah mereka tempuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem pendidikan jarak jauh, interaksi merupakan faktor penting sebagai sarana penunjang aktivitas pembelajaran. Interaksi memungkinkan pebelajar mengatasi masalah yang dihadapi dalam upaya memahami materi. Interaksi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap hasil belajar yang dicapai oleh pebelajar. Selain itu, interaksi dapat digunakan sebagai sarana untuk memperbaiki kesalahan (remedial) pada waktu mengikuti proses pembelajaranInteraksi dapat juga digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan materi yang perlu dipelajari secara mendalam oleh pebelajar (elaborasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heinich dkk. (1986) mengemukakan enam bentuk interaksi pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam merancang sebuah media pembelajaran interaktif untuk sistem pendidikan jarak jauh. Bentuk-bentuk interaksi tersebut antara lain berupa praktik dan latihan (drill and practice), tutorial, permainan (games), simulasi (simulation), penemuan (discovery), dan pemecahan masalah (problem solving).Praktik dan Latihan Bentuk interaksi ini digunakan untuk melatih pebelajar menggunakan konsep, aturan (rules) atau prosedur yang telah diajarkan sebelumnya. Melalui serangkaian contoh dari konsep dan pengetahuan yang dipelajari, pebelajar diberi kesempatan untuk berlatih agar terampil dalam menerapkan konsep dan pengetahuan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal penting yang perlu diperhatikan agar dapat memanfaatkan bentuk interaksi ini dalam merancang media pembelajaran adalah pemberian ganjaran (reward) yang kontinyu. Ganjaran diberikan setiap kali pebelajar berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Pemberian ganjaran yang positif (positive reward) terhadap prestasi belajar akan memberikan kemungkinan yang lebih besar bagi pebelajar untuk mengulangi keberhasilan yang telah dicapai. Hal ini dikenal dengan istilah reinforcement atau pengukuhan terhadap hasil belajar. Konsep pemberian ganjaran dan pengukuhan perlu dipertimbangkan dalam merancang media interaktif berbentuk praktik dan latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada hal lain yang perlu diperhatikan dalam merancang medium pembelajaran interaktif yaitu konsep mastery learning. Dalam konsep ini pebelajar dapat mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi hanya apabila ia telah berhasil menguasai pengetahuan dan keterampilan sebelumnya yang tentunya lebih rendah tingkatannya.Interaksi yang berbentuk praktik dan latihan pada umumnya digunakan untuk proses pembelajaran yang memerlukan latihan keterampilan yang terus menerus (drill). Pebelajar diharapkan dapat menguasai suatu keterampilan tertentu apabila ia melakukan latihan terus menerus. Konsep-konsep dalam mata pelajaran matematika merupakan salah satu contoh topik yang sesuai untuk ditampilkan dalam bentuk interaksi praktik dan latihan. Contoh lain yaitu mata pelajaran bahasa. Penguasaan perbendaharaan kata asing (vocabulary) dan keterampilan dalam menyusun kalimat efektif pada bidang studi bahasa dapat diajarkan melalui bentuk interaksi praktik dan latihan.Program interaktif yang bertujuan memberi kesempatan kepada pebelajar untuk melakukan praktik dan latihan dapat dirancang dalam bentuk permainan (game).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam program interaktif seperti ini pebelajar harus mempelajari aturan yang ada (repetitive) dan terlibat dalam sebuah permainan yang berisi latihan yang berulang-ulang untuk menguasai keterampilan atau kecakapan tertentu.Biasanya interaksi yang berbentuk praktik dan latihan menampilkan sejumlah pertanyaan atau soal yang bervariasi yang harus dijawab oleh pebelajar. Pebelajar biasanya diberi kesempatan untuk mencoba beberapa alternatif jawaban sebelum tiba pada jawaban yang benar. Interaksi dalam bentuk ini biasanya berisi pertanyaan dan soal-soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Dalam interaksi berbentuk praktik dan latihan disediakan umpan balik dan pengukuhan (reinforcement) baik yang bersifat positif maupun negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. 1. a. Tutorial&lt;br /&gt;Pada interaksi yang berbentuk tutorial pengetahuan dan informasi ditayangkan dalam unit-unit kecil yang kemudian diikuti dengan serangkaian pertanyaan. Pola pembelajaran pada interaksi berbentuk tutorial biasanya dirancang secara bercabang (branching). Pebelajar dapat diberi kesempatan untuk memilih topik-topik pembelajaran yang ingin dipelajari dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak topik-topik pembelajaran yang dapat dipilih, akan semakin mudah program tersebut diterima oleh pebelajar. Dalam interaksi pembelajaran berbentuk tutorial, informasi dan pengetahuan dikomunikasikan sedemikian rupa seperti situasi pada waktu Pengajar yang memberi bimbingan akademik kepada pebelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. 1. b. Permainan&lt;br /&gt;Interaksi berbentuk permainan (games) akan bersifat instruksional apabila pengetahuan dan keterampilan yang terdapat di dalamnya bersifat akademik dan mengandung unsur pelatihan (training). Sebuah bentuk permainan disebut instruksional apabila di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran (instructional objective) yang harus dicapai.&lt;br /&gt;Saat ini banyak beredar permainan komputer (computer games) yang hanya menekankan pada unsur rekreasi semata. walaupun demikian permainan komputer tersebut paling tidak mengandung unsur positif yaitu membantu pemakainya mengetahui cara kerja komputer yang kemudian dapat memancing timbulnya minat untuk memahami komputer (computer literacy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh permainan yang bersifat instruksional yaitu permainan dalam membuat keputusan (decision making game) pada bidang studi manajemen. Dalam permainan ini orang yang paling banyak membuat keputusan yang dapat menguntungkan perusahaan adalah pemenangnya. Sama halnya dengan program interaktif lain, permainan harus mengandung tingkat kesulitan tertentu dan memberikan umpan balik terhadap tanggapan yang dikemukakan oleh pebelajar. Dalam program pembelajaran berbentuk permainan, umpan balik diberikan dalam bentuk skor atau nilai standar yang dicapai setelah melakukan serangkaian permainan.&lt;br /&gt;Dalam program berbentuk permainan harus ada aturan (rule) yang dapat dipakai sebagai acuan untuk menentukan orang yang keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang dalam permainan ditentukan berdasarkan skor yang dicapai kemudian dibandingkan dengan prestasi belajar standar yang harus dicapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. 1. c. Simulasi&lt;br /&gt;Dalam interaksi berbentuk simulasi pebelajar dihadapkan pada suatu situasi buatan (artifisial) yang menyerupai kondisi dan situasi yang sesungguhnya. Program-program pembelajaran interaktif berbentuk simulasi memberi kemungkinan bagi pemakainya untuk melakukan latihan nyata tanpa harus menghadapi risiko yang sebenarnya. Sebuah program simulasi komputer untuk penerbang (pilot) dirancang sama seperti ruang kemudi (cockpit) yang sesungguhnya. Semua instrumen yang tersedia sama seperti yang ada di dalam ruang kemudi pesawat terbang. Dalam program simulasi ini pilot seolah-olah dapat menaikkan atau menurunkan pesawat tanpa harus menghadapi resiko jatuhnya pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah program komputer telah berhasil menciptakan simulasi dalam mata pelajaran kimia, matematika dan fisika. Simulasi pada mata pelajaran kimia telah memungkinkan pebelajar melakukan percobaan kimia tanpa menghadapi risiko terkena langsung bahan kimia yang beracun.Beberapa program simulasi dilengkapi dengan petunjuk tentang cara penggunannya dalam bentuk bahan penyerta (learning guides). Namun, banyak juga program lain yang tidak dilengkapi dengan bahan penyerta. Interaksi dalam bentuk simulasi dapat dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran. Hal penting yang harus diperhatikan adalah pemberian umpan balik untuk memberi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar pebelajar setelah mengikuti program simulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. 1. d. Penemuan&lt;br /&gt;Penemuan atau discovery adalah istilah yang digunakan untuk menggantikan istilah pendekatan induktif dalam proses belajar. Dalam interaksi ini pebelajar diminta untuk melakukan percobaan yang bersifat trial dan error dalam memecahkan suatu permasalahan. Sama halnya dengan interaksi tutorial, bentuk interaksi penemuan berisi banyak alternatif solusi untuk memecahkan suatu permasalahan.&lt;br /&gt;Dalam program yang berbentuk penemuan, pebelajar dapat mencari informasi dan membuat kesimpulan dari sejumlah informasi yang telah dipelajarinya. Dari proses belajar yang dilakukannya pebelajar dapat menemukan konsep dan pengetahuan baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. 1. e. Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;Bentuk interaksi seperti ini memberi kemungkinan terhadap pebelajar untuk&lt;br /&gt;melatih kemampuan dalam memecahkan suatu masalah. Pebelajar dituntut untuk berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan. Program-program interaktif berbentuk pemecahan masalah memberi kesempatan kepada pebelajar untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada didalamnya.&lt;br /&gt;Umpan balik tetap merupakan faktor yang sangat penting dalam program-program pembelajaran yang berbentuk interaktif. Umpan balik dapat dipergunaan oleh pebelajar untuk mengetahui tingkat keberhasilannya dalam me-mecahkan soal atau masalah. Program-program berbentuk pemecahan masalah biasanya berisi bebe-rapa soal atau masa-lah yang di- klasifika-sikan berdasarkan tingkat kesulitan yang dikandung di dalamnya. Pebelajar dapat mencoba memecahkan masalah yang lebih tinggi tingkatannya setelah berhasil memecahkan masalah dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah. Program interaktif berbentuk pemecahan masalah sangat tepat digunakan dalam mata pelajaran sains dan teknologi, walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk dapat diterapkan pada mata pelajaran non eksakta (ilmu sosial). Dalam media pembelajaran seperti komputer dan video interaktif, bentuk-bentuk interaksi yang telah dikemukakan tadi tidak dapat dipisahkan satu sama lain, program komputer berbentuk permainan (games) pasti memuat soal-soal atau permasalahan yang harus dipecahkan (drill and practice) oleh pebelajar. Demikian pula halnya dengan program interaktif berbentuk tutorial yang memuat latihan untuk memperkuat pemahaman pebelajar terhadap materi pembelajaran. Perlunya Media Pembelajaran Interaktif dalam Sistem Belajar Jarak Jauh Sistem pendidikan jarak jauh mempunyai karakteristik yang berbeda dengan praktik pendidikan konvensional. Menurut Keegan (1980) sistem pendidikan jarak jauh memiliki enam elemen kunci yang sekaligus merupakan karakteristik dari sistem tersebut , yaitu (1) pemisahan antara guru dan pebelajar; (2) pengaruh institusi/organisasi pendidikan; (3) penggunaan media yang menghubungkan guru dan pebelajar; (4) berlangsungnya komunikasi dua arah; (5) memperhatikan pebelajar sebagai individu yang belajar; dan (6) pendidikan sebagai suatu industri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggunaan media dalam lembaga pendidikan tinggi jarak jauh berfungsi sebagai sarana yang menghubungkan antara Pengajar dengan pebelajar. Hal ini disebabkan adanya pemisahan secara fisik antara Pengajar dan pebelajar dalam melakukan aktivitas belajar-mengajar. Banyak jenis media yang dapat digunakan dalam sistem belajar jarak jauh. Secara umum media yang sering digunakan sebagai delivery mode dalam sistem pendidikan jarak jauh adalah media cetak, siaran radio, siaran televisi, konferensi komputer, surat elektronik (e-mail), video interaktif, telekomunikasi melalui satelit, dan teknologi komputer multimedia. Riset yang dilakukan terhadap penggunaan media dan metode pembelajaran memperlihatkan hasil yang konsisten, yaitu penggunaan media dan metode tertentu akan memberikan hasil yang efektif pada karakteristik pebelajar dan kondisi tertentu pula. Tidak ada suatu media maupun metode yang dapat berperan sebagai obat mujarab (panacea) untuk mengatasi seluruh permasalahan pembelajaran (Heinich, dkk. 1986, h. 331). Dalam memilih media pembelajaran, Kemp, dkk. (1985) mengemukakan bahwa pemilihan media pembelajaran harus didasarkan pada karakteristik dan kontribusi yang spesifik terhadap proses komunikasi dan belajar.&lt;br /&gt;Media cetak, siaran radio, dan siaran televisi telah banyak digunakan&lt;br /&gt;sebagai sarana penyampai materi pada sejumlah institusi pendidikan jarak jauh, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. Media cetak memiliki tingkat keluwesan yang tinggi untuk digunakan baik pada kegiatan belajar secara individu maupun kelompok. Sedangkan kelebihan utama siaran radio dan siaran televisi adalah pada kemampuannya menjangkau khalayak dalam wilayah geografis yang luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media ini mampu mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam meng-komunikasikan informasi dan ilmu pengetahuan (Heinich, dkk. 1996). Demikian pula, UT memanfaatkan media cetak sebagai sarana utama untuk menyampaikan materi. Siaran radio dan siaran televisi hanya digunakan sebagai sarana pembelajaran penunjang media cetak.&lt;br /&gt;Semua media yang digunakan dalam sistem pendidikan tinggi jarak jauh pada dasarnya berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi pembelajaran antara Pengajar dengan pebelajar dan pemberian umpan balik terhadap hasil belajar yang telah ditempuh oleh pebelajar (Mc.Isaac dan Gunawardena, 1996). Umpan balik memegang peranan penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan jarak jauh. Rendahnya intensitas pemberian umpan balik sering menimbulkan masalah dalam proses belajar. Pebelajar yang tidak mengetahui hasil belajar yang telah mereka tem-puh dapat mengalami penurunan motivasi belajar yang pada akhir-nya dapat mengakibatkan penurunan prestasi belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hannafin dan Peck (1998) umpan balik dalam media pembelajaran interaktif dapat berbentuk: “…. informasi kepada pebelajar tentang prestasi belajar yang telah ditempuh, baik berupa keberhasilan belajar atau informasi tentang hasil belajar yang perlu diperbaiki” (h.121). Lebih jauh, Coldevin dkk. (1993) mengemuka-kan bahwa “Pengetahu-an tentang hasil belajar yang telah mereka tem-puh dan ha- rapan untuk berprestasi akan me-nentukan minat siswa untuk mengikuti proses belajar selanjutnya”(hal. 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA : Siti Fathonah&lt;br /&gt;NIM  : 1102406035&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-7686498816727246087?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/7686498816727246087/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=7686498816727246087' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/7686498816727246087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/7686498816727246087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/06/hakekat-pembelajaran-jarak-jauh.html' title='Hakekat Pembelajaran Jarak Jauh'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-1690274595899503585</id><published>2008-05-28T08:35:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T08:41:34.873-07:00</updated><title type='text'>PENDIDIKAN JARAK JAUH SECARA ONLINE</title><content type='html'>28, Mei 2008&lt;br /&gt;Nama: Ananda Satria Mawan&lt;br /&gt;NIM : 1102406039&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan. Faktor utama dalam Pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online. Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri.&lt;br /&gt;A. Dari Sudut Pandang Dosen&lt;br /&gt;Dari sudut pandang dosen, solusi pendidikan online ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Mudah digunakan&lt;br /&gt;b. Memungkinkan pembuatan bahan kuliah online dan kelas online dengan cepat dan mudah&lt;br /&gt;c. Hanya memerlukan pelatihan minimal&lt;br /&gt;d. Memungkinkan pengajaran dengan cara mereka sendiri&lt;br /&gt;e. Memungkinkan mereka mengendalikan lingkungan pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Dari Sudut Pandang Mahasiswa&lt;br /&gt;Dari sudut mahasiswa yang dicari adalah&lt;br /&gt;a. Fleksibilitas dalam mengambil mata kuliah&lt;br /&gt;b. Bahan kuliah yang lebih kaya dibandingkan yang didapat di kelas&lt;br /&gt;c. Berjalan di komputer yang sudah mereka miliki&lt;br /&gt;d. Menyertakan kolaborasi antarmahasiswa seperti cara tradisional&lt;br /&gt;e. Mencakup konsultasi dengan dosen, diskusi kelas, teman belajar, dan proyek-proyek bersama.&lt;br /&gt;PENDIDIKAN JARAK JAUH BERBASIS WEB SECARA ONLINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan tradisional yang dilakukan saat ini, para mahasiswa dan dosen bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sistem pendidikan tradisional ini kelak akan bergeser kepada pendidikan jarak jauh dengan dilandasi bahwa agak sulit untuk mengumpulkan peserta kursus, training atau pendidikan pada satu waktu dan tempat tertentu sedangkan peserta tersebar di wilayah yang berbeda-beda dan pada dasarnya materi-materi yang seharusnya disampaikan di kelas, dapat diberikan tanpa kehadiran para mahasiswa dan dosen secara langsung di kelas.&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong berkembangnya konsep pembelajaran jarak jauh ini. Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan pendidikan jarak jauh selanjutnya. Penggunaan teknologi informasi dalam menunjang suatu sistem pendidikan jarak jauh harus diperhatikan dari bentuk pendidikan yang diberikan. Suatu kursus bahasa Inggris salah satunya, pada akhir perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mempunyai reading dan listening skill yang baik, untuk itu medianya dapat berupa sound, gambar dan bentuk multimedia lainnya yang dapat di kirimkan melalui internet. Bila dibatasi pada web based distance learning maka pengguna, dalam hal ini dosen dan mahasiswa memerlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga konektivitas dengan pendidikan jarak jauh tersebut. Kemampuan mahasiswa untuk tetap menjaga konektivitas menentukan bagi kesinambungan suatu sistem pendidikan jarak jauh. Apabila kita umpamakan suatu pendidikan jarak jauh berbasis web sebagai suatu community maka di dalamnya harus dapat memfasilitasi bertemunya atau berinteraksinya mahasiswa dan dosen. Agak sulit memang untuk memindahkan apa yang biasa dilakukan oleh dosen di depan kelas kepada suatu bentuk web yang harus melibatkan interaksi berbagai komponen di dalamnya. Adanya sistem ini membuat mentalitas dosen dan mahasiswa harus berubah, perbedaan karakteristik dosen dalam mengajar tidak tampak dalam metode ini. Seperti layaknya sebuah perguruan tinggi, metode ini juga harus mampu memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa. Informasi itu harus selalu dapat diakses oleh siswa dan dosen serta selalu diperbaharui setiap waktu. Informasi yang sering dibutuhkan itu berupa silabus kuliah, jadwal kuliah, pengumuman, siapa saja peserta kuliah, materi kuliah dan penilaian atas prestasi siswa.&lt;br /&gt;Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.&lt;br /&gt;2) Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.&lt;br /&gt;3) Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya&lt;br /&gt;4) Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning&lt;br /&gt;5) Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.&lt;br /&gt;6) Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web&lt;br /&gt;Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN SECARA ONLINE DI LUAR NEGERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra disebanyak 80 negara di seluruh dunia (sampai dengan Juni 2000, pusat yang beroperasi baru 15 negara, dan 5 diantaranya di Asia tetapi belum di Indonesia). Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah&lt;br /&gt;Hampir separuh dari sekitar 3.900 lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat menyelenggarakan sejenis pendidikan jarakjauh (distance education/distance learning). Pendidikan jarak jauh bukanlah hal baru. Pada awalnya dimulai dengan kursus tertulis dan dalam bentuk pendidikan tinggi formal berbentuk Universitas Terbuka (Open University). Pada awal terselenggaranya, pendidikan jarak jauh oleh masyarakat dianggap sebagai jenis pendidikan alternatif atau pendidikan kelas dua. Kalah bergengsi dengan pendidikan konvensional yangmengharuskan kehadiran mahasiswa.&lt;br /&gt;Selama tiga tahun terakhir ini lebih dari 80% pendidikan jarak jauh diselenggarakan secara online melalui Internet. Besarnya investasi serta kepiawaian teknologi dalam meramu pendidikan ini, serta apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap teknologi, membuat pendidikan jarak jauh secara online tidak kalah atau bahkan lebih bergengsi dibandingkan pendidikan konvensional. Kini bahkan untuk pendidikan konvensional pun universitas-universitas menyelenggarakan pendidikan online.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSPEK PENDIDIKAN SECARA ONLINE DI INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pembatasan struktur budaya dan regulasi yang ada di Indonesia, maka pendidikan jarak jauh masih belum berkembang dengan pesat, namun tidak mustahil bahwa Indonesia harus mengikuti kecenderungan yang terjadi secara global ini.&lt;br /&gt;Di Indonesia, prospek pendidikan jarak jauh dengan sarana internet juga telah menjadi perhatian dari beberapa kalangan, baik dari dunia pendidikan maupun dunia teknologi informasi. Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 75 universitas negeri dan 1200 universitas dan perguruan tinggi swasta di Indonesia, dengan total kurang lebih bisa mencapai 5 juta mahasiswa yang merupakan potensi pengguna internet.&lt;br /&gt;Sedangkan di Universitas Brawijaya sendiri program distance learning tersebut sudah terlaksana sejak Maret 2002 yang merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan SOI - ASIA (School Of Internet) salah satu kerja proyek WIDE (Sebuah Organisasi Distance Learning Internasional), Dimulai pada tahun 1997 dengan mendirikan campus environment pada infrastruktur Internet yang memungkinkan mahasiswa belajar tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Sampai sekarang, sekitar 700 mahasiswa terdaftar pada WIDE University termasuk dari universitas brawijaya, yang mana lebih dari setengahnya adalah orang dewasa yang berminat meneruskan pendidikan mereka melalui Internet. Pada WIDE University, lebih jauh dari 800 jam kuliah tersedia melalui video archives, yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sendiri dengan bebas. Proyek SOI-Asia yang ditujukan untuk disumbangkan kepada pengembangan pendidikan tinggi di negara-negara Asia, didukung oleh Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) dan CSL of Ministry of Public Management, Home Affairs, Posts and Telecommunications di Jepang dan JSAT corporation, bekerjasama dengan Asia SEED Institute, WIDE Project dan AI3 (Asian Initiatives of Internet Infrastructure) Project. SOI - ASIA di ikuti oleh beberapa Universitas terpilih di Asia Tenggara diantaranya : Chulalongkorn University (Thailand), Asian Institute of Technology (Thailand), National University of Laos (Laos), University of Computer Studies (Yangon), Brawijaya University (Indonesia), Sam Ratulangi University (Indonesia), Hasanuddin University (Indonesia), Institut Teknologi Bandung (Indonesia), Asian Youth Fellowship (Malaysia), Institute Of Information Technology (Vietnam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Keberhasilan pendidikan jarak jauh ditunjang oleh adanya interaksi maksimal antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dengan berbagai fasilitas pendidikan, antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, adanya pola pendidikan aktif dalam interaksi tersebut. Bila pendidikan bebasis pada web, maka diperlukan adanya pusat kegiatan mahasiswa, interaksi antar grup, administrasi penunjang sistem, pendalaman materi, ujian, perpustakan digital, dan materi online. Dari sisi Teknologi informasi; dunia Internet memungkinkan perombakan total konsep-konsep pendidikan yang selama ini berlaku. Teknologi informasi &amp; telekomunikasi dengan murah &amp; mudah akan menghilangkan batasan-batasan ruang &amp; waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan. Beberapa konsekuensi logis yang terjadi antara lain adalah : (1) Mahasiswa dapat dengan mudah mengambil matakuliah dimanapun di dunia tanpa terbatas lagi pada batasan institusi &amp; negara ; (2) Mahasiswa dapat dengan mudah berguru pada orang-orang ahli/pakar di bidang yang diminatinya. Cukup banyak pakar di dunia ini yang dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan yang datang; (3) Kuliah bahkan dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa tergantung pada universitas tempat si mahasiswa belajar. Artinya konsep universitas terbuka akan semakin membaur dalam universitas tradisional. Tinggal masalah akreditasi dari kuliah yang diambil di universitas di manca negara melalui Internet untuk di akui sebagai bagian dari kredit untuk kesarjanaannya di universitas lokal. Konsekuensi yang akan terjadi adalah pergeseran nilai-nilai kuliah yang tadinya sangat rigid &amp; harus diambil di universitas lokal menjadi terbuka untuk diambil dari universitas lain di dunia by dony.&lt;br /&gt;http://workshopteub.brawijaya.ac.id/artikel/peran.html&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber: http://stibanas.ac.id/~pastibanas/cetak.php?id=7&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-1690274595899503585?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/1690274595899503585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=1690274595899503585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1690274595899503585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1690274595899503585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pendidikan-jarak-jauh-secara-online.html' title='PENDIDIKAN JARAK JAUH SECARA ONLINE'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-7228193606434366600</id><published>2008-05-28T08:02:00.001-07:00</published><updated>2008-05-28T08:30:31.563-07:00</updated><title type='text'>PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMATIKA INDONESIA</title><content type='html'>Nama: Ananda Satria Mawan&lt;br /&gt;NIM : 1102406039&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN INFORMASI&lt;br /&gt;DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH SECARA ONLINE DI INDONESIA&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh. Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya. Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik. Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge). Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya.&lt;br /&gt;SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH&lt;br /&gt;Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh, namun program pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional mahasiswa, dari pada teknologinya sendiri. Perlu juga untuk dipertimbangkan; umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa dengan metoda pendidikan jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri dosen, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interkasi dengan mahasiswa.&lt;br /&gt;Pada pembangunan sistem perlu diperhatikan tentang disain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif. Disain dan pengembangan sistem. proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh, terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik dosen dan mahasiswa, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan mahasiswa selama dalam proses berjalan. Interactivity. Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan lingkungan pendidikan, dan antara mahasiswa. Active learning. Partisipasi aktif peserta pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. Visual imagery. Pembelajaran lewat televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penseleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.&lt;br /&gt;Komunikasi yang efektif. Desain instruksional dimulai dengan mengerti harapan pemakai, dan mengenal mereka sebagai individual yang mempunyai pandangan berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keingingan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audio Conferencing&lt;br /&gt;Group Conferencing &lt;br /&gt;Sumber: &lt;a href="http://stibanas.ac.id/~pastibanas/cetak.php?id=7"&gt;http://stibanas.ac.id/~pastibanas/cetak.php?id=7&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-7228193606434366600?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/7228193606434366600/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=7228193606434366600' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/7228193606434366600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/7228193606434366600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/perkembangan-teknologi-informatika.html' title='PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMATIKA INDONESIA'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-3175272403164871243</id><published>2008-05-26T22:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T06:35:23.687-07:00</updated><title type='text'>Depdiknas Tingkatkan Kualifikasi Guru SD dengan Pendidikan Jarak Jauh</title><content type='html'>Nama: Ananda Satria Mawan&lt;br /&gt;NIM : 1102406039&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, NTT Online - Departemen Pendidikan Nasional berupaya meningkatkan kualifikasi guru sekolah dasar dengan meluncurkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Jarak Jauh tersebut, kata Dirjen Pendidikan Tinggi, Depdiknas Satryo Soemantri Brodjonegoro, di Jakarta, Jumat, dilaksanakan secara konsorsium oleh 10 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita merujuk pada SK Mendiknas nomor 107 tahun 2001 tentang penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh. Pendidikan jarak jauh ini adalah upaya untuk menyebarluaskan ilmu dengan memanfaatkan teknologi informasi,” katanya usai peluncuran PJJ PGSD yang juga di hadiri Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), Fasri Jalal dan para Rektor 10 Universitas.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan masalah pendidikan di Indonesia sangat kompleks yaitu akses transfer ilmu pengetahuan, keberagaman budaya, dan tingkat perkembangan di masing-masing daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penyebaran ilmu tidak bisa dicapai jika menggunakan metode konvensional, sedangkan wilayah di Indonesia sangat luas dan juga terpisah,” kata Satryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program PJJ PGSD diselenggarakan berbasis pemanfaatan teknologi informasi komunikasi untuk pembelajaran “e-learning”, telekonferensi antara dosen dan mahasiswa di ICT Center, dan pembelajaran mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembelajarannya dimulai dengan masa residensial yaitu pembekalan untuk seluruh mahasiswa (guru SD)yang dimulai pada 8 Januari 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa juga akan belajar mandiri menggunakan beragam sumber belajar seperti bahan ajar cetak, audiovisual, serta bahan ajar berbasis web yang dapat diakses melalui ICT Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk kelulusan ditentukan masing-masing LPTK karena setiap LPTK mengajarkan bidang-bidang tertentu. Mahasiswa akan mengikuti ujian akhir semester,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Fasri mengatakan jumlah guru SD/MI di Indonesia yaitu 1.131.687 orang, sekitar 8,3 persennya atau 99.500 orang yang memenuhi kualifikasi akademik (jenjang S1) dan sekitar 92,7 persen atau 1 juta guru belum memenuhi kualifikasi akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk itu diharapkan dengan PJJ PGSD ini mampu meningkatkan kualifikasi para guru yang belum mencapai kualifikasi akademik S1,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Jarak Jauh ini selain dilaksanakan oleh 10 LPTK juga bekerja sama dengan “Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre” (SEAMOLEC).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jadi 10 LPTK sebagai pelaksana pendidikan sedangkan SEAMOLEC yang mendukung dar sisi tekonologi, dan pengemasan. Mereka akan saling bekerja sama,” kata Satryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh LPTK yang melaksanakan PJJ adalah Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Sriwijaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Univeritas Negeri Makassar, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Cendrawasih, Universitas Nusa Cendana, Universitas Katolik Atmajya, dan Universitas Tanjung Pura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Satryo pemilihan sepuluh LPTK ini berdasarkan kesiapan universitas melaksanakan PJJ dan mewakili wilayah disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“PJJ ini akan diikuti 1.000 mahasisawa, masing-masing LPTK menerima 100 mahasiswa. Nantinya semua kembali kepada masing-masing mahasiswa, kami telah memberikan fasilitas, tinggal kemauan mereka untuk belajar. Ini adalah `pilot project` dan kita belum bisa meraba hasilnya akan seperti apa,” katanya. Antara &lt;br /&gt;Sumber:http://www.ntt-online.org&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-3175272403164871243?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/3175272403164871243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=3175272403164871243' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/3175272403164871243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/3175272403164871243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/depdiknas-tingkatkan-kualifikasi-guru.html' title='Depdiknas Tingkatkan Kualifikasi Guru SD dengan Pendidikan Jarak Jauh'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-6186742348146936624</id><published>2008-05-25T06:12:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T22:31:54.640-07:00</updated><title type='text'>PUSTEKOM "PENDIDIKAN JARAK JAUH"</title><content type='html'>PENDIDIKAN JARAK JAUH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIRTUAL LEARNING/VIRTUAL CLASSROOM SEBAGAI MODEL PENDIDIKAN JARAK JAUH: KONSEP dan PENERAPANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: //www.pustekom.go.id/teknodik/t13/isi.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang diseluruh penjuru dunia mengakui bahwa pendidikan jarak jauh (PJJ) dapat digunakan sebagai salah satu cara yang efektif untuk mengatasi permasalahan pendidikan yang sulit diatasi dengan cara konvensional. Permasalahan itu misalnya banyak anak usia sekolah yang tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena tinggal di tempat yang jauh dari sekolah, banyak anak maupun orang dewasa yang ingin memperoleh pendidikan tetapi tidak dapat mengikuti pendidikan konvensional karena harus bekerja mencari nafkah pada jam sekolah, banyaknya orang pada waktu mudanya mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan dan sekarang ingin mendapatkan kesempatan kedua tetapi tidak meninggalkan pekerjaannya, banyaknya orang yang ingin mendapatkan pendidikan tetapi tidak dapat karena cacat badan, sakit, tinggal di penjara, tidak dapat meninggalkan rumah karena banyaknya urusan dan tanggung jawab keluarga, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini membahas mengenai PJJ, efektivitas dan kelemahan system yang digunakan selama ini, timbulnya keinginan untuk mengembangkan kelas virtual sebagai cara baru dalam menyelenggarakan sistem PJJ, serta potensi, cara menggunakan, dan kelemahan model PJJ melalui internet ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEFINISI PENDIDIKAN JARAK JAUH&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh (PJJ) berkembang sudah lama sebelum kita di Indonesia menggunakannya. Banyak definisi yang digunakan untuk PJJ. JW.keegan melakukan penelitian mengenai praktek penyelenggaraan dan definisi PJJ yang digunakan di berbagai Negara di dunia. Dia melakukan analisis dan menelaah di berbagai definisi yang hamper sama, mulai dari definisi Doamen (1967), Meckenzie, Christense; dart Rigby (1968); Undang-Undang Pendidikan Perancis (1971); Peters (1973), Holmberg (1977) dan membuat sintese mengenai definisi-definisi tersebut. Menurut dia ada eman unsur dasar pengertian (six defining elements) Pendidikan Jarak Jauh yang dapat diketengahkan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Terpisahnya guru dan siswa. Karakteristik inilah yang membedakan PJJ dari pendidikan konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Adanya lembaga yang mengelola PJJ. Hal ini yang membedakan orang yang mengikuti PJJ dari orang yang belajar sendiri (self study).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Digunakannya media ( biasanya media tercetak) sebagai sarana untuk menyajikan isi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Diselenggarakannya system komunikasi dua arah antara guru dan siswa atau antara lembaga dan siswa sehingga siswa mendapatkan manfaat darinya. Dalam hal ini siswa dapat berinisiatif untuk terjadinya komunikasi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pada dasarnya PJJ itu bersifat pendidikan individual. Pertemuan tatap muka untuk melengkapi proses pembelajaran berkelompok maupun untuk sosialisasi dapat bersifat keharusan (compulsory), pilihan (optional), ataupun tidak ada sama sekali tergantung kepada organisasi penyelenggaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi tersebut berlaku bagi berbagai sistem atau model PJJ yang menggunakan nama yang berbeda-beda seperti Correspondence School, Distance Learning, Home Study, Independent Learning, dan masih banyak lagi istilah lain. Definisi itu bahkan juga masih berlaku bila diterapkan pada sistem PJJ baru yang sekarang sedang banyak diminati orang yaitu, On-line Learning, Virtual Learning atau e-Learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JARAK TRANSAKSI dan CARA MENJEMBATANINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pembahasan mengenai pendidikan jarak jauh melalui internet ini dilakukan kiranya perlu dibahas terlebih dahulu mengenai arti jauh dalam istilah ”pendidikan jarak jauh” dan bagaimana cara menjembatani jarak itu. Menurut Moore (1983) jarak antara siswa dan guru dalam pendidikan jarak jauh hanya dipandak dri segi jarak fisik dan geografis saja melainkan harus dilihat sebagai jarak komunikasi dan psikologis yang disebabkan karena keterpisahan siswa dan guru. Dewey dalam Moore (1903) menjelaskan bahwa transaksi pendidikan merupakan interaksi antara individu; lingkungan dan prilaku yang terjadi dalam situasi tertentu. Transaksi pendidikan dalam sistem PJJ terjadi antara siswa dan guru dalam situasi yang bersifat khusus yaitu keterpisahan mereka satu dari lainnya. Jarak transaksi dalam sistem pendidikan jarak jauh merupakan jarak komunikasi dan jarak psikologis antara siswa dan guru. Jarak transaksi ini dapat mengakibatkan perbedaan persepsi mengenai konsep yang dijelaskan oleh guru melalui media dan pemahaman siswa mengenai konsep itu. Oleh karena itu jarak itu perlu dijembatani supaya perbedaan persepsi itu berkurang atau hilang. Menurut Moore (1983, 1996) jarak transaksi itu dapat dijembatani melalui komunikasi dan percakapan (dialouge). Dialog atau komunikasi pembelajaran dapat mengurangi jarak transaksnya. Artinya makin mudah dan makin sering guru dan siswa berinteraksi makin kecil kemungkinan terjadinya kesalah pahaman dalam menafsirkan isi pelajaran. Jadi dalam sistem PJJ ini adanya interaksi aktif antara siswa dan guru itu sangat penting supaya proses belajarnya dapat terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moore (1983, 1996) juga mengatakan bahwa media yang digunakan untuk menyajikan isi pelajaran itu sangat mempengaruhi ada tidaknya komunikasi, dialog, atau interaksi antara guru dan siswa. Kalau media yang digunakan adalah TV, radio, atau buku kesempatan siswa untuk berkomunikasi, berdialog, atau berinteraksi dengan guru sangat kecil, kalau media yang digunakan adalah audio confrence, video conference atau internet kesempatan bagi siswa untuk berkomunikasi, berdialog, atau berinteraksi dengan guru secara relatif jauh lebih besar. Dengan perkataan lain, bila media yang digunakan itu internet jarak interaksi antara siswa dan guru kecil karenanya komunikasi dapat sering dilakukan sehingga kesalahpahaman penafsiran isi pelajaran semakin kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;USAHA yang TELAH DILAKUKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini pembelajaran yang masih banyak digunakan dalam sistem pendidikan jarak jauh terutama adalah media cetak berupa bahan belajar mandiri yang biasa disebut modul. Media ini seringkali ditunjang dengan media radio, TV, kaset audio, dan kaset video. Seperti yang telah dibicarakan pada bagian sebelumnya media tersebut di atas kurang memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk saling berinteraksi, karena itu menyebabkan adanya jarak transaksi yang besar. Artinya media tersebut kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkomunikasi, berdialog, atau berinteraksi dengan guru. Akibatnya siswa yang mendapatkan kesulitan dalam memahami isi pelajaran tidak dapat menanyakan kesulitan itu kepada guru. Dengan demikian kalau siswa salah dalam menafsirkan isi pelajaran, kesalahan itu akan disimpannya dan dibawanya terus sebelum ada orang yang memberi penjelasan mengenai penafsiran yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah usaha yang dilakukan untuk menjembatani jarak tersebut? Telah banyak usaha yang dilakukan untuk membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar. Usaha itu antara lain berupa layanan bantuan belajar melalui tutorial. Dalam kegiatan ini guru atau tutor memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanyakan atau mendiskusikan kesulitan belajar yang mereka hadapi. Guru akan memberikan bantuan dalam memecahkan masalah itu dengan memberikan penjelasan atau mendiskusikannya dengan siswa yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BEBERAPA JENIS TUTORIAL dan KELEMAHANNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutorial dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya tutorial tatap muka, tutorial melalui surat-menyurat, tutorial melalui telepon, tutorial melalui audio konference atau video conference.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tuorial tatap muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa dan guru atau tutor bertemu secara berkala untuk memberikan kesempatan kepada siswa menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa. Tutorial seperti ini sangat bagus untuk mengurangi jarak transaksi antara guru dan siswa. Dengan demikian kesalahpahaman dalam menafsirkan isi palajaran dapat diperkecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan yang ada dalam tutorial semacam ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tutorial tidak dapat dilakuakan terlalu sering. Makin sering dilakukan makin mahal biayanya. Biasanya tutorial ini diadakan seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan ada yang hanya diselenggarakan dua atau tiga kali dalam satu semester. Hal ini menyebabkan siswa harus menunggu lama sebelum mereka dapat mengutarakan kesulitannya kepada guru atau tutor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Tutorial seperti ini biasanya bukan merupakan keharusan. Akibatnya banyak siswa yang memilih tidak hadir karena pertimbangan-pertimbangan yang bersifat individual. Banyaknya yang tidak hadir karena alasan waktu, biaya transpor, atau alasan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tutorial melalui telepon dan surat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutorial jenis ini tidak banyak dimanfaatkan siswa, pada hal biayanya relatif murah dan mudah melakukannya. Kendalanya mungkin tidak semua siswa mempunyai telepon, atau sungkan untuk menanyakan pelajaran kepada guru melalui telepon atau surat. Rasa sungkan ini mungkin dipengaruhi oleh faktor kebudayaan. Di samping itu tutorial melalui surat jawabannya seringkali datangnya sangat lambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tutorial melalui konferensi audio atau video&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tutorial ini jarang digunakan karena biaya relatif mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEM PEMBELAJARAN MELALUI INTERNET&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia telah mengakui bahwa sistem PJJ yang diselenggarakan selama ini merupakan wahana belajar siswa yang cukup efektif. Lulusan PJJ dapat bersaing dengan lulusan sekolah konvensional di pasar kerja di masyarakat. Banyak juga lulusan PJJ yang berhasil memasuki dan menyelesaikan jenjang pendidikan yang lebih tinggi dalam kedudukan yang sama seperti lulusan sekolah konvensional. Namun kekurangan yang ada dalam penyelenggaraan sistem PJJ yang selama ini berlangsung dan kemajuan di bidang teknologi informasi telah mendorong banyak orang untuk menjajagi efektifitas teknologi pembelajaran melalui internet yang diduganya dapat meningkatkan proses belajar dalam sistem PJJ. Dalam sistem pembelajaran melalui internet isi pelajaran disampaikan secara on-line. Karena itu sistem pembelajaran ini seringkali diseut pembelajaran secara on-line. Dalam sistem pembelajaran ini semua proses pembelajaran dapat dilakukan tanpa menuntut siswa hadir di ruang kelas tertentu, tetapi mereka dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan pelajaran seperti yang terjadi di kelas biasa. Karena dalam sistem pembelajaran ini tidak ada ruang kelas atau kampus secara fisik maka sistem ini seringkali disebut virtual learning, virtual classroom, atau virtual campus (Potter, 1997). Selain dari pada itu, karena proses pembelajaran, dalam menggunakan internet, maka sistem ini juga sering disebut e-learning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POTENSI VIRTUAL LEARNING DALAM PROSES PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virtual learning ini banyak diminati orang karena potensi yang dimilikinya untuk membuat proses belajar menjadi efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Potensi yang utama adalah dapat memberikan peluang bagi siswa untuk berinteraksi dengan guru, dengan teman, maupun dengan bahan belajarnya.&lt;br /&gt;          o&lt;br /&gt;                + Siswa dapat berkomunikasi dengan gurunya melalui e-mail. Komunikasi ini bersifat orang perorang. Siswa dapat mengajukan pertanyaan kapan saja dia mau. Guru akan menjawab secepat mungkin sesuai dengan waktu yang dimilikinya. Cara berkomunikasi seperti ini jauh lebih cepat dari pada komunikasi yang dilakukan melalui pertemuan tatap muka.&lt;br /&gt;                + Siswa dapat berkomunikasi dengan guru dan teman-temannya secara bersama-sama melalui papan bulletin. Dalam forum ini pertanyaan yang mengambil pelajaran yang sama. Jawaban guru juga dapat dibaca oleh siswa lain yang tidak mengajukan pertanyaan. Dalam proses ini guru juga dapat melontarkan pertanyaan tadi kepada siswa yang lain. Siswa yang lain dapat memeberikan jawaban yang akan dibaca oleh seluruh anggota kelas. Dengan demikian sesuatu persoalan dapat dipecahkan bersama antara guru dan semua siswa di dalam ”kelas virtual-nya”. Komunikasi antara siswa dan guru atau antara siswa dengan siswa lain itu dapat dilakukan secara tidak bersamaan waktu (a-synchronous) maupun secara bersamaan waktu (synchronous). Komunikasi melalui e-mail dan papan buletin seperti yang diutarakan di atas dilakukan secara tidak bersamaan waktu. Pengiriman dan penerimaan informasi tidak dilakukan pada waktu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi yang dilakukan dalam waktu yang bersamaan (synchronous) dapat dilaksanakan melalui forum diskusi secara on-line. Diskusi semacam itu dilakukan menurut jadwal waktu yang disepakati. Dengan demikian pada waktu yang sama semua peserta diskusi akan membuka internetnya. Masing-masing akan dapat membaca informasi yang masuk dan pada waktu itu juga akan dapat memberikan tanggapan. Diskusi semacam ini akan sama menariknya dengan konferensi melalui audi atau video. Hanya biayanya relatif lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;§ Komunikasi antara siswa dengan isi pelajaran. Siswa akan terbiasa untuk mempelajari sendiri bahan ajar yang disajikan secara on-line. Karena bahan belajar on-line itu biasanya disertai dengan tes mandiri, siswa akan dapat menguji kemajuan belajar dirinya sendiri. Bila siswa memerlukan pengayaan bahan belajar siswa juga dapat mencari sumber bacaan yang sesuai melalui internet. Hal tersebut akan membiasakan siswa mencari informasi dan sumber belajar sendiri, tidak menunggu diberikan oleh guru. Karena itulah proses pembelajaran on-line ini sering kali disebut juga resource based learning atau belajar berbasis sumber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Guru dapat mengontrol aktivitas belajar siswa melalui internet. Guru akan dapat melihat kapan siswa belajar, topik apakah yang dipelajari, berapa lama ia mempelajarinya, berapa kalikah ia mempelajari ulang topik itu. Guru juga dapat melihat apakah siswa mengerjakan latihan soal dapat dikerjakan dengan betul. Berapa sekornya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Virtual learning dapat menyajikan pelajaran dengan cara yang menarik. Merrill dalam reigeluth (1983) mengemukakan bahwa dalam mengajar ada empat langkah utama yang dilakukan guru (1) pemberian penjelasan, (2) pemberian contoh, (3) pemberian latihan (exercise), dan (4) pemberian umpan balik atau feedback yang berfungsi sebagai reinforcement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat langkah ini dapat diterapkan dengan mudah dalam penyajian pelajaran melalui internet.dalam memberikan penjelasan dan contoh, internet dapat menggunakan gambar, diagram, chart, suara, dan juga gerakan. Kalau dalam memberikan penjelasan digunakan, kata, atau istilah, atau konsep yang umum dikenal oleh siswa, siswa dapat meng-klik kata, istilah, atau konsep itu dan akan muncul paparan yang dengan mudah dapat dipelajari siswa. Setelah mempelajari paparan itu siswa akan dengan mudah kembali ke pelajaran semula. Dengan cara ini interaksi antara siswa dan bahan belajar dapat berlangsung secara aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat mengerjakan latihan, siswa akan segera mengetahui apakah jawaban yang diberikan betul atau salah. Karena program on-line akan segera memberikan umpan baliknya. Dengan demikian siswa akan genbira mendapatkan umpan balik itu dan akan termotivasi untuk belajar lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENCIPTAKAN KELAS VIRTUAL (VIRTUAL CLASSROOM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Porter (1997) menyarankan, kalau kita akan menciptakan kelas virtual kita harus mempertimbangkan berbagai hal supaya kelas virtual tersebut dapat menjadi wahana proses belajar yang efektif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kelas virtual tersebut dilengkapi dengan sumber belajar yang pada saat diperlukan siswa telah tersedia dan mudah diakses. Andaikan sumber belajar itu tidak dapat disediakan, penyelenggara kelas virtual tersebut harus dapat menunjukkan dimana sumber belajar itu dapat dicari. Kelas virtual itu harus dilengkapi dengan peralatan (tool) yang dapat digunakan untuk mencari dan mengirimkan pesan kepada guru atau sesama siswa. Sebagai contoh, bila siswa ingin mempelajari buku atau dokumen tertentu yang berkaitan dengan palajaran yang sedang dipelajari, bahan belajar tersebut harus dapat diakses secara on-line. Bila tidak tersedia, setidaknya alat yang tersedia dapat digunakan untuk mencarinya di sumber data yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas virtual seringkali juga menggunakan alat komunikasi lain selain internet, seperti fax, telepon, konferensi audio dan konferensi video.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kelas virtual tersebut harus dapat memberikan harapan kepada siswa untuk terjadinya proses belajar dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Hal tersebut antara lain dapat diwujudkan dengan merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dan spesifik., menyusun bahan belajar yang baik dan berkualitas tinggi, dan memfasilitasi terjadinya komunikasi timbal balik antara siswa dan guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kelas tersebut harus dapat menyatukan siswa dan guru supaya mereka bersikap terbuka untuk berbagi informasi dan bertukar gagasan. Mungkin siswa dan guru dalam kelas virtual tidak pernah berjumpa satu dengan lainnya, tetapi kalau mereka sering berdialog jarak komunikasi dan jarak psikologisnya (jarak transaksinya) menjadi kecil. Dalam situasi seperti ini kemungkinan terjadi kesalahan dalam menafirkan isi pelajaran juga kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kelas virtual harus menyediakan ruang untuk percobaan dan penerapan. Dalam sistem konvensional siswa sering diberi kesempatan melakukan percobaan, menghadapi workshop, melakukan demonstrasi mengenai hasil pelaksanaan tugas-tugas akademik, dan melakukan penyajian untuk mengungkapkan gagasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas virtual juga perlu dirancang supaya siswa dapat berbagi (share) hasil karya dan bertukar pengalaman dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya. Misalnya konferensi jarak jauh atau desktop video conference dapat digunakan untuk ceramah atau penyajian. Dapat juga dilakukan simulasi secara on-line mengenai penerapan pengetahuan tentang prosedur melakukan sesuatu yang baru dipelajari. Simulasi seperti ini harus dirancang untuk dapat memperoleh umpan balik, sehingga dapat diketahui apakah penerapan pengetahuan yang disimulasikan tersebut benar atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kelas virtual juga harus dapat memberikan penilaian terhadap kinerja siswa. Dalam sistem pembelajaran ini harus dimasukkan evaluasi kemajuan belajar siswa yang dapat dikerjakan secara on-line. Guru dapat memeriksa dan memberikan penilaian secara on-line juga. Pekerjaan siswa dan nilainya hanya dapat dilihat oleh siswa dan gurunya saja. Siswa lain tidak dapat mengetahui hasil tes tersebut. Dengan perkataan lain kerahasiaan hasil tes itu terjaga dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas virtual ini juga dapat memberikan tugas perorangan kepada setiap siswa melalui e-mail. Pekerjaan siswa yang dikirimkan kepada guru melalui e-mail diperiksa oleh guru, diberi komentar, dan diberi nilai. Komentar dan nilainya dikirimkan ke siswa melalui e-mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kelas virtual harus dapat menjadi wahana kebebasan akademik. Siswa itu perlu memperoleh kebebasan dalam melakukan percobaan, dalam membuat asumsi, dalam berinteraksi dengan siswa lain tanpa harus meras takut dan cemas. Kelas yang efektif merupakan wahana bagi siswa untuk mengekspresikan diri dengan cara yang tepat, wahana untuk menempuh resiko sehingga dapt belajar lebih banyak, wahana berbagi gagasan, dan wahana melontarkan pertanyaan tanpa rasa takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KELEMAHAN KELAS VIRTUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelas virtual diciptakan dengan bantuan internet. Ungkapan yang mengetakan bahwa ”tidak ada media terbaik” kiranya berlaku juga bagi media internet. Media ini baik kalau digunakan untuk tujuan yang tepat dalam situasi yang tepat juga. Ada beberapa kelemahan yang perlu dikemukakan dalam paper ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Penggunaan internet memerlukan infrastruktur yang memadai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet dapat dioperasikan kalau ada jaringan listrik dan ada jaringan telepon. Tempat-tempat yang belum mempunyai jaringan listrik dan telepon tidak dapat menggunakan internet. Karena itu banyak tempat di indonesia yang belum dapat menggunakan internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menggunakan internet mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat menggunakan internet orang harus mempunyai komputer yang dilengkapi dengan modem, tenaga listrik, fasilitas telepon,dan terhubung dengan internet provider yang dapat diperoleh melalui langganan. Harga komputer dan modemnya mahal tetapi membeli sekali dapat dipakai dalam waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan biaya penggunaan saluran telepon, tenanga listrik, dan langganan provider internet harus dibayar setiap bulan. Biaya ini untuk banyak orang seringkali tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Komunikasi melalui internet sering kali lamban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arus komunikasi melalui internet sering kali berjalan lamban. Lebih-lebih kalau informasi itu mengandung gambar, chart, bagan, gambar bergerak, suara dan sebagainya. Lambatnya arus informasi ini dapat menyebabkan proses belajar menjadi membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA : SITI FATHONAH &lt;br /&gt;NIM  : 1102406035&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-6186742348146936624?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/6186742348146936624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=6186742348146936624' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/6186742348146936624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/6186742348146936624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pustekom-pendidikan-jarak-jauh.html' title='PUSTEKOM &quot;PENDIDIKAN JARAK JAUH&quot;'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-1707906699619482407</id><published>2008-05-25T01:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T01:51:28.813-07:00</updated><title type='text'>Pengembangan Model Pembelajaran Jarak Jauh</title><content type='html'>25 Mei 2008&lt;br /&gt;Nama: Ananda Satria Mawan&lt;br /&gt;Nim : 1102406039&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Internet sebagai sebuah jaringan universal, dengan berbagai aplikasi yang berjalan di atasnya, memungkinkan untuk penyelenggraan pendidikan berbasis e-learning, sehingga dengan demikian akan membuka peluang bagi lembaga pendidikan untuk memperluas kesempatan belajar bagi siapapun yang memenuhi persyaratan. Dengan menerapkan konsep dasar domain teknologi pengajaran (domain of isntructional technology), maka e-Learning merupakan suatu peluang dan tantangan bagi lembaga pendidikan untuk mulai mengimplementasi Information Technology (IT)-Based education&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka untuk memperluas kesempatan belajar tersebut, Departemen Pendidikan Nasional, melalui beberapa kebijakan telah melahirkan program-program pendidikan berbasis IT, seperti hadirnya Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas), INHERENT (Indonesia Higher Education Network), dan beberapa program hibah TIK lainnya, disamping model pendidikan jarak jauh yang telah eksis seperti Universitas Terbuka (UT).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tujuan untuk memperluas kesempatan belajar tersebut, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, mengembangkan suatu model belajar jarak jauh dengan pendekatan Blended Learning yang merupakan gabungan pelaksanaan pendidikan konvensional dan IT-Based education berkerjasama dengan P4TK Medan, sebagai sebuah lembaga yang mengemban misi untuk peningkatan kemampuan tenaga pendidik di Indonesia. Kegiatan kerjasama ini telah dirintis sejak tahun 2007 pada tahun akademik 2007/ 2008 Semester Juli – Desember, dengan nota kerjasama yang tertuang dalam perjanjian kerjasama no. 1211/F/F.17.PP/2007 dan no. 397/H.35.1.7/KP/2007, yang sebelumnya telah didahului dengan Piagam Kerjasama antara Rektor Universitas Negeri Padang dengan kepada P3GT (P4TK) Medan no. 5931/F/F.17/PP/2006.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini merupakan makalah yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Kontribusi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam Pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), tanggal 10 Maret 2008 di Universitas Terbuka (UT)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-1707906699619482407?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/1707906699619482407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=1707906699619482407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1707906699619482407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1707906699619482407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pengembangan-model-pembelajaran-jarak.html' title='Pengembangan Model Pembelajaran Jarak Jauh'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-2014879226131641693</id><published>2008-05-21T08:46:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T06:37:39.973-07:00</updated><title type='text'>Penerapan Model Pembelajaran Jarak Jauh untuk Meningkatkan Kompetensi Guru IPA</title><content type='html'>20 Mei 2008&lt;br /&gt;Nama : Ananda Satria Mawan&lt;br /&gt;Nim    : 1102406039&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Dr. Rusfidra, S. Pt&lt;br /&gt;(Dosen FMIPA, Universitas Terbuka, Jakarta)&lt;br /&gt;e-mail: ahmad_rusfidra@yahoo.co.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abstrak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru merupakan komponen penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional. Guru yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan, tidak hanya berprofesi sebagai pengajar, namun juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Dalam menjalankan fungsinya sebagai agen pembelajaran, guru harus memiliki empat kompetensi dasar, yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Selain itu, berdasarkan Standar Nasional Pendidikan, setiap guru harus memiliki kualifikasi pendidikan sarjana satu atau diploma IV. Guru merupakan faktor determinan dalam revitalisasi pendidikan nasional. Guru adalah motivator, fasilitator sekaligus ilmuwan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya peningkatan kualifikasi guru dapat dilakukan di perguruan tinggi. Secara umum metode penyampaian materi ajar di pendidikan tinggi dilakukan dalam dua bentuk, yaitu pendidikan tinggi tatap muka (konvensional) dan pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ). Ciri utama PTJJ adalah terpisahnnya dosen dan mahasiswa karena faktor jarak. Sebagian besar komunikasi antara dosen dan mahasiswa dilakukan melalui surat, telepon, faksimili atau e-mail. Sistem PTJJ merupakan salah satu solusi mengatasi kesenjangan antara keterbatasan sumber daya pendidikan dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan kompetensi guru IPA yang cerdas dan berpengetahuan agaknya model pembelajararan jarak jauh dapat dijadikan sebagai sebuah solusi meningkatkan kualifikasi pendidikan guru ketika daya tampung sistem pendidikan tatap muka sangat terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini dimaksudkan untuk mengelaborasi penerapan pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan kompetensi guru IPA. Berikutnya diulas pula potensi penerapan PTJJ di Indonesia dengan bercermin pada pengalaman Jurusan Biologi FMIPA Universitas Terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kunci : pembelajaran jarak jauh, kompetensi guru, universitas terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.  PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bangsa yang maju adalah bangsa yang baik pendidikannya; bangsa yang jelek pendidikannya tidak akan pernah menjadi bangsa yang maju”.&lt;br /&gt;---Presiden Susilo Bambang Yudhoyono---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu komponen penting dalam upaya meningkatkaan mutu pendidikan nasional adalah adanya guru yang berkualitas, profesional dan berpengetahuan. Guru, tidak hanya sebagai pengajar, namun guru juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Dalam menjalankan tugasnya sebagai agen pembelajaran, maka guru diharapkan memiliki empat kompetensi dasar, yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional. Menurut Zamroni (2006), guru yang profesional adalah guru yang menguasai materi pembelajaran, menguasai kelas dan mengendalikan perilaku anak didik, menjadi teladan, membangun kebersamaan, menghidupkan suasana belajar dan menjadi manusia pembelajar (learning person).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain sebagai sebuah profesi, seorang guru adalah motivator dan fasilitator dalam transformasi IPTEK pada anak didik. Oleh karena itu, guru pada abad ke XXI adalah seorang saintis yang menguasai ilmu pengetahuan yang ditekuninya. Sebagai ilmuwan, guru tergolong elit intelektual. Guru bukanlah profesi kelas dua. Sebab itu, calon guru sebaiknya adalah insan terpilih untuk jabatan profesi mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rustaman (2006) profesi guru adalah profesi “saintis plus” yang harus menguasai IPTEK dan mampu sebagai motivator dan fasilitator. Sebagai motivator dan fasilitator proses belajar, guru adalah seorang komunikator ulung karena ia harus mampu memberi jiwa terhadap informasi yang diberikan oleh saran komunikasi yang super canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca pemberlakuan UU Guru dan Dosen, guru yang mengajar di pendidikan dasar dan pendidikan menengah disyaratkan memiliki kualifikasi pendidikan sarjana (S-1) atau diploma IV (D-IV). Karena itu, guru yang belum berkualifikasi sarjana diberikan kesempatan mencapai kualifikasi minimal tersebut dalam waktu 10 tahun. Berdasarkan data Balitbang Depdiknas (2004) guru SMA yang berkualifikasi sarjana baru 72,75 persen; guru SMK 62,16 persen; SMP 42,03 persen; SD 8,30 persen dan TK 3,88 persen. Sisanya sekitar 1,9 juta orang belum berkualifikasi sarjana. Semakin tinggi kualitas guru diharapkan kualitas pendidikan nasional akan meningkat. Faktanya, hingga kini kualitas pendidikan masih sangat rendah. Menurut Shanghai Jiaotong University (2005) tak satupun perguruan tinggi di Indonesia yang masuk rangking dalam 100 perguruan tinggi terbaik di Asia dan Australia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Semakin terdidik suatu masyarakat semakin besar peluang memiliki SDM yang berkualitas. Semakin tinggi kualitas SDM, semakin besar kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan. Kuatnya kaitan antara pendidikan dengan SDM dalam mengukur keberhasilan pembangunan SDM suatu negara diperlihatkan oleh United Nation Development Program (UNDP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya keinginan masyarakat untuk mengikuti pendidikan tinggi ternyata tidak diikuti oleh tersedianya insfrastruktur pendidikan tinggi yang memadai. Sebagai misal, Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) tahun 2005 hanya dapat menampung 84.443 orang peserta di 53 PTN dari 304.922 peserta SPMB pada tahun tersebut. Sementara itu, berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2006 yang diumumkan beberapa waktu lalu, UN 2006 berhasil meluluskan 1.790.881 siswa (Rusfidra, 2006b).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi tersebut, perlu dicari alternatif lain seperti menerapkan pendidikan tinggi jarak jauh (PTJJ) untuk menyediakan kesempatan belajar yang lebih murah dan pemerataan kesempatan belajar di pendidikan tinggi. Gagasan tentang universitas terbuka dan PTJJ, virtual university, e-learning, open learning, flexible learning dan home schooling menjadi komponen penting dalam strategi nasional dan global untuk mendidik mahasiswa dalam jumlah besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditinjau dari metode penyampaian materi ajar dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi, dikenal dua model pendidikan, yaitu model pendidikan tinggi tatap muka (konvensional) dan PTJJ. Berbeda dengan pendidikan tatap muka, pada PTJJ, dosen dan mahasiswa dibatasi oleh jarak karena faktor geografis. Komunikasi antara dosen dan mahasiswa lebih banyak dilakukan melalui surat, telepon, faksimili atau e-mail (Rusfidra, 2002, 2006a,b).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.  LATAR BELAKANG MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan salah satu faktor determinan kualitas SDM. Akses setiap guru untuk meningkatkan kapasitas diri dengan mengikuti perkuliahan di pendidikan tinggi harus dibuka seluas-luasnya karena pendidikan merupakan hak asasi warganegara. Pendidikan adalah kunci untuk menciptakan, mengadaptasi dan menyebarkan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks itu, gagasan PTJJ merupakan komponen penting dalam strategi nasional maupun global untuk mendidik mahasiswa dalam jumlah besar. Hal ini sejalan dengan konsep belajar sepanjang hayat (life long learning) dan pendidikan untuk semua (education for all) yang diusung Badan Pendidikan dan Kebudayaan PBB (UNESCO).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.  TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makalah ini dimaksudkan mengelaborasi penerapan pembelajaran jarak jauh untuk meningkatkan kompetensi guru IPA. Berikutnya diulas pula potensi penerapan PTJJ di Indonesia dengan bercermin pada pengalaman Jurusan Biologi FMIPA Universitas Terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.  HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tuntutlah ilmu sejak dari ayunan sampai ajal tiba”&lt;br /&gt;---(Nabi Muhammad SAW.)---&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 1. Pendidikan dan Kompetensi Guru IPA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat dunia memasuki milenium ketiga, semua bangsa maju sepakat bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) merupakan prasyarat untuk meraih kemakmuran (prosperity) dalam kancah pergaulan antarbangsa. Oleh karena itu, dapat dimengerti jika para ilmuwan sejagat sekarang tengah berlomba-lomba melakukan penelitian, pengembangan dan perekayasaan untuk meningkatkan korpus pengetahuan. Hasil semua ini diharapkan dapat dijadikan modal untuk membangun masyarakat berbasis pengetahuan (Zuhal, 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan seorang guru diharapkan memiliki empat kompetensi dasar, yaitu kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogis merupakan kompetensi para guru dalam mengelola pembelajran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kompetensi kepribadian adalah karakteristik pribadi yang harus dimiliki guru sebagai individu yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa dan menjadi teladan bagi peserta didik. Kompetensi profesional adalah kemampuan guru dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan mereka membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang diajarkan. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua siswa dan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 2. Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadi (2005) menyatakan bahwa sistem belajar konvensional di universitas tidak efektif dalam era global perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang maju pesat. Sekolah dan perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan formal belum banyak menghasilkan SDM unggul yang mampu menggerakkan perubahan dan pembaruan dalam rangka menciptakan akselerasi pembangunan untuk kemajuan bangsa. Oleh karena itu, seyogyanya praktisi pendidikan berlapang dada mengakui bahwa pendidikan belum mampu membangun kecerdasan komunal masyarakat. Kecerdasan komunal merupakan kecerdasan kolektif masyarakat yang dibangun oleh kecerdasan individual dalam membentuk masyarakat intelektual yang memiliki kearifan sosial, cakap berpikir, idealisme, etos, solidaritas, kreativitas dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Suryadi (2005), sistem pendidikan belum berhasil mengatasi enam aspek kelemahan pada luaran pendidikan, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kelemahan mengembangkan power of character. Sistem pendidikan nasional belum mampu mengembangkan karakter dan moral anak didik. Hal ini tampak pada munculnya fenomena sosial seperti egoisme pribadi/kelompok, lemahnya solidaritas, konflik sosial, korupsi, kurang bertanggung jawab, krisis identitas, dan tidak percaya diri. Kedua, kelemahan mengembangkan power of leadership. Konsep leadership cenderung direduksi sebatas kepandaian menjadi pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kelemahan mengembangkan power of citizenship. Sistem pendidikan belum mampu menanamkan penghayatan, motivasi, dan komitmen untuk memberdayakan heterogenitas sosial dan budaya bangsa sebagai kekuatan dalam percaturan antar bangsa. Keempat, kelemahan mengembangkan power of thinking. Praktek pendidikan kita tidak banyak memberikan latihan berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, kelemahan mengembangkan power of skills. Ada kesan kuat bahwa sistem pendidikan dirancang untuk menghasilkan lulusan yang tidak siap kerja. Dalam konteks ini, kita masih menghadapi masalah lemahnya penguasaan keterampilan dan relevansi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja nyata. Sistem pendidikan nasional juga tidak memiliki konsep dalam mengembangkan kecakapan entrepreneurship. Keenam, kelemahan mengembangkan power of engineering. Pendidikan kita belum mampu mendorong tumbuhnya kekuatan riset, inovasi dan rekayasa teknologi untuk membangun keunggulan kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, salah satu persoalan pelik yang dihadapi sistem pendidikan konvensional adalah daya tampung yang rendah. Dalam kondisi demikian maka sistem PTJJ agaknya dapat dijadikan sebagai sebuah solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran jarak jauh (distance learning) telah diperkenalkan oleh banyak peneliti, misalnya Keegan (1980); Perry dan Rumble (1987). Karakteristik utama PTJJ adalah: a). pemisahan dosen dan mahasiswa selama proses belajar mengajar; b). penggunaan media pendidikan (cetak, audio, vidio dan internet) untuk menyatukan dosen dan mahasiswa; c). peranan penting organisasi pendidikan dalam perencanaan, persiapan bahan belajar dan penyediaan pelayanan mahasiswa; d). tersedianya komunikasi dua arah, dan e). kemandirian belajar mahasiswa (Rusfidra, 2006a,b).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek pembelajaran jarak jauh sangat berbeda dengan model kelas jauh. Menurut Fajar (2002) PTJJ adalah perguruan tinggi yang dalam proses pembelajarannya menggunakan teknologi media, sedangkan kelas jauh sifatnya paralel (semacam filial), kelas yang jauh dari kampus pusatnya (Koran Tempo, 23/02/2002). Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pendidikan Tinggi No 2630/D/T/2000, model pembelajaran kelas jauh tidak boleh dilakukan, karena diduga dapat merugikan mahasiswa. Sampai saat ini PTN yang secara resmi menyelenggarakan sistem PTJJ hanyalah Universitas Terbuka, meskipun berdasarkan Keputusan Mendiknas Nomor 107/U/2001 tentang Penyelenggaraan Program Pendidikan Jarak Jauh, memungkinkan bagi setiap lembaga pendidikan tinggi menyelenggarakan sistem PTJJ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 2. 1. Menyoal Kualitas  Pembelajaran Jarak Jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara Indonesia yang tersusun dari 17.508 buah pulau terbentang dari Sabang sampai Merauke memiliki potensi besar dalam mengembangkan sistem PTJJ, meskipun masih banyak sinyalemen di masyarakat bahwa PTJJ dianggap sebagai pendidikan kelas dua. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Tuduhan lain yang agak mengusik pelaku PTJJ adalah rendahnya mutu lulusan institusi PTJJ. Namun hal itu berhasil ditepis oleh Selim (1989) dalam Suparman (1989). Di Australia, hasil studi Selim (1989) menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa PTJJ justru lebih baik dari mahasiswa perguruan tinggi konvensional. Begitu pula temuan Sunarwan (1982), tidak terdapat perbedaan signifikan prestasi belajar antara siswa pendidikan yang menggunakan modul dan pengajaran tatap muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun memiliki beberapa keunggulan, namun sistem PTJJ yang dikembangkan UT tak bebas dari kritik. Sebagai misal, salah satu kritik itu adalah berita di harian Kompas (9/5/2005) yang berjudul ”Kuliah jarak jauh tidak menjamin kompetensi guru”. Kritik terbuka Markus Wanandi (Direktur Yayasan Perkumpulan Strada, Jakarta), terkesan mendiskreditkan UT. Markus mengaku pernah memecat seorang guru lulusan UT yang bekerja di sekolahnya, karena tidak kompeten dalam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan Markus mengenai rendahnya kompetensi guru lulusan UT sangat prematur dan dapat diperdebatkan. Perlu diketahui bahwa guru-guru yang melanjutkan pendidikan di UT merupakan lulusan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan LPTK. Diasumsikan metode belajar mengajar dan teknik pengelolaan kelas sudah mereka dapatkan di lembaga pendidikan terdahulu. Lagi pula, guru-guru tersebut telah berpengalaman mengajar bertahun-tahun. Oleh karena itu, tidak tepat bila Markus menyalahkan UT semata-mata. Ketidakakuratan Markus yang lain adalah kekeliruan dalam penarikan kesimpulan. Bagaimana mungkin hanya dari satu kasus, Markus lantas membuat kesimpulan umum. Penarikan kesimpulan seperti itu tidak memenuhi kaidah metode ilmiah dengan metode statistik yang sahih (Rusfidra, 2006b).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 3. UT: Penyelenggara PTJJ di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini Universitas Terbuka (UT) merupakan satu-satunya PTN yang menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh. Tujuan pendirian UT adalah untuk: (1) memberikan kesempatan bagi warga negara Indonesia di manapun tinggalnya untuk memperoleh pendidikan tinggi; 2) menampung lulusan SMA yang tidak tertampung di perguruan tinggi tatap muka; (3) mengembangkan pelayanan pendidikan tinggi bagi mereka yang karena pekerjaan atau alasan lain tidak dapat melanjutkan belajar di perguruan tinggi tatap muka, dan (4) mengembangkan program pendidikan akademik dan profesional sesuai kebutuhan nyata pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat didirikan, kehadiran UT cukup mendapat respon dari masyarakat. Pada registrasi pertama tahun 1984 mendaftar sebanyak 270.000 pelamar, dan sebanyak 40.000 diterima sebagai mahasiswa UT. Pada tahun 1997 jumlah mahasiswa UT pernah mencapai 400 ribu orang. Mahasiswa UT berasal dari berbagai latar belakang tingkat pendidikan, sosial ekonomi, usia, pekerjaan dan tersebar luas diseluruh pelosok negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya tampung UT yang besar disebabkan oleh daya jangkau media yang digunakan sangat luas dan mampu mengatasi kendala jarak dan waktu. Televisi dan radio dapat disiarkan secara nasional. Bahan ajar tercetak dapat dikirimkan kepada mahasiswa melalui pos ke pelosok negeri. Mahasiswa dapat belajar kapan saja sesuai waktu terbaik (prime time) dan dimana saja, tidak seperti mahasiswa tatap muka yang mengharuskan mahasiswa hadir di kelas pada waktu belajar tertentu. Mahasiswa PTJJ dapat menentukan gaya belajar yang nyaman bagi mereka, sebagai mana diungkapkan Dryden dan Vos (2001), bahwa belajar akan efektif jika dilakukan dalam suasana menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan jumlah mahasiswa yang besar, UT termasuk dalam kelompok 11 universitas raksasa (mega universities) di dunia. Menurut Suparman et al. (2004) selama 20 tahun pertama kehadirannya (1984-2004) UT telah mendidik sekitar 1.095.440 mahasiswa, dan meluluskan 528.934 alumni yang bekerja di berbagai institusi. Saat ini sebanyak 205.281 orang tercatat sebagai mahasiswa aktif yang tersebar pada 35 program studi pada empat fakultas (FMIPA, FKIP, FEKON dan FISIP) dan Program Pascasarjana. Jumlah mahasiswa tersebut dilayani oleh 35 buah Unit Pendidikan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) di 36 kota besar, 1.753 lokasi tutorial dan 671 lokasi ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UT menerapkan sistem belajar “jarak jauh” dan “terbuka”. Istilah “jarak jauh” berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun noncetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi). Makna “terbuka” adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, berapa kali mahasiswa mengikuti ujian dan sebagainya. Batasan yang ada hanyalah setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah (SMA atau yang sederajat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri, yaitu cara belajar yang menghendaki mahasiswa untuk belajar mandiri, mengerjakan tugas, memantapkan keterampilan dan menerapkan pengalaman di lapangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyelenggaraan pendidikan, UT bekerjasama dengan semua perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia. Pada setiap kota PTN tersedia unit layanan UT yang disebut UPBJJ. PTN tersebut berperan sebagai pembina UPBJJ serta membantu dalam penulisan bahan ajar, tutorial, praktikum dan ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 3. Pengalaman Jurusan Biologi FMIPA-UT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kini UT memiliki empat fakultas, yaitu FMIPA, FKIP, FEKON dan FISIP dan Program Pascasarjana. FMIPA terdiri dari tiga jurusan, yuaitu jurusan Matematika, Statistika dan Biologi. Jurusan Biologi memiliki empat program studi, yaitu: PS. Biologi, PS. Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian (PKP), PS. Teknologi Pangan dan PS. Pengelolaan Lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Program studi Biologi merupakan program tingkat sarjana. Hingga kini PS. Biologi baru menerima mahasiswa yang bermukim di daerah Pulau Jawa (kota Jakarta, Bogor, Serang, Bandung, Purwokerto, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Jember), dan Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyelenggarakan praktikum, PS. Biologi melakukan kerjasama dengan Jurusan Biologi pada empat PTN, yaitu: Jurusan Biologi UNJ Jakarta, Univ. Pakuan Bogor, UPI Bandung dan UNS Surakarta. Selain itu sedang dijajaki kerjasama dengan Jurusan Biologi UNESA Surabaya, UNNES Semarang, UNSOED Purwokerto, UNY Yogyakarta dan UNILA Lampung (Rusfidra, 2006b).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan praktikum dan tutorial bagi mahasiswanya, PS. PKP bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP), Sekolah Penyuluh Pertanian Negeri (SPPN), Balai Informasi Penyuluh Pertanian (BIPP), Balai Latihan Penyuluh Pertanian (BLPP) yang terdapat di hampir semua wilayah tanah air. Praktikum dan tutorial dilaksanakan di lembaga-lembaga lingkup Departemen Pertanian tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kerjasama praktikum dengan PTN/PTS, saat ini PS. Biologi mulai mengembangkan praktikum di laboratorium virtual berbasis internet. Menurut Sulistiana (2006) laboratorium virtual adalah laboratorium maya berbasis komputer interaktif yang mengintegrasikan berbagai komponen media dalam bentuk teks, gambar, animasi, suara dan video. Dalam mengembangkan laboratorium virtual terdapat beberapa rangkaian kegiatan mulai dari penyusunan Garis besar Program Medai (GBPM), Analisis Instruksional (AI), flowchart, penulisan naskah, pemrograman dengan macromedia flash. Produk akhir laboratorium dikemas dalam bentuk compact disc (CD). CD ini dapat digunakan sebagai media belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 1. KESIMPULAN&lt;br /&gt;Berdasarkan paparan tersebut di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Guru adalah motivator dan fasilitator dalam transformasi IPTEK pada anak didik. Guru bukanlah profesi kelas dua. Sebab itu, calon guru sebaiknya adalah insan terpilih untuk jabatan profesi mulia.&lt;br /&gt;2. Pembelajaran jarak jauh merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan kompetensi guru IPA menjadi guru berpengetahuan, cerdas, kreatif, inovatif dan produktif.&lt;br /&gt;3. Ciri utama PTJJ adalah terpisahnnya dosen dengan mahasiswa. Sebagian besar komunikasi antara dosen dan mahasiswa dilakukan melalui surat, telepon, faksimili atau e-mail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 2. SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk meningkatkan kompetensi guru IPA dan menyediakan kesempatan belajar di pendidikan tinggi bagi guru-guru yang belum berkualifikasi sarjana, maka sistem pembelajaran jarak jauh dapat dijadikan sebagai salah satu solusi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-2014879226131641693?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/2014879226131641693/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=2014879226131641693' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/2014879226131641693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/2014879226131641693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/penerapan-model-pembelajaran-jarak-jauh.html' title='Penerapan Model Pembelajaran Jarak Jauh untuk Meningkatkan Kompetensi Guru IPA'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-7990843892276858635</id><published>2008-05-21T08:42:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T22:36:14.232-07:00</updated><title type='text'>Sistem Pendidikan Jarak Jauh</title><content type='html'>21 mei 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:black;"&gt;Oleh: Edi Suharyadi&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:black;"&gt;&lt;i&gt;Staf pengajar di Universitas Gadjah Mada, sekarang sedang mengikuti program Doctor di Nagoya University&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti training mengajar dengan sistem belajar jarak jauh di Berlitz, Nagoya --tempat saya mengajar bahasa Indonesia--. Hal ini karena sejak beberapa saat yang lalu Berlitz membuka pelayanan baru kepada customer yaitu sistem belajar jarak jauh yang berbasis pada web, atau sering dikenal dengan sebutan distance learning atau e-learning. Pelayanan tersebut ditujukan kepada mereka yang sibuk atau berada di tempat yang jauh sehingga sulit untuk datang ke Berlitz. Siswa tidak perlu datang ke Berlitz, tapi cukup duduk di rumah atau di kantor. Duduk di depan layar televisi yang dilengkapi dengan monitor yang tersambung dengan jaringan internet atau web-camera, siswa dapat mengikuti proses belajar mengajar. Mendengarkan penjelasan instruktur dari layar televisi dan sekaligus bisa bertanya melaui microphone dan monitor. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan instruktur yang sedang berada di Berlitz bisa memperhatikan siswa melalui layar televisi pula. Proses belajar mengajar bisa berlangsung secara normal sabagaimana layaknya sistem pendidikan langsung, meskipun siswa dan instruktur berada di tempat yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Satu hari saya jumpai rekan lab. yang berasal dari Singapura sibuk mengerjakan soal-soal integral dan soal matematika lainnya. Padahal saya tahu kalau dia datang di lab. hanya sebagai peneliti tamu selama 3 bulan. Rasa penasaran merangsang saya untuk bertanya. Dia menjelaskan bahwa dia sedang mengikuti program non-degree di MIT (massachusetts institute of technology) Amerika, dengan sistem belajar jarak jauh atau distance learning. Setiap 1 bulan sekali modul-modul pelajaran dikirim dari MIT. Dan dia mengirim ulang hasil-hasil pekerjaannya kapada MIT. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Dua kasus di atas adalah dua contoh dari sekian banyak sistem atau pola yang diterapkan dalam sistem pendidikan jauh jauh. Kalau di Indonesia, dulu kita pernah mengenal Universitas Terbuka (Open University). Di Jepang ada gHozo Daigakuh dengan menggunakan channel khusus di televisi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Sistem pendidikan jarak jauh adalah metode pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Sebagian besar karena siswa bertempat tinggal jauh atau terpisah dari lokasi lembaga pendidikan. Sebagian karena alasan sibuk sehingga siswa yang tinggalnya dekat dari lokasi lembaga pendidikan tidak dapat mengikuti proses pembelajaran di lembaga tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh. Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat beberapa diantaranya; keterbatasan tenaga pengajar, jarak antara lembaga pendidikan dan siswa yang berjauhan, kelangkaan pengajar berkualitas, dan lain lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Di beberapa negara maju, pendidikan jarak jauh merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Sistem pendidikan ini diikuti oleh para anak-anak, siswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu, hampir semua sistem pendidikan jarak jauh dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Tapi, saat ini hampir semua sistem pendidikan jarak jauh atau distance learning khususnya di Amerika, Australia dan Eropa berbasis pada web atau teknologi informasi dan dapat diakses melalui internet. Hasil survei di Amerika, menyatakan bahwa computer based distance-learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra disebanyak 80 negara di seluruh dunia (sampai dengan Juni 2000, pusat yang beroperasi baru 15 negara, dan 5 diantaranya di Asia tetapi belum di Indonesia). Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak dengan biaya 31% lebih murah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Sebagaimana sistem pendidikan langsung atau konvensional, sistem pendidikan jarak jauh juga membutuhkan sarana prasarana penunjang pendidikan, agar tujuan umum pendidikan bisa diwujukan sesuai dengan jenjang pendidikannya. Sarana penunjang biasanya berupa modul-modul pelajaran yang dikirim kepada siswa. Sarana bisa juga berbasis teknologi informasi. Munculnya teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online atau web-school atau cyber-school, dengan menggunakan fasilitas internet. Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge). Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan sejak taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi (PT). &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Tidak seperti sistem pendidikan langsung, sistem pendidikan jarak jauh membutuhkan pengelolaan dan manajemen pendidikan yang gkhusush, baik dari sisi siswa maupun instruktur (guru) agar tujuan pendidikan bisa terwujud. Pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional siswa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Dari sisi instruktur (guru), beberapa faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri guru, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatifitas, active learning, dan kemampuan menjalin interkasi dan komunikasi jarak jauh dengan siswa. Juga memperhatikan hambatan teknis yang mungkin terjadi, sehingga pendidikan jarak jauh bisa berlangsung efektif. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Dari sisi siswa, salah satu faktor yang penting adalah keseriusan mengikuti proses belajar mengajar di saat instruktur (guru) tidak berhadapan langsung dengan siswa. Pada level ini, keterlibatan dan kehadiran 'orang-orang' di sekitar, termasuk anggota keluarga memegang peranan penting dan strategis. Kehadirannya bisa mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar secara efektif, tapi sebaliknya bisa juga menjadi penghambat. Faktor yang lainnya adalah active learning dan komunikasi yang efektif. Partisipasi aktif siswa pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh ditunjang oleh adanya interaksi dan komunikasi yang efektif dan maksimal antara intstruktur (guru) dan siswa, interaksi antara siswa dengan berbagai fasilitas pendidikan seperti mudul-modul pendidikan interaksi antara siswa dengan 'orang-orang' sekitarnya, dan adanya pola pendidikan aktif dalam masing-masing interaksi tersebut. Juga keaktifan dan kemandirian siswa dalam pendalaman materi, mengerjakan soal-soal ujian, dan kreativitas mencari materi-materi penunjang dari sumber-sumber lain seperti internet atau digital-library. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Referensi:berbagai internet&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Nama: Ananda Satria Mawan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"&gt;Nim  : 1102406039&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-7990843892276858635?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/7990843892276858635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=7990843892276858635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/7990843892276858635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/7990843892276858635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/sistem-pendidikan-jarak-jauh.html' title='Sistem Pendidikan Jarak Jauh'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-246761768325617001</id><published>2008-05-21T06:02:00.000-07:00</published><updated>2008-05-26T22:37:37.237-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan jarak jauh berbasis web</title><content type='html'>&lt;p class="MsoTitle"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;Ramadhan Kurnia Nusa &amp;amp; Onno W. Purbo&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Distance Learning atau pendidikan jarak jauh sebenarnya bukanlah sesuatu hal atau barang yang baru di dunia pendidikan. Sudah cukup banyak lembaga atau institusi yang melakukan hal ini dan biasanya dilakukan dengan mengirimkan berbagai materi kuliah dan informasi dalam bentuk cetakan, buku, CD-ROM, video langsung ke alamat peserta pendidikan jarak jauh. Tidak hanya hal-hal yang berhubungan dengan kuliah secara langsung saja yang dikirimkan ke peserta tapi juga berbagai masalah administrasi dan manajemennya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan ‘tradisional’ yang dilakukan saat ini, para siswa dan guru bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sistem pendidikan ‘tradisional’ ini kelak akan bergeser ke pada suatu ‘distance learning based education paradigm’ dengan dilandasi bahwa agak sulit untuk mengumpulkan peserta kursus, training atau pendidikan pada satu waktu dan tempat tertentu sedangkan peserta tersebar di wilayah yang berbeda-beda dan pada dasarnya materi-materi yang seharusnya disampaikan di kelas, &lt;span class="fullpost"&gt;dapat diberikan tanpa kehadiran para peserta dan dosen secara langsung di kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong berkembangnya konsep distance learning ini. Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan distance learning selanjutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Bergesernya perkembangan distance learning ke media internet membuat munculnya suatu paradigma baru dalam distance learning yaitu ‘asyncronous time and separated location distance learning’. Jelasnya, media ini mampu menembus batasan waktu dan tempat. Cepatnya penyampaian informasi dan materi menjadikan teknologi ini sebagai suatu pertimbangan utama penggunaannya dalam distance learning. Hal ini sejalan dengan adanya cyberschool yang telah ada saat ini. Konsep cyberschool sebenarnya bagian dari suatu kesatuan distance learning, hanya saja cyberschool kurang memfasilitasi interaksi antara murid dan guru. Cyberschool hanya mendistribusikan materi-materi secara online. Memadukan dua hal ini akan sangat menguntungkan untuk mewujudkan suatu internet community di Indonesia khususnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Berkembangnya teknologi dalam Sistem Pendidikan Jarak jauh ini kerap menimbulkan suatu pertanyaan, ‘Bagaimana suatu teknologi dapat menggantikan sistem pendidikan tradisional yang melibatkan interaksi langsung antara peserta dan pendidik ?’.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Untuk menjawabnya, kita harus mengetahui dahulu bagaimana sistem pendidikan jarak jauh yang efektif dan sebelum membuat suatu web based distance learning, harus mempertimbangkan berbagai aspek-aspek yang perlu serta trade-off-nya untuk mencapai suatu sistem pendidikan jarak jauh yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Suatu sistem pendidikan jarak jauh secara umum, akan sukses apabila didalamnya melibatkan interaksi maksimal antara guru dan muridnya, antara murid dengan berbagai fasilitas pendidikan dan interaksi antara murid dengan murid serta melibatkan pola pembelajaran yang aktif di dalam interaksi itu. Kita mendapati berbagai aspek di atas dalam sistem pendidikan tradisional yang melibatkan interaksi ‘face-to-face’ antara murid dan guru, apakah sistem pendidikan jarak jauh dapat mengatasi interaksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘face-to-face’ antara guru dan murid di kelas secara 100 %. Jawabannya, tergantung kepada media yang digunakan tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;angka 100 % itu bukanlah sesuatu mudah untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dicapai oleh sistem pendidikan jarak jauh, yang jelas ada suatu trade-off teknologi yang dapat mendekati angka di atas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Penggunaan teknologi dalam menunjang suatu sistem pendidikan jarak jauh harus diperhatikan dari bentuk pendidikan yang diberikan. Suatu kursus bahasa Inggris salah satunya, pada akhir perkuliahan peserta dituntut untuk mempunyai reading dan listening skill yang baik, untuk itu medianya dapat berupa sound, gambar dan bentuk multimedia lainnya yang dapat di kirimkan melalui internet.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Bila dibatasi pada web based distance learning maka pengguna atau dalam hal ini guru dan murid memerlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga konektivitas dengan distance learning tersebut. Kemampuan peserta untuk tetap menjaga connectivity menentukan bagi kesinambungan suatu sistem pendidikan jarak jauh. Dengan cara inilah kita dapat menciptakan suatu internet based community di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Suatu sistem pendidikan jarak jauh dapat kita sederhanakan dan formulasikan sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;Materi pendidikan + teknologi untuk berinteraksi + guru = pembelajaran bagi murid.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Apabila kita umpamakan suatu web based distance course sebagai suatu community maka di dalamnya harus dapat memfasilitasi bertemunya atau berinteraksinya murid dan guru. Agak sulit memang untuk memindahkan apa yang biasa dilakukan oleh guru di depan kelas kepada suatu bentuk web atau materi online yang harus melibatkan interaksi berbagai komponen di dalamnya. Adanya sistem ini membuat mentalitas dosen dan guru harus berubah dan sudah seharusnya, perbedaan karakteristik guru atau dosen dalam mengajar tidak tampak dalam metode ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Seperti layaknya sebuah sekolah atau universitas, metode ini juga harus mampu memberikan informasi perkuliahan kepada peserta. Informasi itu harus selalu dapat diakses oleh siswa dan dosen serta selalu ter-update setiap waktu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Informasi yang sering dibutuhkan itu berupa silabus kuliah, jadwal kuliah, pengumuman, siapa saja peserta kuliah, materi kuliah dan penilaian atas prestasi siswa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Bila kita buatkan suatu model maka suatu web based distance learning setidaknya memiliki unsur-unsur sebagai berikut :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pusat kegiatan siswa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in;"&gt;sebagai suatu community, web based distance learning harus mampu untuk menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa dimana mahasiswa dapat mengasah kemampuannya, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Interaksi dalam group&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in;"&gt;Disini para murid dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang telah diberikan oleh dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Personal administratif supporting system&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in;"&gt;dimana para siswa dapat me-review membershipnya dalam suatu course, menyediakan informasi siswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;General information&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in;"&gt;Menyediakan informasi umum untuk peserta atau pengunjung web pada umumnya. Serta menyediakan beberapa fasilitas untuk umum tanpa proses registrasi peserta terlebih dahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pendalaman dan ujian&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in;"&gt;Biasanya dosen atau guru sering mengadakan quiz-quiz singkat dan tugas-tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh suatu web based distance learning&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Digital library&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in;"&gt;Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk sebagai suatu database.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Materi online diluar materi kuliah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-left: 0.25in;"&gt;Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan-bahan bacaan dari web-web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan-bahan online lainnya untuk di publikasikan kepada peserta lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi concern utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Munculnya web based distance learning, tentunya akan membuat para guru atau dosen yang kurang mengetahui konsepnya akan merasa terancam dari pekerjaannya tapi sebenarnya itu semua tidak beralasan, sebab masih banyak yang perlu dilakukan oleh guru atau dosen tersebut, sebut saja mempersiapkan materi, memberi tugas, quiz, ujian, membuat soal, memeriksa jawaban esai dan sebagainya. Bagaimana mungkin hal-hal tersebut tidak melibatkan mereka ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Bagaimana bila kita memandang dari sisi para siswa, apakah mereka siap untuk tidak berinteraksi langsung face-to-face dengan dosen atau gurunya ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Agaknya pertanyaan ini akan menimbulkan suatu fakta yang menggelitik bahwa tidak sedikit siswa yang justru senang ketika dosen atau gurunya tidak masuk ke kelas. Benarkah ? Jawabannya terpulang kepada anda sendiri, toh anda pernah mengalami atau sedang mencari ilmu. Apa anda lebih senang guru atau dosen masuk atau tidak ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt;( onno.vlsm.org/v09/onno-ind-1/application/education/pendidikan-jarak-jauh-berbasis-web-1999.rtf)&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;Nama        : Siti Fathonah&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText"&gt;NIM           : 1102406035&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-246761768325617001?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/246761768325617001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=246761768325617001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/246761768325617001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/246761768325617001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pendidikan-jarak-jauh-berbasis-web.html' title='Pendidikan jarak jauh berbasis web'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-970835337902353266</id><published>2008-05-20T22:21:00.000-07:00</published><updated>2008-05-20T22:24:32.385-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>oleh        : nikhe yustiani&lt;br /&gt;nim        ; 1102406019&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://teknologi-110.blogspot.com/2008/02/internet-dan-pendidikan.html"&gt;INTERNET DAN PENDIDIKAN&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Awal dari milenium baru dan reformasi menjanjikan harapan untuk mempercepat perkembangan sektor pendidikan di Indonesia. Kunci utama yang memicu akan timbulnya harapan baru tersebut berjalan kearah desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, dan pemberdayaan sekolah serta masyarakat untuk mempengaruhi hasil (outcomes) sekolah, juga kesatuan tujuan-tujuan dari semua sektor pendidikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Dimasa lalu telah dibentuk sistem komunikasi yang efisien dan efektif untuk menyebarkan informasi ke berbagai semua sektor di kalangan pendidikan. Desentralisasi pendidikan akan membutuhkan paradigma dan peran baru untuk administrasi pendidikan. Komponen utama dalam peran baru ini yaitu meliputi ; monitoring yang efisien, pengidentifikasian kebutuhan dan menempatkan sumber daya manusia dan sumber daya yang lain untuk menghadapi kebutuhannya. Pada umumnya masalah-masalah utama pendidikan berdasarkan sistemnya, dan sekarang potensi sumber daya manusia disemua sektor tidak dimanfaatkan secara penuh. Kebanyakkan penelitian dan pengembangan yang dimulai pada masa transisi baru ini seharusnya diarahkan pada pengembangan sitem komunikasi yang memberdayakan beberapa sektor pendidikan untuk membantu pengembangan dan arah masa depan pendidikan di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Sistem komunikasi  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Penekanan penting akan memaksimumkan sumber daya manusia disemua sektor, berarti kita akan membutuhkan sisitem komunikasi yang sangat efektif. Apabila kita merespons pada kebutuhan fokus awal seharusnya lebih berdasarkan penerimaan informasi daripada penyebaran informasi. Hal ini hampir memutarbalikan peran jika dibandingkan dengan peran komunikasi administrasi pendidikan yang dulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Penelitian mengenai pengembangan sekolah secara jelas menunjukan salah satu cara yang paling efektif bagi sekolah yang ingin berkembang secara mandiri yaitu lewat berbagi (sharing) informasi dan ide-ide. Salah satu dukungan yang terbesar untuk pengembangan pribadi dan profesi kepala sekolah yang memanfaatkan proses pembaharuan yaitu komunikasi yang terbuka dan mendukung melalui forum rutin kepala sekolah. Melalui penyampaian masalah secara kolektif diantara rekan seprofesi sudah menghasilkan solusi yang efektif dan dapat direalisasikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Masukan (input) dan kontribusi langsung dari para pemegang peran (stakeholders) yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran (stakeholders). Lagipula kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Tanggung jawab sekolah dalam memasuki era globalisasi baru ini yaitu harus menyiapkan siswa untuk menghadapi semua tantangan yang berubah sangat cepat dalam masyarakat kita. Kemampuan untuk berbicara bahasa asing dan kemahiran komputer adalah dua kriteria yang biasa diminta masyarakat untuk memasuki lapangan kerja baik di Indonesia maupun diseluruh dunia. Dan hanya sekitar 20-30 % lulusan sekolah menengah yang melanjutkan ke tingkat pendidikan lebih tinggi, maka dengan adanya komputer yang telah merambah disegala bidang kehidupan manusia hal itu membutuhkan tanggung jawab sangat tinggi bagi sistem pendidikan kita untuk mengembangkan kemampuan berbahasa siswa dan kemahiran komputer ( lihat bagian Pendaluan-Komputer )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Oleh karena adanya prioritas yang tinggi untuk membangun fasilitas komputer diseluruh sekolah-sekolah di Indonesia dan adanya jarak yang cukup jauh antara sekolah provinsi di Indoesia, sepertinya Internet pilihan yang cukup baik untuk mengembangkan komunikasi antar sekolah, Kanwil, Kandep, dan DEPDIKNAS yaitu dapat dilakukan lewat Internet. Beberapa sekolah telah mengambil inisiatif untuk membangun fasilitas mereka sendiri. Berdasarkan langkah yang sudah ada ini, dan membiarkan hal itu berkembang sendiri yaitu tetap konsisten akan kebutuhan belajar siswa kita, maka Internet sebagai strategi yang sesuai untuk menjadi medium komunikasi yang sah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Internet dalam belajar dan mengajar&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Kekayaan akan informasi yang sekarang tersedia di Internet telah lebih mencapai harapan dan bahkan imajinasi dari para penemu system yang pertama. Internet awalnya diciptakan untuk kebutuhan system pertahanan militer supaya dapat didesentralisasikan sehingga dapat mengurangi resiko kerusakkan total, mungkin saja hal inibisa terjadi apabila sistem sentral komputer utama dimusnahkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Internet juga dapat didesentralisasikan dan diberdayakan. Dengan menggunakan internet kita dapat mengakses sumber-sumber informasi tanpa batas dan sedang berkembang secara cepat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara masing-masing atau secara massa yang dapat dilakukan dimana saja diseluruh dunia hanya dalam waktu beberapa detik saja. Kita dapat menyebarkan (publish) informasi yang bisa di akses dari mana saja di seluruh dunia dalam waktu singkat sekali. Kita dapat berkomunikasi secara langsung (real time) melalui telepon dan unit video processing. Kita bisa melakukan "chat" melalui jaringan gratis "chat" yang sangat luas yaitu mIRC.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Bagi para guru internet menawarkan beberapa kesempatan untuk diraih:&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Pengembangan Profesional&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;(a) Meningkatkan pengetahuan&lt;br /&gt;(b) Berbagi sumber diantara rekan sejawat/ sedepartemen&lt;br /&gt;(c) Bekerjasama dengan guru-guru dari luar negeri&lt;br /&gt;(d) Kesempatan untuk menerbitkan /mengumumkan secra langsung&lt;br /&gt;(e) Mengatur komunikasi secara teratur&lt;br /&gt;(f)  Berpatisipasi dalam forum dengan rekan sejawat baik local maupun internasional.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Sumber bahan mengajar :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt; (a). Mengakses rencana belajar mengajar  &amp;amp; metodologi baru&lt;br /&gt; (b). Bahan baku &amp;amp; bahan jadi cocok untuk segala bidang pelajaran&lt;br /&gt;(c). Mengumumkan dan berbagi sumber. Sangat tingginya popularitas / sangat tingginya minat untuk meningkatkan siswa lebih terfokus belajar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Untuk siswa Internet menawarkan kesempatan untuk;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Belajar sendiri secara cepat :&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;(a). Meningkatkan pengetahuan&lt;br /&gt; (b). Belajar berinteraktif&lt;br /&gt; (c). Mengembangkan kemampuan di bidang penelitian&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Memperkaya diri :&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;(a). Meningkatkan komunikasi dengan siswa lain&lt;br /&gt; (b). Meningkatkan kepekaan akan permasalahan yang ada diseluruh dunia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Walaupun Internet berpotensi untuk menyampaikan keuntungan-keuntungan tersebut bagi para guru maupun para siswa, pemakaian Internet di kelas hendaknya harus disusun sedemikian rupa dengan belajar mendefisinasikan secara obyektif. Kegiatan siswa juga harus dimonitor dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Kenapa?&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Seperti mana yang telah dikatakan sebelumnya bahwa Internet itu berisi berbagai macam informasi dan sumber-sumber informasi lain, meskipun didalamnya juga terkandung hal-hal yang tidak berguna dan menghabiskan waktu sehingga mengganggu pelajaran siswa dengan mudahnya. Padahal keikutsertaan dalam kegiatan ini diluar jam belajar siswa, mungkin saja dapat memberi keuntungan bagi pengetahuan mereka atau mengembangkan kemampuan lainnya. Waktu belajar di kelas harus tetap difokuskan pada pelajaran utama. Rencana belajar mengajar yang efektif untuk menggunakn Internet akan memerlukan beberapa kemampuan baru guru untuk dapat lebih mengefektifkan waktu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Satu dari keuntungan yang sangat potensial dari Internet selain untuk para administrator dan kepentingan sekolah, yaitu mngkin adalah untuk memudahkan pengoleksian lembaran data-data sekolah yangdaat langsung terkirim ketujuannya baik ke perorangan maupun ke masyarakat luas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Guru, terutama guru bahasa dan guru pelajaran ilmu sosial, dapat mengambil (down-load) berita dan kejadian terkini yang bisa digunakan sebagai bahan mengajar di kelas pada hari yang sama saat itu juga. Semua guru dapat menggunakan Internet baik untuk keperluan pengembangan pribadi maupun secara profesional bekerjasama dalam wilayah regional maupun diseluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Perlengkapan apa saja yang diperlukan untuk dibeli?&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Penulis menyarankan sebagai langkah awal membeli satu unit komputer dengan modem didalamnya dan CD ROM drive. Dan komputer ini harus ditempatkan di ruang perpustakaan sekolah sehingga bisa dipergunakan oleh seluruh staf dan para siswa serta harus diawasi pemakaiannya oleh petugas perpustakaan. Petugas perpustakaan ini juga harus dilatih untuk menangani perawatan dan pemeliharaan rutin komputer. Serta mereka juga diberi wewenang khusus untuk mengatur jadwal pemakaian komputer dengan cara sistem memesan tempat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Biaya : Antara Rp. 3.000.000,-  -  Rp.5.000.000,- tergantung nilai tukar rupiah.  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Apabaila sekolah anda sudah mempunyai laboratorium komputer maka bentuk modem terpisah dapat dibeli dengan harga yang cukup murah untuk mengakses Internet dari laboratorium, tergantung permintaan. Bentuk modem terpisah ini juga dapat disediakan bagi pemakaian di departemen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Apalagi yang diperlukan?&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Pastinya anda membutuhkan Internet Service Provider (ISP). Ini adalah sejenis perusahaan yang menyediakan jasa sambungan/ hubungan ke Internet melalui saluran telepon. Penulis menyarankan sebagai langkah awal, sebaiknya membuka sebuah account siswa sampai mereka tahu berapa menit per bulannya yang mereka perlukan. Cobalah untuk mendaftar USER-NAME ( nama pemakai ) berhubungan dengan nama sekolah anada, contohnya SMK3PALU, karena ini juga dapat digunakan sebagai alamat e-mail anda ( lihat dibawah ). Ada daftar Internet Service Provider dalam petunjuk homepage ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Biaya : Antara Rp.50.000,-  -  Rp.100.000,-  per bulan  + Biaya pemasangan ringan. &lt;/span&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;E-mail Account&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Biasanya ISP menyediakan paling tidak satu account e-mail dan ini menggunakan "user name" anda, contohnya diambil dari contoh diatas SMK3Palu@Sulawesi.Net. Account ini bisa juga dipakai untuk keperluan resmi sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;E-mail  Account Siswa&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Penulis menyarankan bahwa siswa-siswa sebaiknya membuka e-mail account pribadi di http://mail.yahoo.com, http://www.hotmail.com, atau salah satu dari sekian banyak e-mail provider gratis yang ada. E-mail account tersebut diatas lebih disukai dari account servis provider karena mereka dapat digunakan secara permanen. Dan ini juga merupakan ide yang baik bagi sekolah-sekolah untuk mempunyai alamat e-mail alternatif, apabila dalam keadaan mendesak mereka mengganti servis provider. Saya akan menyarankan menggunakan Yahoo.com karena mereka memperbolehkan anda untuk POP surat anda, mengirim surat ke alamat lain (forwarding), ataupun membacanya dari situs internet mereka dimana saja ( lebih fleksibel).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Homepage dan Nama Domain&lt;/b&gt;  &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Ada banyak sekali homepage provider gratis. Penulis kira bahwa saat ini yang terbaik adalah &lt;a href="http://www.crosswinds.net/" target="_blank"&gt;http://www.crosswinds.net&lt;/a&gt; karena servis yang mereka tawarkan cukup masuk akal dan mereka tidak mempunyai spanduk iklan dari mereka (lihat dibagian cara membuat homepage).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;"Domain Name" (alamat khusus di Internet) tidaklah sangat penting terkecuali bila anda adalah organisasi yang mencari keuntungan atau untuk bisnis. Kecuali bila domain name anda mudah untuk diingat seperti "&lt;a href="http://pendidikan.net/" target="_blank"&gt;Pendidikan.Net&lt;/a&gt;" maka manfaatnya tidak terlalu penting. Apabila anda membuat homepage di Crosswinds.Net maka anda mempunyai alamat (atau URL) seperti htpp://www.croswinds.net/~SMK3Palu. Bila anda mengunjungi homepage link di &lt;a href="http://slta.net/" target="_blank"&gt;SLTA.Net&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://sltp.net/" target="_blank"&gt;SLTP.Net&lt;/a&gt; maka anda akan menjumpai banyak homepage sekolah yang berlokasi di situs gratis seperti ini. Keuntungan utama dari situs gratis ini adalah tidak dikenakan biaya perawatan dan tidak terkait apapun ISP yang anda pilih .&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Telepon dan Pulsa&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Seringkali kalau guru atau Kepsek ditanya "sudah punya Internet?" Jawabannya "Belum, pulsa telepon terlalu mahal"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Apakah, kalau sekolah Anda bisa berkomunikasi dengan semua sekolah di Indonesia, dengan Kanwil, Kandep, atau Dikmenum lewat telepon selama lima menit sehari atau kurang masih merasa mahal?&lt;/b&gt;. Sebagai contoh, saya download e-mail dari dua provider (Yahoo dan Crosswinds) dari banyak alamat e-mail yang saya punya setiap pagi dan perlu waktu kurang dari lima menit (&lt;5&gt;Setelah itu sambungan ke Internet langsung dimatikan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Surat-surat tsb dibaca OFF-LINE (tidak sambung ke Internet) dan tidak ada ongkosnya. Surat-surat ini dapat diprint atau dicopy (blok dan copy) ke Word, Wordpad, atau Notepad untuk di bawa ke tempat line (lewat disket).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Tetapi bagaimana kalau kita mau kirim surat atau membalas surat?&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Sama juga: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;li&gt;1. Membuat surat dulu di Word atau Notepad atau Wordpad. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;2. Buka browser kalau pakai Netscape (klik mail) atau kalau pakai Internet Explorer buka Microsoft Outlook. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;3. Buka "New Msg" di Netscape atau "New" di Microsoft Outlook. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;4. Mengisi alamat e-mail, subject, dan isinya surat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;5. Kalau lebih dari satu surat mengulang step 3 &amp;amp; 4 sampai semua surat sudah dibuat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;6. Kalau sudah selesai baru sambung ke Internet. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;7. Klik "Send" (kirim surat) di semua surat masing-masing (langsung saja). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;8. Kalau Anda pakai Microsoft Outlook Anda juga harus klik "Send/Re&lt;u&gt;c&lt;/u&gt;eive" setelahnya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;9. Tunggu sampai semua surat sudah dikirim (biasanya cepat). &lt;/li&gt;&lt;li&gt;10. Kalau di Microsoft Outlook Anda secara automatis menerima surat baru juga kalau ada. Kalau Anda pakai Netscape sebaiknya cek kalau ada surat baru Klik "Get Msg". &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;b&gt;Matikan sambungan ke Internet&lt;/b&gt;. &lt;/li&gt;&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Kalau Anda pakai sistem ini pulsa telepon tidak akan mahal. Jadi, setiap pagi sambung sebentar saja. Selama waktu itu dapat mengirim surat-surat yang sudah disediakan siang hari sebelumnya dan menerima surat yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Bagaimana dengan Searching the Internet?&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Terus-terang, kalau siswa/i memakai Internet di dalam waktu belajar, gurunya harus sangat berpengalaman untuk menggunakan waktu dengan hemat agar menghasilkan pelajaran yang baik. Mungkin Internet bisa dipakai dengan cara ini setelah guru-guru sudah cukup berpengalaman. Saya pernah memakai Internet untuk mengajar tetapi tujuan pelajaran dan kegiatan siswa/i harus jelas dan dimonitor terus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt; Untuk guru Internet juga bisa menghabiskan banyak waktu dan uang kalau kita tidak membuat sistem yang baik dari awalnya. Maksud saya, daripada semua guru cari informasi yang sama dan menghabiskan waktu masing-masing, penting sekali bila kita membuat pusat informasi tentang situs yang bagus dan relevan. Kalau sudah ada pusat informasi guru hanya perlu kirim e-mail ke pusat dan minta URL (Universal Resource Locator - alamat homepagenya). Jadi, cuma satu orang yang mencari (lebih hemat) dan informasi ini bisa dipasang di halaman "links informasi" di Website pusatnya supaya kalau guru lain cari informasi bisa cek disitu dulu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Sesuai dengan yang sudah sering dikatakan, sebaiknya semua siswa/i di Indonesia dapat pengalaman memakai komputer dan Internet. Kebanyakan mengenai Internet dan cara membuat homepage misalnya kita dapat mengajar dengan komputer tanpa sambung ke Internet. Kalau kita ingin membuat program keterampilan komputer biayanya bisa dinaikkan sesuai dengan ongkos bila siswa/i menggunakan waktu di Internet (sharing) dalam programnya. Lebih baik siswa dapat kenalan Internet saja di sekolah dan melanjutkan kemampuan sendiri di Warung Internet. Di banyak sekolah yang belum punya fasilitas Internet siswa/inya sudah lama memakai Internet dan pengalamannya juga banyak. Pengalaman mereka bisa digunakan untuk membantu guru atau pustakawan untuk belajar mengenai Internet. Dengan teknologi baru ini sebaiknya kita mengunakan semua kemampuan SDM di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;Kesimpulan:&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;Kalau kita ingin mengajar, kita perlu memperhatikan hal-hal utama yaitu rencana dan strateginya. Sama dengan Internet. Kalau kita ingin membuat sistem komunikasi yang baik dan hemat, dan meningkatkan pendidikan siswa/i dalam ilmu komputer yang sesuai dengan dana sekolah, yang penting &lt;b&gt;rencana (program) yang baik, dan strategi-strategi yang terbaik sesuai dengan keadaan sekolahnya. Dengan prinsip-prinsip yang disebut di dalam "&lt;a href="http://e-pendidikan.net/inter1.html" target="_blank"&gt;Kiat Mendapatkan Dana&lt;/a&gt;" kita bisa secara terus-menerus melakukan peningkatan mutu pendidikan di sekolah kita secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 100%;"&gt;&lt;b&gt;sumber        ; http//www.teknologi.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-970835337902353266?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/970835337902353266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=970835337902353266' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/970835337902353266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/970835337902353266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/oleh-nikhe-yustiani-nim-1102406019.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-6324769092436836856</id><published>2008-05-20T22:18:00.000-07:00</published><updated>2008-05-25T01:41:34.188-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>oleh        : ikke nurdyastuti&lt;br /&gt;nim       : 1102406011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pembelajaran Interaktif dalam Sistem Pendidikan Jarak Jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan jarak jauh memiliki karakteristik utama keterpisahaan fisik antara Pengajar dan pebelajar yang pada umumnya mengurangi interaksi langsung antara pebelajar dengan Pengajar atau instruktur. Sejumlah institusi pendidikan jarak jauh di dunia berupaya untuk menciptakan komunikasi yang interaktif melalui berbagai cara, misalnya dengan mendesain bahan ajar (learning materials) sedemikian rupa sehingga dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran interaktif. Upaya lain yaitu menyediakan sarana tutorial bagi pebelajar dan memanfaatkan media tertentu yang dapat menjadi sarana interaksi antara Pengajar dan pebelajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Isi&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi antara Pengajar dan Pebelajar &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Interaksi antara Pengajar dan pebelajar memegang peranan yang sangat penting dalam sistem pendidikan jarak jauh. Dalam proses pembelajaran interaktif, komunikasi dua arah (two ways communication) berlangsung antara Pengajar dan pebelajar. Pengajar menyampaikan materi pembelajaran dan pebelajar memberikan tanggapan (respon) terhadap materi pembelajaran yang diterimanya. Dalam pembelajaran interaktif Pengajar tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga menerima umpan balik dari pebelajar dan memberikan pengukuhan (reinforcement) terhadap hasil belajar yang telah mereka tempuh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam sistem pendidikan jarak jauh, interaksi merupakan faktor penting sebagai sarana penunjang aktivitas pembelajaran. Interaksi memungkinkan pebelajar mengatasi masalah yang dihadapi dalam upaya memahami materi. Interaksi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk memberikan pengukuhan (Reinforcement) terhadap hasil belajar yang dicapai oleh pebelajar. Selain itu, interaksi dapat digunakan sebagai sarana untuk memperbaiki kesalahan (remedial) pada waktu mengikuti proses pembelajaranInteraksi dapat juga digunakan sebagai sarana untuk menyampaikan materi yang perlu dipelajari secara mendalam oleh pebelajar (elaborasi).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Heinich dkk. (1986) mengemukakan enam bentuk interaksi pembelajaran yang dapat diaplikasikan dalam merancang sebuah media pembelajaran interaktif untuk sistem pendidikan jarak jauh. Bentuk-bentuk interaksi tersebut antara lain berupa praktik dan latihan (drill and practice), tutorial, permainan (games), simulasi (simulation), penemuan (discovery), dan pemecahan masalah (problem solving).Praktik dan Latihan Bentuk interaksi ini digunakan untuk melatih pebelajar menggunakan konsep, aturan (rules) atau prosedur yang telah diajarkan sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Melalui serangkaian contoh dari konsep dan pengetahuan yang dipelajari, pebelajar diberi kesempatan untuk berlatih agar terampil dalam menerapkan konsep dan pengetahuan tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hal penting yang perlu diperhatikan agar dapat memanfaatkan bentuk interaksi ini dalam merancang media pembelajaran adalah pemberian ganjaran (reward) yang kontinyu. Ganjaran diberikan setiap kali pebelajar berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Pemberian ganjaran yang positif (positive reward) terhadap prestasi belajar akan memberikan kemungkinan yang lebih besar bagi pebelajar untuk mengulangi keberhasilan yang telah dicapai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Hal ini dikenal dengan istilah reinforcement atau pengukuhan terhadap hasil belajar. Konsep pemberian ganjaran dan pengukuhan perlu dipertimbangkan dalam merancang media interaktif berbentuk praktik dan latihan.&lt;br /&gt;Sebenarnya ada hal lain yang perlu diperhatikan dalam merancang medium pembelajaran interaktif yaitu konsep mastery learning. Dalam konsep ini pebelajar dapat mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang lebih tinggi hanya apabila ia telah berhasil menguasai pengetahuan dan keterampilan sebelumnya yang tentunya lebih rendah tingkatannya.Interaksi yang berbentuk praktik dan latihan pada umumnya digunakan untuk proses pembelajaran yang memerlukan latihan keterampilan yang terus menerus (drill). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Pebelajar diharapkan dapat menguasai suatu keterampilan tertentu apabila ia melakukan latihan terus menerus.&lt;br /&gt;Konsep-konsep dalam mata pelajaran matematika merupakan salah satu contoh topik yang sesuai untuk ditampilkan dalam bentuk interaksi praktik dan latihan. Contoh lain yaitu mata pelajaran bahasa. Penguasaan perbendaharaan kata asing (vocabulary) dan keterampilan dalam menyusun kalimat efektif pada bidang studi bahasa dapat diajarkan melalui bentuk interaksi praktik dan latihan.Program interaktif yang bertujuan memberi kesempatan kepada pebelajar untuk melakukan praktik dan latihan dapat dirancang dalam bentuk permainan (game).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam program interaktif seperti ini pebelajar harus mempelajari aturan yang ada (repetitive) dan terlibat dalam sebuah permainan yang berisi latihan yang berulang-ulang untuk menguasai keterampilan atau kecakapan tertentu.Biasanya interaksi yang berbentuk praktik dan latihan menampilkan sejumlah pertanyaan atau soal yang bervariasi yang harus dijawab oleh pebelajar. Pebelajar biasanya diberi kesempatan untuk mencoba beberapa alternatif jawaban sebelum tiba pada jawaban yang benar. Interaksi dalam bentuk ini biasanya berisi pertanyaan dan soal-soal dengan tingkat kesulitan yang berbeda. Dalam interaksi berbentuk praktik dan latihan disediakan umpan balik dan pengukuhan (reinforcement) baik yang bersifat positif maupun negatif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;II. 1. a. Tutorial&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;Pada interaksi yang berbentuk tutorial pengetahuan dan informasi ditayangkan dalam unit-unit kecil yang kemudian diikuti dengan serangkaian pertanyaan. Pola pembelajaran pada interaksi berbentuk tutorial biasanya dirancang secara bercabang (branching). Pebelajar dapat diberi kesempatan untuk memilih topik-topik pembelajaran yang ingin dipelajari dalam suatu mata pelajaran. Semakin banyak topik-topik pembelajaran yang dapat dipilih, akan semakin mudah program tersebut diterima oleh pebelajar. Dalam interaksi pembelajaran berbentuk tutorial, informasi dan pengetahuan dikomunikasikan sedemikian rupa seperti situasi pada waktu Pengajar yang memberi bimbingan akademik kepada pebelajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;II. 1. b. Permainan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Interaksi berbentuk permainan (games) akan bersifat instruksional apabila pengetahuan dan keterampilan yang terdapat di dalamnya bersifat akademik dan mengandung unsur pelatihan (training). Sebuah bentuk permainan disebut instruksional apabila di dalamnya terdapat tujuan pembelajaran (instructional objective) yang harus dicapai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Saat ini banyak beredar permainan komputer (computer games) yang hanya menekankan pada unsur rekreasi semata. walaupun demikian permainan komputer tersebut paling tidak mengandung unsur positif yaitu membantu pemakainya mengetahui cara kerja komputer yang kemudian dapat memancing timbulnya minat untuk memahami komputer (computer literacy).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Contoh permainan yang bersifat instruksional yaitu permainan dalam membuat keputusan (decision making game) pada bidang studi manajemen. Dalam permainan ini orang yang paling banyak membuat keputusan yang dapat menguntungkan perusahaan adalah pemenangnya. Sama halnya dengan program interaktif lain, permainan harus mengandung tingkat kesulitan tertentu dan memberikan umpan balik terhadap tanggapan yang dikemukakan oleh pebelajar. Dalam program pembelajaran berbentuk permainan, umpan balik diberikan dalam bentuk skor atau nilai standar yang dicapai setelah melakukan serangkaian permainan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam program berbentuk permainan harus ada aturan (rule) yang dapat dipakai sebagai acuan untuk menentukan orang yang keluar sebagai pemenang. Penentuan pemenang dalam permainan ditentukan berdasarkan skor yang dicapai kemudian dibandingkan dengan prestasi belajar standar yang harus dicapai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;II. 1. c. Simulasi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam interaksi berbentuk simulasi pebelajar dihadapkan pada suatu situasi buatan (artifisial) yang menyerupai kondisi dan situasi yang sesungguhnya. Program-program pembelajaran interaktif berbentuk simulasi memberi kemungkinan bagi pemakainya untuk melakukan latihan nyata tanpa harus menghadapi risiko yang sebenarnya. Sebuah program simulasi komputer untuk penerbang (pilot) dirancang sama seperti ruang kemudi (cockpit) yang sesungguhnya. Semua instrumen yang tersedia sama seperti yang ada di dalam ruang kemudi pesawat terbang. Dalam program simulasi ini pilot seolah-olah dapat menaikkan atau menurunkan pesawat tanpa harus menghadapi resiko jatuhnya pesawat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sejumlah program komputer telah berhasil menciptakan simulasi dalam mata pelajaran kimia, matematika dan fisika. Simulasi pada mata pelajaran kimia telah memungkinkan pebelajar melakukan percobaan kimia tanpa menghadapi risiko terkena langsung bahan kimia yang beracun.Beberapa program simulasi dilengkapi dengan petunjuk tentang cara penggunannya dalam bentuk bahan penyerta (learning guides). Namun, banyak juga program lain yang tidak dilengkapi dengan bahan penyerta. Interaksi dalam bentuk simulasi dapat dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran. Hal penting yang harus diperhatikan adalah pemberian umpan balik untuk memberi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar pebelajar setelah mengikuti program simulasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;II. 1. d. Penemuan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Penemuan atau discovery adalah istilah yang digunakan untuk menggantikan istilah pendekatan induktif dalam proses belajar. Dalam interaksi ini pebelajar diminta untuk melakukan percobaan yang bersifat trial dan error dalam memecahkan suatu permasalahan. Sama halnya dengan interaksi tutorial, bentuk interaksi penemuan berisi banyak alternatif solusi untuk memecahkan suatu permasalahan.&lt;br /&gt;Dalam program yang berbentuk penemuan, pebelajar dapat mencari informasi dan membuat kesimpulan dari sejumlah informasi yang telah dipelajarinya. Dari proses belajar yang dilakukannya pebelajar dapat menemukan konsep dan pengetahuan baru yang belum pernah dipelajari sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;II. 1. e. Pemecahan Masalah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Bentuk interaksi seperti ini memberi kemungkinan terhadap pebelajar untuk&lt;br /&gt;melatih kemampuan dalam memecahkan suatu masalah. Pebelajar dituntut untuk berpikir logis dan sistematis dalam memecahkan suatu permasalahan. Program-program interaktif berbentuk pemecahan masalah memberi kesempatan kepada pebelajar untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada didalamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Umpan balik tetap merupakan faktor yang sangat penting dalam program-program pembelajaran yang berbentuk interaktif. Umpan balik dapat dipergunaan oleh pebelajar untuk mengetahui tingkat keberhasilannya dalam me-mecahkan soal atau masalah. Program-program berbentuk pemecahan masalah biasanya berisi bebe-rapa soal atau masa-lah yang di- klasifika-sikan berdasarkan tingkat kesulitan yang dikandung di dalamnya. Pebelajar dapat mencoba memecahkan masalah yang lebih tinggi tingkatannya setelah berhasil memecahkan masalah dengan tingkat kesulitan yang lebih rendah. Program interaktif berbentuk pemecahan masalah sangat tepat digunakan dalam mata pelajaran sains dan teknologi, walaupun tidak tertutup kemungkinan untuk dapat diterapkan pada mata pelajaran non eksakta (ilmu sosial).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Dalam media pembelajaran seperti komputer dan video interaktif, bentuk-bentuk interaksi yang telah dikemukakan tadi tidak dapat dipisahkan satu sama lain, program komputer berbentuk permainan (games) pasti memuat soal-soal atau permasalahan yang harus dipecahkan (drill and practice) oleh pebelajar. Demikian pula halnya dengan program interaktif berbentuk tutorial yang memuat latihan untuk memperkuat pemahaman pebelajar terhadap materi pembelajaran. Perlunya Media Pembelajaran Interaktif dalam Sistem Belajar Jarak Jauh Sistem pendidikan jarak jauh mempunyai karakteristik yang berbeda dengan praktik pendidikan konvensional. Menurut Keegan (1980) sistem pendidikan jarak jauh memiliki enam elemen kunci yang sekaligus merupakan karakteristik dari sistem tersebut ,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;yaitu:&lt;br /&gt;(1)pemisahan antara guru dan pebelajar;&lt;br /&gt;(2) pengaruh institusi/organisasi pendidikan;&lt;br /&gt;(3) penggunaan media yang menghubungkan guru dan pebelajar;&lt;br /&gt;(4) berlangsungnya komunikasi dua arah;&lt;br /&gt;(5) memperhatikan pebelajar sebagai individu yang belajar; dan&lt;br /&gt;(6) pendidikan sebagai suatu industri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Penggunaan media dalam lembaga pendidikan tinggi jarak jauh berfungsi sebagai sarana yang menghubungkan antara Pengajar dengan pebelajar. Hal ini disebabkan adanya pemisahan secara fisik antara Pengajar dan pebelajar dalam melakukan aktivitas belajar-mengajar. Banyak jenis media yang dapat digunakan dalam sistem belajar jarak jauh. Secara umum media yang sering digunakan sebagai delivery mode dalam sistem pendidikan jarak jauh adalah media cetak, siaran radio, siaran televisi, konferensi komputer, surat elektronik (e-mail), video interaktif, telekomunikasi melalui satelit, dan teknologi komputer multimedia. Riset yang dilakukan terhadap penggunaan media dan metode pembelajaran memperlihatkan hasil yang konsisten, yaitu penggunaan media dan metode tertentu akan memberikan hasil yang efektif pada karakteristik pebelajar dan kondisi tertentu pula.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Tidak ada suatu media maupun metode yang dapat berperan sebagai obat mujarab (panacea) untuk mengatasi seluruh permasalahan pembelajaran (Heinich, dkk. 1986, h. 331). Dalam memilih media pembelajaran, Kemp, dkk. (1985) mengemukakan bahwa pemilihan media pembelajaran harus didasarkan pada karakteristik dan kontribusi yang spesifik terhadap proses komunikasi dan belajar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Media cetak, siaran radio, dan siaran televisi telah banyak digunakan&lt;br /&gt;sebagai sarana penyampai materi pada sejumlah institusi pendidikan jarak jauh, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang. Media cetak memiliki tingkat keluwesan yang tinggi untuk digunakan baik pada kegiatan belajar secara individu maupun kelompok. Sedangkan kelebihan utama siaran radio dan siaran televisi adalah pada kemampuannya menjangkau khalayak dalam wilayah geografis yang luas. Media ini mampu mengatasi hambatan ruang dan waktu dalam meng-komunikasikan informasi dan ilmu pengetahuan (Heinich, dkk. 1996). Demikian pula, UT memanfaatkan media cetak sebagai sarana utama untuk menyampaikan materi. Siaran radio dan siaran televisi hanya digunakan sebagai sarana pembelajaran penunjang media cetak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Semua media yang digunakan dalam sistem pendidikan tinggi jarak jauh pada dasarnya berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan interaksi pembelajaran antara Pengajar dengan pebelajar dan pemberian umpan balik terhadap hasil belajar yang telah ditempuh oleh pebelajar (Mc.Isaac dan Gunawardena, 1996). Umpan balik memegang peranan penting dalam penyelenggaraan sistem pendidikan jarak jauh. Rendahnya intensitas pemberian umpan balik sering menimbulkan masalah dalam proses belajar. Pebelajar yang tidak mengetahui hasil belajar yang telah mereka tem-puh dapat mengalami penurunan motivasi belajar yang pada akhir-nya dapat mengakibatkan penurunan prestasi belajar. Menurut Hannafin dan Peck (1998) umpan balik dalam media pembelajaran interaktif dapat berbentuk: “…. informasi kepada pebelajar tentang prestasi belajar yang telah ditempuh, baik berupa keberhasilan belajar atau informasi tentang hasil belajar yang perlu diperbaiki” (h.121). Lebih jauh, Coldevin dkk. (1993) mengemuka-kan bahwa “Pengetahu-an tentang hasil belajar yang telah mereka tem-puh dan ha- rapan untuk berprestasi akan me-nentukan minat siswa untuk mengikuti proses belajar selanjutnya” (hal. 20).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Penutup&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Semoga tulisan ini bermanfaat bagi masyarakat luas dan dunia pendidikan pada khusunya karena perubahan metoda pendidikan ke arah yang lebih maju sangat diharapkan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sumber Penulisan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Sitem pembelajaran jarak jauh&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;http://blog.persimpangan.com&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;/blog/2007/08/06/hakekat-pembelajaran-jarak-jauh/&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;dan Sumber lainnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-6324769092436836856?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/6324769092436836856/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=6324769092436836856' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/6324769092436836856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/6324769092436836856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/oleh-ikke-nurdyastuti-nim-1102406011.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-4354913053547170039</id><published>2008-05-14T06:19:00.001-07:00</published><updated>2008-05-14T06:21:31.254-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 style="font-weight: normal;"&gt;Nama: Siti Fathonah&lt;/h2&gt;NIM       : 1102406035&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://elektronika.unp.ac.id/?p=24" rel="bookmark" title="Pengembangan Model Belajar Jarak Jauh"&gt;Pengembangan Model Belajar Jarak Jauh&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;      &lt;div class="postinfo"&gt; Posted on &lt;span class="postdate"&gt;March 20th, 2008&lt;/span&gt; by mhd.adri     &lt;/div&gt;             &lt;p&gt;Internet sebagai sebuah jaringan universal, dengan berbagai aplikasi yang berjalan di atasnya, memungkinkan untuk penyelenggraan pendidikan berbasis e-learning, sehingga dengan demikian akan membuka peluang bagi lembaga pendidikan untuk memperluas kesempatan belajar bagi siapapun yang memenuhi persyaratan. Dengan menerapkan konsep dasar domain teknologi pengajaran (domain of isntructional technology), maka e-Learning merupakan suatu peluang dan tantangan bagi lembaga pendidikan untuk mulai mengimplementasi Information Technology (IT)-Based education.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-24"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam rangka untuk memperluas kesempatan belajar tersebut, Departemen Pendidikan Nasional, melalui beberapa kebijakan telah melahirkan program-program pendidikan berbasis IT, seperti hadirnya Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas), INHERENT (Indonesia Higher Education Network), dan beberapa program hibah TIK lainnya, disamping model pendidikan jarak jauh yang telah eksis seperti Universitas Terbuka (UT).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan tujuan untuk memperluas kesempatan belajar tersebut, Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, mengembangkan suatu model belajar jarak jauh dengan pendekatan Blended Learning yang merupakan gabungan pelaksanaan pendidikan konvensional dan IT-Based education berkerjasama dengan P4TK Medan, sebagai sebuah lembaga yang mengemban misi untuk peningkatan kemampuan tenaga pendidik di Indonesia. Kegiatan kerjasama ini telah dirintis sejak tahun 2007 pada tahun akademik 2007/ 2008 Semester Juli – Desember, dengan nota kerjasama yang tertuang dalam perjanjian kerjasama no. 1211/F/F.17.PP/2007 dan no. 397/H.35.1.7/KP/2007, yang sebelumnya telah didahului dengan Piagam Kerjasama antara Rektor Universitas Negeri Padang dengan kepada P3GT (P4TK) Medan no. 5931/F/F.17/PP/2006.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tulisan ini merupakan makalah yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional Kontribusi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam Pencapaian Millenium Development Goals (MDGs), tanggal 10 Maret 2008 di Universitas Terbuka (UT)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selengkapnya dapat didownload disini :  &lt;a title="adri_makasemnas2008.pdf" href="http://elektronika.unp.ac.id/wp-content/uploads/2008/03/adri_makasemnas2008.pdf"&gt;adri_makasemnas2008.pdf&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="postinfo"&gt; Filed under: &lt;a href="http://elektronika.unp.ac.id/?cat=33" title="View all posts in E-Learning dan E-Education" rel="category"&gt;E-Learning dan E-Education&lt;/a&gt;     &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-4354913053547170039?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/4354913053547170039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=4354913053547170039' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/4354913053547170039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/4354913053547170039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/nama-siti-fathonah-nim-1102406035.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-1219484783625230238</id><published>2008-05-13T20:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-13T20:34:41.785-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>nama        : Nikhe Yustiani&lt;br /&gt;NIM         : 1102406019&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Membangun Jati Diri Bangsa Lewat PJJ&lt;/b&gt;                                                                                                                          &lt;b&gt;[Agama dan Pendidikan]&lt;/b&gt;Membangun Jati Diri Bangsa Lewat PJJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, Pelita&lt;br /&gt;     Dalam  perkembangan era globalisasi  pendidikan  jarak  jauh&lt;br /&gt;bukan   lagi  menjadi  pendidikan  alternatif   bagi   masyarakat&lt;br /&gt;Indonesia,  tapi  sudah menjadi kebutuhan  dalam  membangun  jati&lt;br /&gt;diri bangsa.&lt;br /&gt;     Pendidikan   jarak  jauh  sudah  menjadi  kebutuhan   dalam&lt;br /&gt;membangun   jati  diri  bangsa   sebagai  bangsa  yang   mandiri,&lt;br /&gt;berdisiplin,  percaya  diri dan selalu  berusaha  untuk  bersaing&lt;br /&gt;dengan  bangsa-bangsa lain, kata Rektor Universitas Terbuka  (UT)&lt;br /&gt;Atwi  Suparman  pada Seminar Peran Pendidikan  Jarak  Jauh  Dalam&lt;br /&gt;Membangun  Jati Diri Bangsa, di Jakarta, Senin (11/6).&lt;br /&gt;      Atwi  mengatakan  pendidikan jarak jauh  berperan  membantu &lt;br /&gt;bangsa  Indonesia mengatasi krisis multidimensi saat  ini  dengan&lt;br /&gt;memberikan  pelayanan  pendidikan tinggi  berkualitas  dan  mampu&lt;br /&gt;menjangkau mahasiswa di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;     Melalui   pendidikan   jarak  jauh,  penyebaran  ilmu   dan&lt;br /&gt;pengetahuan   serta   tekonologi  tinggi   dapat   dengan   mudah&lt;br /&gt;didiseminasikan  kepada  masyarakat  luas, kata  Atwi  yang  pada&lt;br /&gt;wisuda  UT  periode  II tahun 2007 ini  mewisuda  sebanyak  8.000&lt;br /&gt;mahasiswanya.&lt;br /&gt;     Seperti  yang  diterapkan di UT,  dengan  sistem  pendidikan&lt;br /&gt;jarak  jauh  telah berkontribusi  dalam  pengembangan  sumberdaya&lt;br /&gt;manusia  dan  membangun jati diri  bangsa.  Melalui  pembelajaran&lt;br /&gt;jarak  jauh UT memasyarakatkan nilai dan norma  terutama  tentang&lt;br /&gt;kedisiplinan dan kemandirian yang juga merupakan landasan utama&lt;br /&gt;agar  Millenium Development  (MDG) berhasil.&lt;br /&gt;     UT   berperan   penting   sebagai   instrumen   pemberdayaan&lt;br /&gt;masyarakat  menuju masyarakat belajar ( learning society ).  Dimana&lt;br /&gt;pendidikan  jarak jauh juga dapat menumbuhkan  kebiasaan  belajar&lt;br /&gt;( learning  habit ) dan arti pentingnya pendidikan  sebagai  sarana&lt;br /&gt;pengembangan  diri, baik pada individu maupun  masyarakat  secara&lt;br /&gt;luas.&lt;br /&gt;     Dengan  berkembangnya masyarakat  belajar  inilah,  individu&lt;br /&gt;maupun  masyarakat  secara mandiri  dapat  memanfaatkan  berbagai&lt;br /&gt;sumber  dan  fasilitas  pendidikan  ( learning  resources )   untuk&lt;br /&gt;kemajuan masyarakat, bangsa dan negara Indonesia.&lt;br /&gt;     Sementara   itu  Pembantu  Rektor  IV  M   Gorky   Sembiring&lt;br /&gt;mengatakan.  Jati diri bangsa Indonesia dalam  konteks  kehidupan&lt;br /&gt;berbangsa  dan  bernegara  dewasa  ini  sedang  dihadapkan   pada&lt;br /&gt;berbagai masalah yang bisa mengganggu eksistensi Indonesia.&lt;br /&gt;     Dia  menambahkan,  modal dasar sukses belajar  dalam  sistem&lt;br /&gt;pendidikan  jarak  jauh  merupakan salah satu  jalan  untuk  bisa&lt;br /&gt;melahirkan   kemandirian   secara   sistematis   dan    sistemik. &lt;br /&gt;Kemandirian yang didapat melalui proses pendidikan di UT  adalah&lt;br /&gt;titik  awal dan titik masuk penanaman kemandirian  yang  ternyata&lt;br /&gt;merupakan syarat untuk memajukan bangsa ini, kata Gorky.&lt;br /&gt;     Di  sisi  lain pengamat pendidikan Arief  Rahman  mengatakan&lt;br /&gt;pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk  watak&lt;br /&gt;serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan&lt;br /&gt;kehidupan  bangsa.  Dia menambahkan, dalam  proses  pembelajaran,&lt;br /&gt;pendidik memeberikan keteladanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber        : http//www.hepelita.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-1219484783625230238?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/1219484783625230238/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=1219484783625230238' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1219484783625230238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1219484783625230238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/nama-nikhe-yustiani-nim-1102406019_13.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-2311818482639460415</id><published>2008-05-12T20:33:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T20:35:33.684-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>nama        : ikke nurdyastuti&lt;br /&gt;nim            : 1102406011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STMIK-AMIK INTel Com Global Indo Rantauprapat Diduga Praktik Kelas Jauh&lt;br /&gt;Rabu, 09-01-2008&lt;br /&gt;*mawardi berampu&lt;br /&gt;MedanBisnis – Rantauprapat&lt;br /&gt;Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer-Akademi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK-AMIK) INTel Com Global Indo di Rantauprapat diduga praktik kelas jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STMIK-AMIK INTel Com Global Indo ini terdaftar beralamat di Jalan Hos Cokroaminoto No 127 Kisaran, Kabupaten Asahan, juga membuka kampus di Jalan WR Supratman Rantauprapat (Simp Kodim 0209/Labuhanbatu), yang disebut dengan nama kampus II. Kegiatan ini telah berlangsung bertahun-tahun dan menamatkan banyak mahasiswa berijazah diploma satu (D-I) hingga D-III.&lt;br /&gt;Direktur STMIK-AMIK INTel Com Global Indo, Ir Syamsuddin Lubis MM, ketika dikonfirmasi MedanBisnis, Selasa (8/1), di kampus Rantauprapat, membantah STMIK-AMIK INTel Com Global Indo kampus II di Rantauprapat disebut kelas jauh.&lt;br /&gt;Namun saat ia didesak soal perizinan operasional lembaga yang dipimpinnya itu, ia berdalih bahwa izinnya hanya satu dari Mendiknas, yakni yang di Kisaran.&lt;br /&gt;Sementara proses perizinan kampus II yang di Rantauprapat, hanya bentuk laporan dan koordinasi dengan pihak Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Nanggroe Aceh Darussalam-Sumatera Utara.&lt;br /&gt;“Tidak mungkin mereka (Kopertis-red) mengeluarkan izin masing-masing satu. Jadi kami hanya melaporkan dan koordinasi dengan Kopertis dalam hal pengopersian kampus II ini. Sedang ijazah atau sertifikatnya, tetap dikeluarkan di Kisaran atau bukan di Labuhanbatu ini, “ papar Syamsuddin.&lt;br /&gt;Disinggung soal indikasi kolusi antara pengelola lembaga dengan Kopertis dalam hal perizinan lembaga dimaksud, Syamsuddin hanya diam saja. Ia malah menilai pemerintah tidak mendukung upaya-upaya yang diperbuatnya dalam memajukan dunia pendidikan. “Mendatangkan investor saja susah. Tetapi kenapa kami tidak didukung,” pungkasnya.&lt;br /&gt;Pendidikan Satu Tahun&lt;br /&gt;Selain di Rantauprapat, pihaknya juga membuka kampus III di Medan. Di Rantauprapat, katanya, awalnya hanya pendidikan kursus dibuka tahun 2000, kemudian membuka program pendidikan satu tahun/diploma satu (D-I) sejak tahun 2003.&lt;br /&gt;Dia mengakui STMIK-AMIK INTel Com Global Indo Yayasan Keluarga Sejahtera ini berdiri dilengkapi SK Mendiknas No.29/D/0/2004. Katanya, semula pihaknya membuka sekolah kursus di Kisaran, Kabupaten Asahan, sejak tahun 1998. Jumlah siswa kursus sekarang sebanyak 1.200 orang. Di Kisaran, program pendidikan D-I dibuka sejak tahun 2000 dan program D-III dibuka tahun 2003 dan sekarang tengah memiliki mahasiswa kurang lebih 1000 orang.&lt;br /&gt;Lebih lanjut ia menegaskan, kampus II di Rantauprapat bukan kelas jauh atau pendidikan jarak jauh. Sebab menurutnya, kelas jauh itu gedungnya tidak jelas dan perkuliahannya hari Sabtu dan Minggu atau membuka kelas/kampus di wilayah Kopertis lain. “Kita mempunyai gedung, dosen lengkap, peralatan lengkap dan setiap hari buka,” kata Syamsudin.&lt;br /&gt;Dia juga menambahkan, saat ini pihaknya sedang berjuang dalam hal akreditasi, seperti yang dituntut pihak-pihak terkait. Ia juga mengeluhkan, pihak pusat yang tidak jelas mengenai alasan pelarangan-pelarangan kelas jauh dan pendidikan jarak jauh.&lt;br /&gt;“Akreditasi sebenarnya tidak perlu. Karena akreditasi tidak menjamin tamatan diploma atau sarjana untuk bekerja. Yang penting kan ilmu pengetahuannya karena itulah yang menjaminnya kerja,” tukas Syamsudin.&lt;br /&gt;Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Nanggroe Aceh Darussalam-Sumatera Utara, Prof Dra T Silvana Sinar MA PhD, telah mengingatkan para Rektor, Ketua, Direktur, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Swasta Kopertis Wilayah I, bahwa penyelenggaraan kelas jauh dalam bentuk apapun tidak dibenarkan, sesuai dengan Surat Dirjend Dikti No.2630/D/T/2000 tanggal 22 September 2005. Kegiatan kelas jauh, katanya, juga melanggar Peraturan Pemerintah No.60 tahun 1999 pasal 57 ayat 1 dan UU Sisdiknas No.20 tahun 2003 pasal 67 ayat 4 dan pasal 31 ayat 1 s/d 4 yaitu pidana 10 tahun atau denda Rp 1 miliar.&lt;br /&gt;Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjend Dikti) dalam suratnya kepada para Rektor Institut/Universitas Negeri, Ketua Sekolah Tinggi Negeri, Koordinator Kopertis Wilayah I s/d XII, mengatakan bahwa sampai saat ini masih banyak PTN dan PTS yang menyelenggarakan kelas jauh.&lt;br /&gt;Dirjen Dikti memohon pimpinan PTN dan PTS terhadap beberapa hal, sebagai berikut; kelas jauh dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan, penyelenggaraan pendidikan kelas jarak jauh (bukan kelas jauh) selama ini ditangani Universitas Terbuka (UT) dan dalam waktu mendatang PTN lain dan PTS dapat melakukan pendidikan jarak jauh dengan menggunakan pola seperti (UT) atau menggunakan media teknologi informasi yang saat ini sudah sangat berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber    : medan bisnis online.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-2311818482639460415?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/2311818482639460415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=2311818482639460415' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/2311818482639460415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/2311818482639460415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/nama-ikke-nurdyastuti-nim-1102406011_12.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-3303493665208726273</id><published>2008-05-12T07:40:00.001-07:00</published><updated>2008-05-12T20:49:41.712-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Pendidikan Jarak Jauh                                &lt;table class="contentpaneopen"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" align="left" valign="top" width="70%"&gt;    &lt;span class="small"&gt;     Ditulis oleh Administrator   &lt;/span&gt;          &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;     &lt;td colspan="2" class="createdate" valign="top"&gt;     Wednesday, 01 November 2006    &lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;      &lt;tr&gt;    &lt;td colspan="2" valign="top"&gt;    &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Times New Roman;" &gt;Bahan ini cocok untuk Perguruan Tinggi bagian PENDIDIKAN / EDUCATION.&lt;br /&gt;Nama &amp;amp; E-mail (Penulis): &lt;/span&gt;&lt;a href="mailto:%3Cscript%20language=%27JavaScript%27%20type=%27text/javascript%27%3E%20%3C%21--%20var%20prefix%20=%20%27ma%27%20+%20%27il%27%20+%20%27to%27;%20var%20path%20=%20%27hr%27%20+%20%27ef%27%20+%20%27=%27;%20var%20addy67116%20=%20%27isjoni%27%20+%20%27@%27%20+%20%27yahoo%27%20+%20%27.%27%20+%20%27com%27;%20document.write%28%20%27%3Ca%20%27%20+%20path%20+%20%27%5C%27%27%20+%20prefix%20+%20%27:%27%20+%20addy67116%20+%20%27%5C%27%3E%27%20%29;%20document.write%28%20addy67116%20%29;%20document.write%28%20%27%3C%5C/a%3E%27%20%29;%20//--%3E%20%3C/script%3E%20%3Cnoscript%3E%20Alamat%20email%20ini%20telah%20dilindungi%20dari%20spam%20bots,%20Javascript%20harus%20aktif%20untuk%20melihatnya%3C/noscript%3E"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:Times New Roman;font-size:85%;"  &gt;isjoni&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Times New Roman;" &gt;&lt;br /&gt;Saya Dosen di FKIP Universitas Riau&lt;br /&gt;Tanggal: 10 November 2003&lt;br /&gt;Judul Artikel: Pendidikan Jarak Jauh&lt;br /&gt;Topik: Pendidikan Jarak Jauh&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Times New Roman;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;PENDIDIKAN JARAK JAUH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;Pendidikan Jarak Jauh secara tersurat sudah termaktub di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang "Sistem Pendidikan Nasional". Rumusan tentang Pendidikan Jarak Jauh terlihat pada BAB VI Jalur, jenjang dan Jenis Pendidikan pada Bagian Kesepuluh Pendidikan Jarak Jauh pada Pasal 31 berbunyi : (1) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan; (2) Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tata muka atau regular; (3) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta system penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standard nasional pendidikan; (4) Ketentuan mengenai penyelenggarakan pendidikan jarak jauh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Times New Roman;" &gt;Ini menunjukan kepada kita bahwa pendidikan jarak jauh merupakan program pemerintah yang perlu terus didukung. Pemerintah merasakan bahwa kondisi pendidikan negeri kita perlu terus dibenahi, dan tentunya diperlukan strategi yang tepat, terencana dan simultan. Selama ini belum tersentuh secara optimal, karena banyak hal yang juga perlu dipertimbangkan dan dilakukan pemerintah didalam kerangka peningkatan kualitas sector pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh pada kondisi awal sudah dijalankan pemerintah melalui berbagai upaya, baik melalui Belajar Jarak Jauh yang dikembangkan oleh Universitas Terbuka, mapun Pendidikan Jarak Jauh yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Departemen Pendidikan Nasional, melalui program pembelajaran multimedia, dengan program SLTP dan SMU Terbuka, Pendidikan dan Latihan Siaran Radio Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan itu, yang pasti sasaran dari program pendidikan jarak jauh tidak lain adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa yang belum tersentuh mengecap pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan tidak terkecuali anak didik yang sempat putus sekolah, baik untuk pendidikan dasar, menengah. Demikian pula bagi para guru yang memiliki sertifikasi lulusan SPG/SGO/KPG yang karena kondisi tempat bertugas di daerah terpencil, pedalaman, di pergunungan, dan banyak pula yang dipisahkan antar pulau, maka peluang untuk mendapatkan pendidikan melalui program pendidikan jarak jauh mutlak terbuka lebar. Perlu dicatat bahwa pemerintah telah melakukan dengan berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Upaya keras yang dilakukan adalah berkaiatan dengan lokalisasi daerah terpencil, pedalaman yang sangat terbatas oleh berbagai hal, seperti transportasi, komunikasi, maupun informasi. Hal ini sesegera mungkin untuk diantisipasi, sehingga jurang ketertinggalan dengan masyarakat perkotaan tidak terlalu dalam, dan segera untuk diantisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat otonomi daerah memberikan angin segar terhadap pelaksanaan program pendidikan jarak jauh. Apalagi bila kita telusuri, masih banyak para guru yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, akan tetapi karena keterbatasan dana, ditambah lagi ketidakmungkinannya untuk meninggalkan sekolah, maka cita-cita untuk melanjutkan belum tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi dengan melalui program pendidikan jarak jauh melalui pola pembelajaran multi media yang digalakan oleh Pusat Teknologi, Komunikasi dan Informasi (Pustekkom) Pendidikan Nasional, merupakan angin segar bagi para guru-guru yang berpendidikan SPG/SGO untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma Dua melalui Program PGSD. Demikian pula bagi para guru-guru yang baru direkrut melalui program guru bantu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat maupun guru kontrak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, pada umumnya banyak lulusan SMU/SMK/MA tentunya dari segi kualitas perlu terus ditingkatkan, apalagi yang menyangkut kemampuan didaktik, metodik dan paedogogik masih perlu banyak belajar, karena selama menjalani pendidikan di sekolah menengah tidak pernah mendapatkan materi tersebut. Mereka-mereka ini perlu diberi kesempatan untuk mengikuti program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) selama dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya Pusat Teknologi, Komunikasi dan Informasi (Pustekkom) Dinas Pendidikan Nasional bekerjasama dengan LPTK, dan Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/Kota tahun depan akan melaksanakan program pendidikan jarak jauh, yang akan diujicoba untuk lima propinsi se Indonesia, Yakni Propinsi Riau, Sumatera Barat, Papua, Gorontalo, dan Ujung Pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola yang diterapkan melalui program pembelajaran multimedia, dengan melibatkan LPTK yang ada, Dinas Kabupaten/Kota serta Pustekkom Propinsi. Para guru tidak perlu lagi meninggalkan tugas mengajar, dan tentunya proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif seperti biasa. Para tutorial dan teknisi dari LPTK yang akan datang ke daerah untuk melakukan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terjadi distribusi hak dan wewenang antara, LPTK, Pustekkom, Dinas Pendidikan, dalam proses pelaksanaan, dan masing-masing tetap menyatukait, dan ada beberapa program yang dilaksanakan secara bersama-sama. Hal ini telah diatur sesuai dengan kesepakatan antara LPTK, Dinas Pendidikan, Pustekkom beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Dinas Pendidikan Propinsi Riau bersama dengan LPTK (FKIP UNRI) akan melaksanakan sosialisasi tentang program ini, telah melakukan rapat koodinasi tanggal 15 November 2003 bersama seluruh kepala Dinas Pendidikan Propinsi Riau. Pada kesempatan itu Pemerintah Pusat melalui Pusat Teknologi, Komunikasi dan Informasi memberikan beberapa informasi pada pertemuan itu. Sehingga kesepakatan untuk melaksanakan program peningkatan Sumber Daya Manusia dalam hal ini "Guru" dapat terwujud sesuai dengan apa yang direncanakan. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Times New Roman;" &gt;SITI FATHONAH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Times New Roman;" &gt;1102406035&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-3303493665208726273?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/3303493665208726273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=3303493665208726273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/3303493665208726273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/3303493665208726273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pendidikan-jarak-jauh-ditulis-oleh.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-2643946002014596417</id><published>2008-05-12T07:34:00.001-07:00</published><updated>2008-05-12T20:46:46.158-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;SISTEM PENDIDIKAN JARAK JAUH&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Sistem pendidikan jarak jauh adalah metode pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Sebagian besar karena siswa bertempat tinggal jauh atau terpisah dari lokasi lembaga pendidikan. Sebagian karena alasan sibuk sehingga siswa yang tinggalnya dekat dari lokasi lembaga pendidikan tidak dapat mengikuti proses pembelajaran di lembaga tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh. Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat beberapa diantaranya; keterbatasan tenaga pengajar, jarak antara lembaga pendidikan dan siswa yang berjauhan, kelangkaan pengajar berkualitas, dan lain lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Di beberapa negara maju, pendidikan jarak jauh merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Sistem pendidikan ini diikuti oleh para anak-anak, siswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu, hampir semua sistem pendidikan jarak jauh dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Tapi, saat ini hampir semua sistem pendidikan jarak jauh atau distance learning khususnya di Amerika, Australia dan Eropa berbasis pada web atau teknologi informasi dan dapat diakses melalui internet. Hasil survei di Amerika, menyatakan bahwa computer based distance-learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra disebanyak 80 negara di seluruh dunia (sampai dengan Juni 2000, pusat yang beroperasi baru 15 negara, dan 5 diantaranya di Asia tetapi belum di Indonesia). Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak dengan biaya 31% lebih murah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Sebagaimana sistem pendidikan langsung atau konvensional, sistem pendidikan jarak jauh juga membutuhkan sarana prasarana penunjang pendidikan, agar tujuan umum pendidikan bisa diwujukan sesuai dengan jenjang pendidikannya. Sarana penunjang biasanya berupa modul-modul pelajaran yang dikirim kepada siswa. Sarana bisa juga berbasis teknologi informasi. Munculnya teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online atau web-school atau cyber-school, dengan menggunakan fasilitas internet. Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge). Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan sejak taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi (PT). &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Tidak seperti sistem pendidikan langsung, sistem pendidikan jarak jauh membutuhkan pengelolaan dan manajemen pendidikan yang gkhusush, baik dari sisi siswa maupun instruktur (guru) agar tujuan pendidikan bisa terwujud. Pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional siswa. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Dari sisi instruktur (guru), beberapa faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri guru, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatifitas, active learning, dan kemampuan menjalin interkasi dan komunikasi jarak jauh dengan siswa. Juga memperhatikan hambatan teknis yang mungkin terjadi, sehingga pendidikan jarak jauh bisa berlangsung efektif. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Dari sisi siswa, salah satu faktor yang penting adalah keseriusan mengikuti proses belajar mengajar di saat instruktur (guru) tidak berhadapan langsung dengan siswa. Pada level ini, keterlibatan dan kehadiran 'orang-orang' di sekitar, termasuk anggota keluarga memegang peranan penting dan strategis. Kehadirannya bisa mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar secara efektif, tapi sebaliknya bisa juga menjadi penghambat. Faktor yang lainnya adalah active learning dan komunikasi yang efektif. Partisipasi aktif siswa pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh ditunjang oleh adanya interaksi dan komunikasi yang efektif dan maksimal antara intstruktur (guru) dan siswa, interaksi antara siswa dengan berbagai fasilitas pendidikan seperti mudul-modul pendidikan interaksi antara siswa dengan 'orang-orang' sekitarnya, dan adanya pola pendidikan aktif dalam masing-masing interaksi tersebut. Juga keaktifan dan kemandirian siswa dalam pendalaman materi, mengerjakan soal-soal ujian, dan kreativitas mencari materi-materi penunjang dari sumber-sumber lain seperti internet atau digital-library.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Oleh: Edi Suharyadi (staf pengajar dari UGM)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;Nama    : Ayu Septi Ariani&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:85%;color:black;"   &gt;NIM      : 1102406031&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-2643946002014596417?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/2643946002014596417/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=2643946002014596417' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/2643946002014596417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/2643946002014596417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/sistem-pendidikan-jarak-jauh-adalah.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-1936680213105933466</id><published>2008-05-07T08:09:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T08:11:50.539-07:00</updated><title type='text'>Pendidikan Jarak Jauh</title><content type='html'>Nama        : Ananda Satria Mawan&lt;br /&gt;NIM          : 1102406039&lt;br /&gt;Sumber   : http://re-searchengines.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Dosen di FKIP Universitas Riau&lt;br /&gt;Tanggal: 10 November 2003&lt;br /&gt;Judul Artikel: Pendidikan Jarak Jauh&lt;br /&gt;Topik: Pendidikan Jarak Jauh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt; Pendidikan Jarak Jauh secara tersurat sudah termaktub di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang "Sistem Pendidikan Nasional". Rumusan tentang Pendidikan Jarak Jauh terlihat pada BAB VI Jalur, jenjang dan Jenis Pendidikan pada Bagian Kesepuluh Pendidikan Jarak Jauh pada Pasal 31 berbunyi : (1) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan; (2) Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tata muka atau regular; (3) Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta system penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standard nasional pendidikan; (4) Ketentuan mengenai penyelenggarakan pendidikan jarak jauh sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukan kepada kita bahwa pendidikan jarak jauh merupakan program pemerintah yang perlu terus didukung. Pemerintah merasakan bahwa kondisi pendidikan negeri kita perlu terus dibenahi, dan tentunya diperlukan strategi yang tepat, terencana dan simultan. Selama ini belum tersentuh secara optimal, karena banyak hal yang juga perlu dipertimbangkan dan dilakukan pemerintah didalam kerangka peningkatan kualitas sector pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh pada kondisi awal sudah dijalankan pemerintah melalui berbagai upaya, baik melalui Belajar Jarak Jauh yang dikembangkan oleh Universitas Terbuka, mapun Pendidikan Jarak Jauh yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Departemen Pendidikan Nasional, melalui program pembelajaran multimedia, dengan program SLTP dan SMU Terbuka, Pendidikan dan Latihan Siaran Radio Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan itu, yang pasti sasaran dari program pendidikan jarak jauh tidak lain adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa yang belum tersentuh mengecap pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan tidak terkecuali anak didik yang sempat putus sekolah, baik untuk pendidikan dasar, menengah. Demikian pula bagi para guru yang memiliki sertifikasi lulusan SPG/SGO/KPG yang karena kondisi tempat bertugas di daerah terpencil, pedalaman, di pergunungan, dan banyak pula yang dipisahkan antar pulau, maka peluang untuk mendapatkan pendidikan melalui program pendidikan jarak jauh mutlak terbuka lebar. Perlu dicatat bahwa pemerintah telah melakukan dengan berbagai terobosan untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia. Upaya keras yang dilakukan adalah berkaiatan dengan lokalisasi daerah terpencil, pedalaman yang sangat terbatas oleh berbagai hal, seperti transportasi, komunikasi, maupun informasi. Hal ini sesegera mungkin untuk diantisipasi, sehingga jurang ketertinggalan dengan masyarakat perkotaan tidak terlalu dalam, dan segera untuk diantisipasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat otonomi daerah memberikan angin segar terhadap pelaksanaan program pendidikan jarak jauh. Apalagi bila kita telusuri, masih banyak para guru yang mempunyai keinginan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, akan tetapi karena keterbatasan dana, ditambah lagi ketidakmungkinannya untuk meninggalkan sekolah, maka cita-cita untuk melanjutkan belum tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi dengan melalui program pendidikan jarak jauh melalui pola pembelajaran multi media yang digalakan oleh Pusat Teknologi, Komunikasi dan Informasi (Pustekkom) Pendidikan Nasional, merupakan angin segar bagi para guru-guru yang berpendidikan SPG/SGO untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma Dua melalui Program PGSD. Demikian pula bagi para guru-guru yang baru direkrut melalui program guru bantu yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat maupun guru kontrak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, pada umumnya banyak lulusan SMU/SMK/MA tentunya dari segi kualitas perlu terus ditingkatkan, apalagi yang menyangkut kemampuan didaktik, metodik dan paedogogik masih perlu banyak belajar, karena selama menjalani pendidikan di sekolah menengah tidak pernah mendapatkan materi tersebut. Mereka-mereka ini perlu diberi kesempatan untuk mengikuti program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) selama dua tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya Pusat Teknologi, Komunikasi dan Informasi (Pustekkom) Dinas Pendidikan Nasional bekerjasama dengan LPTK, dan Dinas Pendidikan Propinsi/Kabupaten/Kota tahun depan akan melaksanakan program pendidikan jarak jauh, yang akan diujicoba untuk lima propinsi se Indonesia, Yakni Propinsi Riau, Sumatera Barat, Papua, Gorontalo, dan Ujung Pandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pola yang diterapkan melalui program pembelajaran multimedia, dengan melibatkan LPTK yang ada, Dinas Kabupaten/Kota serta Pustekkom Propinsi. Para guru tidak perlu lagi meninggalkan tugas mengajar, dan tentunya proses pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif seperti biasa. Para tutorial dan teknisi dari LPTK yang akan datang ke daerah untuk melakukan proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah terjadi distribusi hak dan wewenang antara, LPTK, Pustekkom, Dinas Pendidikan, dalam proses pelaksanaan, dan masing-masing tetap menyatukait, dan ada beberapa program yang dilaksanakan secara bersama-sama. Hal ini telah diatur sesuai dengan kesepakatan antara LPTK, Dinas Pendidikan, Pustekkom beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu Dinas Pendidikan Propinsi Riau bersama dengan LPTK (FKIP UNRI) akan melaksanakan sosialisasi tentang program ini, telah melakukan rapat koodinasi tanggal 15 November 2003 bersama seluruh kepala Dinas Pendidikan Propinsi Riau. Pada kesempatan itu Pemerintah Pusat melalui Pusat Teknologi, Komunikasi dan Informasi memberikan beberapa informasi pada pertemuan itu. Sehingga kesepakatan untuk melaksanakan program peningkatan Sumber Daya Manusia dalam hal ini "Guru" dapat terwujud sesuai dengan apa yang direncanakan. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-1936680213105933466?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/1936680213105933466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=1936680213105933466' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1936680213105933466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/1936680213105933466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pendidikan-jarak-jauh.html' title='Pendidikan Jarak Jauh'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-892769095903182053</id><published>2008-05-07T07:54:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T08:04:41.300-07:00</updated><title type='text'>Wacana Indah Tentang Pendidikan Terbuka</title><content type='html'>Nama        : Ananda Satria Mawan&lt;br /&gt;NIM          : 1102406039&lt;br /&gt;Sumber    :  http://paperofachalife.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa sekolah ini relatif unik. Sekitar pukul 13.00 WIB mereka berdatangan ke sekolah. Mereka umumnya membawa sepeda. Tidak sedikit pula di antara mereka yang berjalan kaki atau naik mobil umum. Pakaiannya ada yang berseragam, ada pula yang berpakaian biasa. Tidak ada sedikitpun diwajahnya kelelahan. Mereka tampak ceria dan bersemangat. Padahal mereka umumnya para pekerja di pabrik rokok dan perusahaan furnitur di sekitar kota Kudus dan Jepara Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah siswa SLTP Terbuka yang akan mengikuti tatap muka di sekolah induk. Mereka hanya 2 kali minggu belajar di sekolah induk. Sebagian besar mereka belajar secara mandiri. Mereka bisa bekerja sambil melanjutkan sekolah (belajar) di SLTP Terbuka. "Kami tidak mungkin bisa melanjutkan sekolah kalau tidak ada SLTP Terbuka. Kami bukan tidak punya uang untuk sekolah di SLTP reguler, tapi waktu kami sangat terbatas, karena setiap hari kami harus bekerja "kilahnya ketika ditanya alasan memilih SLTP Terbuka. Pengalaman serupa juga dapat kita lihat di Universitas Terbuka (UT). Alasan mahasiswanya memilih UT karena mereka tidak bisa mengikuti kuliah di perguruan tinggi konvensional. Dan sebagian besar siswa UT sudah bekerja. Memang SLTP Terbuka dan Universitas Terbuka adalah bentuk lembaga pendidikan yang menerapkan pendidikan jarak jauh. Pendidikan ini dirancang untuk mereka yang karena berbagai hal tidak bisa mengikuti pendidikan tatap muka antara peserta didik dengan guru/dosen (konvensional). Dua bentuk lembaga pendidikan tersebut kini sudah menjadi sekolah alterternatif dalam sistem pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Pendidikan Terbuka/Jarak Jauh (PTJJ) di Indonesia sebetulnya telah lama dikenal bahkan sejak zaman kolonial Belanda dalam bentuk kursus tertulis yang diselenggara-kan melalui jasa pos (HRA. Tilaar). Tahun 1950-an Departemen Pendidikan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Jarak Jauh bagi guru SD, SLTP dan SLTA. Kemudian tahun 1976 mulai diriintis pemanfaatan program siaran radio pendidikan untuk penataran guru-guru dan calon guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. SLTP Terbuka (dulu SMP Terbuka) mulai dirintis sejak tahun 1979. Perkembangan selanjutnya tahun 1990/1991 dikembangkan Program Penyetaraan D-II Guru SD melalui Siaran Radio Pendidikan. Universitas Terbuka didirikan tahun 1984.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, pendidikan jarak jauh ini tidak hanya dilakukan oleh Departemen Pendidikan, akan tetapi departemen lain bahkan lembaga pendidikan swasta menyelenggarakan PTJJ. Untuk mengoptimalkan pendidikan terbuka/jarak jauh ini, tahun 1993 dibentuk Jaringan Sistem Belajar Jarak jauh Indonesia atau lebih dikenal dengan Indonesia Distance Learning Network (IDLN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kawasan regeonal (Asia Tenggara) tahun 1997 telah dibentuk Seamolec (Seameo Regeonal Open Learning Network). Seamolec ini kini beranggotakan 10 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar, Brunai, Filipina, Laos, Vietnam, dan Kamboja, Di tengah-tengah persiapan melaksanakan otonomi daerah, kini sedang dikembangkan SMU Terbuka. SMU Terbuka ini juga menerapkan konsep pendidikan jarak jauh. Tulisan ini akan mencoba menganalisis bagaimana tantangan dan peluang pendidikan terbuka/jarak jauh sebagai pendidikan alternatif di era otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum berdasarkan data BPS (1998) penduduk Indonesia tingkat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi masih rendah (perhatikan table-1). Misalnya anak usia 15 s.d. 19 tahun atau kita sebut saja usia SLTA dari 20.897.653 jiwa, 49,76 % tidak sekolah lagi dan 1,27% tidak/belum pernah sekolah. Sedangkan yang bersekolah hanya 48,97 %. Artinya anak yang masih dapat mengikuti pendidikan setingkat SLTA hanya 48,97%. Apalagi yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Memang tingkat perbandingan melanjutkan sekolah dari Sekolah Dasar sampai perguruan tinggi sangat jauh. Jika usia 20 s.d. 24 tahun disebut sebagai usia perguruan tinggi, hanya 9,29% yang sekolah, dan sebagian besar (88,86%) tidak sekolah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab rendahnya tingkat melanjutkan sekolah ini sangat kompleks. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan masih rendah. Anggapan masyarakat bahwa anak dirasakan cukup hanya bisa baca, tulis, dan hitung saja masih banyak. Di sisi lain sulitnya mencari pekerjaan bagi lulusan sekolah membawa dampak negatif. Ngapain sekolah tinggi-tinggi toh setelah lulus juga nganggur, susah cari kerja. Akibatnya para orang tua enggan menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala keterbatasan ekonomi merupakan hambatan klasik dalam melanjutkan sekolah. Tidak sedikit ditemukan para orang tua yang masih bergelut dengan susahnya memenuhi kebutuhan primer (makan, pakaian dan perumahan). Data perkiraan BPS tahun 1998 saja jumlah penduduk miskin mencapai 79,4 juta jiwa. Apalagi krisis ekonomi yang berkepanjangan memperparah kondisi tersebut. Hasil studi yang dilakukan Pustekkom (2000) menunjukan bahwa faktor utama tidak melanjutkan sekolah adalah masalah lemahnya ekonomi. Oleh karena itu anak usia sekolah terpaksa dituntut untuk membantu orang tua mencari napkah. Umumnya mereka bekerja menjadi pekerja kasar seperti buruh pabrik, pertanian, perkebunan, atau kuli bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak geografis Indonesia yang cukup luas dan sulit alat transportasi juga menjadi masalah pendidikan nasional. Sampai kini sekolah konvensional khususnya mulai tingkat SLTP, SLTA apalagi perguruan tinggi masih terpusat di kota besar. Sementara di daerah masih jarang apalagi di desa-desa terpencil yang jauh di sana. Jika kebetulan ada sekolah ini, mutu dan kelengkapan sarananya jauh tertinggal dari daerah perkotaan. Sedangkan penduduk Indonesia sebagian besar berada di daerah pedesaan. Ini berarti anak yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi harus meninggalkan kampung halamannya dan bermukim di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu keterbatasan sumber belajar, sarana belajar, tenaga guru, kesejahteraan guru, pengelolaan yang kurang profesional menjadikan kompleksitasnya sistem pendidikan nasional. Di sini perlu segera dicari berbagai alternatif pendidikan, apalagi memasuki era otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aspek pendidikan, otonomi daerah tentu saja memberikan warna tersendiri. Di sini pro dan kontra pun bermunculan. Bagi yang pro memandang otonomi daerah sebagai suatu kesempatan untuk memajukan pendidikan khususnya di daerahnya. Mereka menyadari bahwa dengan sentralisasi pendidikan banyak kelemahan. Kelemahan tersebut diantaranya; isi kurikulum kurang sesuai dengan kondisi dan budaya daerah, begitu pula dalam pengelolaan, serta aspek-aspek lainnya sering dikeluhkan. Melalui otonomi ini, mereka optimis bisa menata semua kelemahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya bagi yang kontra, adanya kekhawatiran kesenjangan mutu pendidikan akan semakin jauh. Bagi daerah kaya, mereka bisa menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, meningkatkan kesejahteraan guru, membebaskan biaya pendidikan, atau apa saja yang mereka inginkan dalam meningkatkan mutu SDM daerahnya. Sebaliknya bagi daerah yang miskin, mungkin bisa hidup bertahan saja sudah untung, bagaimana mereka bisa meningkatkan mutu pendidikan dalam upaya meningkatkan SDM-nya. Hal ini menjadi semakin jauh jurang pemisah tiap daerah. Karena kakekatnya memajukan pendidikan berarti membangun aset masa depan yaitu meningkatkan mutu SDM. Pada akhirnya jika SDM sudah terbentuk, mereka akan lebih mantap memajukan daerahnya yang ditunjang dengan fasilitas sumber daya alam yang memadai.&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya aspek pendidikan maka hakekat otonomi daerah adalah bagaimana strategi membangun SDM. Tantangan dan persaingan global yang semakin ketat sangat bergantung pada kehandalan SDM. Oleh karena itu pada akhirnya kompetetif di era otonomi daerah ini akan dimenangkan oleh daerah yang memiliki SDM yang handal. Daerah yang hanya mengandalkan sumber daya alam tanpa meningkatkan kemampuan SDM justru akan ketinggalan. Sebaliknya daerah yang miskin sekalipun jika mampu membangun SDM yang handal, mereka akan eksis dan mampu bersaing bahkan mungkin memenangkan persaingan. Di sini kita bisa bercermin dari negara-negara seperti Jepang atau Korea yang sumber alamnya miskin, tetapi karena SDM-nya handal, mereka bisa eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini pendidikan adalah aset masa depan dalam membentuk SDM yang berkualitas. Setiap daerah dituntut menciptakan pendidikan yang bisa meningkatkan kualifikasi SDM-nya sesuai dengan situasi dan kebutuhan daerah. Namun peningkatan SDM ini perlu ditangani oleh sistem pendidikan yang baik, pengelola yang profesional, tenaga guru yang bermutu, sarana belajar yang cukup, dan anggaran pendidikan yang cukup. Selama ini semua sub sistem pendidikan tadi dikelola oleh pusat dan kini menjadi tanggungjawab daerah. Di sinilah permasalahanya, apakah daerah mampu melakukan itu, jawabanya, pendidikan bisa lebih maju, biasa saja, atau lebih buruk dari kondisi sebelumnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman negara-negara yang telah melakukan desentralisasi pendidikan menunjukan adanya kemerosotan mutu pendidikan terutama di tahun-tahun awal. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh negara berkembang, akan tetapi juga oleh negara maju seperti Kanada, Australia, dan Amerika Serikat (Wardiman Djojonegoro, 2000). Oleh karena itu untuk mengantisifasi kesenjangan dan merosotnya mutu pendidikan tersebut perlu segera diantisipasi, berbagai upaya perlu dilakukan, salah satunya adalah diperlukan pendidikan alternatif yang bisa mengatasi kendala tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah pendidikan nasional Pendidikan Terbuka/Jarak Jauh (PTJJ) telah menjadi pendidikan alternatif. Kontribusi sistem pendidikan ini cukup signifikan dalam percaturan sistem pendidikan nasional. Diklat Siaran Radio Pendidikan misalnya telah mencapai lebih 200 ribu guru SD. SLTP Terbuka kini telah mencapai 230 ribu lebih (Pustekkom, 2000). Lulusan SLTP Terbuka tidak sedikit pula yang berprestasi, melanjutkan ke sekolah unggulan atau bekerja baik di instansi pemerintah maupun swasta. Begitu pula bentuk pendidikan jarak jauh lainnya seperti Universitas Terbuka, dan bentuk PTJJ lainnya telah menghasilkan lulusan yang cukup signifikan bagi pembangunan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan terbuka/jarak jauh tidak hanya dilakukan dalam pendidikan formal, akan tetapi juga di lembaga tempat bekerja dalam melatih pegawainya. Lembaga lain seperti Departemen Kesehatan telah menyelenggarakan diklat jarak jauh bagi peningkatan kemampuan profesional bidan dan perawat, serta jaminan mutu kesehatan yang tersebar di daerah-daerah. Sampai tahun 1998/1999 para bidan yang telah mengikuti DJJ sebanyak 7.272 orang. Departemen Pertanian menyelenggarakan peningkatan profesional para penyuluh pertanian lapangan melalui Program D III Penyuluhan Pertanian Jarak Jauh. Program ini hingga tahun 1998/1999 telah mencapai 3.645 orang. Begitu pula lembaga/departemen lain (Departemen Dalam Negeri, Departemen Tenaga Kerja, Depag, dll.) telah melakukan PTJJ dalam meningkatkan kompetensi para pegawainya yang tersebar di daerah-daerah yang relatif sulit dilakukan dengan cara konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk PTJJ bisa ditemukan bermacam-macam dan mungkin saja namanya berbeda, misalnya Sekolah Korespondensi (Correspondence School), Belajar Mandiri (Independent Study), Pendidikan Terbuka (Open Learning), Pendidikan di Luar Kampus (Off-Campus Class), Belajar Jarak Jauh (Distance Learning), dan lain-lain. Namun walaupun namanya berbeda, sistem pendidikan ini memiliki kesamaan karakteristik. Anung Haryono (1998) mengidentifikasi karakteristik dari pendidikan terbuka/jarak jauh antara lain:&lt;br /&gt;a.  Peserta didik belajar secara terpisah dari guru. Karena itu peserta didik lebih banyak belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;b. Isi pelajaran (learning contents) disampaikan kepada peserta didik melalui berbagai jenis media. Media ini berfungsi untuk menggantikan sebagian tugas guru, yaitu tugas menyampaikan informasi dan penjelasan.&lt;br /&gt;c.  Ada lembaga tertentu yang merancang, mengembangkan, mengimplementasikan sistem tersebut serta mengevaluasi hasilnya.&lt;br /&gt;d.  Biasanya ada unit pelayanan bantuan terhadap peserta didik.&lt;br /&gt;e. Dimungkinkan adanya hubungan dua arah antara peserta didik dengan guru atau tutor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik PTJJ tersebut memungkinkan peserta didik yang tidak bisa mengikuti pendidikan konvensional karena alasan letak geografis, ekonomi, keterbatasan waktu, atau fasilitas belajar lainnya bisa mengikuti sistem pendidikan jarak jauh. Ilustrasi di bagian awal tulisan ini merupakan gambaran alasan peserta didik perlunya belajar di sekolah yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTJJ bisa memberikan kebebasan belajar pada peserta didik mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi belajarnya. Peserta dapat belajar melalui bahan belajar yang telah dipersiapkan secara khusus. Bahan belajar ini bisa berupa modul, kaset audio/video, multi media, siaran radio/TV, dll. Bahan belajar ini mewakili sebagian tugas guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi dan bimbingan dengan guru/tutor sangat dimungkinkan bisa dilakukan. Komunikasi ini bisa langsung (tatap muka) atau melalui media. Misalnya kini di beberapa lokasi SLTP Terbuka telah dilengkapi dengan radio komunikasi dua arah. Melalui alat ini siswa di tempat kegiatan belajar dapat bertanya tentang kesulitan belajarnya dengan guru bina di sekolah induk. Atau siswa dapat berkomunikasi (diskusi) dengan teman temannya di kelompok lain. Pertemuan tatap muka dengan guru bina dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Belajar kelompok atau diskusi kelompok juga mereka lakukan dalam waktu dan tempat yang ditentukan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi PTJJ &lt;br /&gt;Telah dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan terbuka/jarak jauh telah menjadi pendidikan alternatif dalam sistem pendidikan nasional. Sistem pendidikan ini memberikan kebebasan belajar kepada peserta didik. Peserta didik dapat belajar tanpa harus meninggalkan tempat tinggal dan tugas sehari-harinya. Ini berarti mereka bisa belajar di tempat tinggalnya sekalipun jauh dengan lembaga penyelenggara pendidikan. Mereka juga bisa mengikuti pendidikan sambil tetap bekerja. Begitu pula waktu belajar lebih pleksibel. Mereka bisa memilih waktu yang tepat untuk belajar seusai dengan kondisinya. Bahan belajarnyapun berpariasi. Begitu pula interaksi atau bimbingan dengan tutor dapat dilakukan sesuai kondisi dan kesepakatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya jangkau PTJJ sangat luas. Melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan infomasi, pendidikan ini bisa menjangkau peserta didik yang luas bahkan di daerah terpencil yang sulit dijangkau transportasi. Ini berarti bagi daerah yang secara geografis sulit, bisa menerapkan sistem pendidikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTJJ bisa mengatasi keterbatasan fasilitas belajar, ruang belajar, atau tenaga guru. Karena PTJJ bisa memaksimalkan sumber belajar yang ada dan tidak perlu ruang khusus. Oleh karena itu PTJJ lebih efiesien. Peserta didik dibiasakan belajar melalui berbagai sumber belajar, dimana saja setiap mereka ada kesempatan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era pesatnya kemajuan iptek dan ketatnya persaingan ini, sikap-sikap seperti kemandirian, disiplin, tanggungjawab, keuletan, kebiasaan membaca, atau rasa keingin tahuan terhadap perubahan sangat diperlukan. Dalam sistem pendidikan terbuka/jarak jauh sikap seperti itu sangat ditonjolkan. Peserta didik dibiasakan untuk belajar mandiri dengan seminimal mungkin bantuan dari orang lain (guru/pembimbing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi daerah dan kebutuhan tiap daerah tentu saja berbeda. Sistem pendidikan ini lebih mudah menyesuaikan dengan kebutuhan daerah, baik dalam bahan belajar, sistem pengelolaan atau sistem belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping potensi tadi, pendidikan terbuka/jarak jauh juga memiliki kelemahan diantaranya, secara fisik terpisah antara guru dengan peserta didik sehingga sulit diawasi, kedisiplinan dan kemandirian peserta didik sangat diperlukan. Pendidikan ini juga diperlukan sistem pengelolaan yang profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan Penyelenggaraan PTJJ&lt;br /&gt;Telah disinggung sebelumnya bahwa kemampuan tiap daerah baik kemampuan sumber daya alam maupun SDM berbeda. Begitu pula tuntutan kebutuhan, sosial ekonom dan juga geografis berbeda pula. Semangat otonomi daerah, memberikan keleluasaan bagi daerah untuk mengatur sendiri termasuk aspek pendidikan. Dalam hal penerapan pendidikan jarak jauh pun daerah memiliki beberapa alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan PTJJ bisa dilakukan oleh organisasi secara khusus atau bekerja sama dengan lembaga terkait. Menurut Perry dan Rumble, ada tiga organisasi penyelengaraan PJJ yaitu lembaga tungga (single mode), lembaga dwifungsi (dual mode), dan lembaga Campuran (mix mode). Lembaga tungga (single mode) adalah lembaga pendidikan yang didirikan mengkhususkan untuk penyelenggaraaan pendidikan jarak jauh, misalnya Universitas Terbuka. Lembaga dwifungsi (dual mode) adalah lembaga pendidikan yang awalnya menyelenggarakan pendidikan konvensional, tetapi dalam perkembangannya menyelenggarakan pendidikan jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era reformasi lembaga seperti ini dimungkinkan untuk bisa dilaksanakan. Misalnya Universitas Indonesia disamping menyelenggarakan pendidikan konvensianal juga membuka PTJJ. Sedangkan Lembaga campuran (mix mode) adalah lembaga pendidikan yang memberikan kebebesan pada peserta didiknya untuk mengikuti pendidikan konvensional atau PTJJ. Hal ini berarti pemerintah daerah bisa memilih bentuk yang cocok dalam penyelenggaraan PTJJ, misalnnya bekerjasama dengan lembaga yang secara khusus menangani pendidikan jarak jauh khususnya dalam hal pengembangan sistem, bahan belajar, dan SDM-nya. Sistem dan bahan belajar tersebut tentu saja disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerjasama ini ada beberapa bentuk yang bisa ditempuh antara lain pemerintah daerah mengikuti apa adanya semua sistem pendidikan jarak jauh yang telah ada di lembaga penyelenggara tanpa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya pemerintah daerah bekerjasama dengan Universitas Terbuka; kurikulum, bahan belajar, dan sistem belajarnya mengikuti sistem yang diterapkan oleh UT. Pilihan ini bisa di tempuh terutama oleh daerah yang kemampuan dananya terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sudah banyak jenis pendidikan terbuka/jarak jauh yang ditawarkan lembaga-lembaga baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan data ICDL (International Center for Distance Learning) tahun 1997 tercatat ada 1.035 buah lembaga penyelenggara pendidikan terbuka/jarak jauh. Di Asia saja tercatat 116 lembaga yang tersebar di 20 negara termasuk Indonesia (Arief S. Sadiman, 2000). Ini berarti peluang daerah dalam penyelenggaraan PTJJ semakin terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah bisa juga bekerjasama dengan lembaga penyelenggara PTJJ, hanya mungkin beberapa materi pelajaran disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah. Di sini proses belajar atau sistem pengelolaanya dapat pula disesuaikan dengan kondisi daerah.&lt;br /&gt;Bentuk lainnya, pemerintah daerah bekerjasama dengan lembaga pendidikan yang ada di daerahnya dalam mengembangkan sistem pendidikan terbuka/jarak jauh. Misalnya Kabupaten Bandung mengembangkan pendidikan atau pelatihan untuk peningkatan kualifikasi para pertani di darerahnya. Hanya saja jika untuk jangkauan yang kecil/sedikit pengembangan PTJJ kurang efisien. Oleh karena itu bisa juga beberapa daerah yang berdekatan atau memiliki kebutuhan yang relatif sama melakukan kerjasama dalam mengembangkan PTJJ. Kerjasama ini didasarkan pada kebutuhan dan keinginan yang sama dalam meningkatkan SDM di daerahnya masing-masing. Untuk menjaga mutu PTJJ pemerintah pusat mempunyai kewajiban penting dalam membuat aturan atau standarisasi kompetensi dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwas, Oos M., (1999), Perspektif Pendidikan Abad 21, Makalah Jurnal Teknodik, Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;--------, (1999), SLTP Terbuka Andalan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun, Makalah Buletin Kanwil Depdikbud Propinsi Sumatera Barat.&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik; (1998), Statistical Year Book of Indonesia 1997, Jakarta.&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Nasional, (2000), Studi Kebutuhan Pengembangan Pendidikan Menengah Terbuka, Jakarta; Pustekkom.&lt;br /&gt;--------, (2001) SMU Terbuka; Sekolah Menengah Umum Pola Pendidikan Terbuka, Jakarta; Pustekkom.&lt;br /&gt;Djojonegoro, Wardiman, (2000), Dampak Otonomi Daerah terhadap Pengembangan Sumber Daya Manusia di Daerah, Makalah Seminar Peran Diklat Jarak jauh dalam Menunjang Otonomi Daerah, Surabaya.&lt;br /&gt;Haryono, Anung, (1988), Model-Model Sistem Pendidikan Jarak Jauh, Makalah Pelatihan Perencanaan Sistem Pendidikan Terbuka/Jarak Jauh, Jakarta; Seamolec.&lt;br /&gt;Indonesia, Undang-Undang No 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, Jakarta; Sinar Grafika.&lt;br /&gt;--------, Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000, tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi, Jakarta: Sinar Grafika&lt;br /&gt;Sadiman, Arief Sukadi, (2000), Pendidikan Jarak Jauh Untuk Pengembangan SDM, Makalah Seminar Peran Diklat Jarak jauh dalam Menunjang Otonomi Daerah, Surabaya.&lt;br /&gt;Sadiman, Arief Sukadi, dkk., (1996), SMP Terbuka; Sekolah Menengah Terbuka, Studi Kasus Indonesia, Jakarta: Unesco.&lt;br /&gt;Tilaar, H.A.R.,(1999), Lahirnya Pendidikan Terbuka dan Jarak jauh di Indonesia; Suatu Flashback", dalam Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Jakarta: Universitas Terbuka.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-892769095903182053?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/892769095903182053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=892769095903182053' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/892769095903182053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/892769095903182053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/wacana-indah-tentang-pendidikan-terbuka_07.html' title='Wacana Indah Tentang Pendidikan Terbuka'/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-6883010368708698215</id><published>2008-05-06T22:07:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T22:12:09.114-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="line-height: 20px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="size15a"&gt;nama        : nikhe yustiani&lt;br /&gt;nim           : 1102406019&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDIDIKAN JARAK JAUH BAGI PEMBERDAYAAN PEREMPUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dan pendidikan dalam era terbuka seperti saat ini seakan tak pernah ada habisnya untuk terus dibahas. Isu pemberdayaan perempuan memang menjadi sangat aktual belakangan ini dalam ranah politik kontemporer. Hal itu lebih disebabkan pula pada keberadaan perempuan yang belum sejajar dengan laki-laki. Pada gilirannya, hal itu pula yang menyemangati kaum feminis dunia hari ini, bahwa perempuan selayaknya menempati posisi yang sama dengan laki-laki dalam berbagai sektor kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi demikian, tentu saja sangat menguntungkan bagi perempuan yang ingin berpasrtisipasi dalam mengisi pembangunan. Tanpa melupakan kodrat sejatinya yakni mengandung, melahirkan dan menyusui, perempuan sesungguhnya mampu menjalankan roda pembangunan bersama-sama mitranya, kaum laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kekuatan perempuan, sejarah bangsa mencatat kegigihan tokoh-tokoh perempuan yang mengharumkan nama bangsa dalam merebut kemerdekaan. Sebut saja, Raden Ajeng Kartini, Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Christina Marta Tiahahu atau Rangkayo Rasuna Said, adalah nama-nama yang menjadi teladan dan mengilhami lahirnya berbagai kesatuan serta organisasi kewanitaan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kartini, misalnya, adalah tokoh sentral dalam pergerakan perempuan melawan kebodohan dan ketidaktahuan yang disebabkan tidak mampunya perempuan membaca dan menulis. Dalam kumpulan pusinya bertajuk ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’, perempuan asal Jawa ini kemudian menjadi sangat terkenal, diteladani dan menjadi barometer kebangkitan perempuan dulu hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hingga kini, kenyataan di lapangan masih banyak perempuan-perempuan yang hidup seolah di zaman Kartini. Di pelosok-pelosok desa terpencil hingga di perkampungan kumuh nan padat penduduk di kota besar seperti Jakarta, masih banyak perempuan yang buta huruf, tidak berdaya dan teraniaya,” kata Angelina Sondakh, dalam seminar sehari bertema ‘Peran Pendidikan Jarak Jauh Dalam Pemberdayaan Perempuan Bagi Pembangunan Nasional’ dalam rangkaian wisuda Universitas Terbuka (UT), belum lama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disinilah, kata perempuan 27 tahun yang kini menjabat sebagai anggota komisi X DPR RI yang membidangi masalah pendidikan, peran pendidikan menjadi sangat penting, dan untuk itu perlu campur tangan pemerintah dan segenap institusi masyarakat serta kalangan dunia usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu, akses kepada pendidikan, termasuk pendidikan luar sekolah yang memungkinkan bagi perempuan kurang beruntung untuk mengenyam pendidikan, harus terus ditingkatkan,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, perempuan dalam tatanan kehidupan bernegara dan berbangsa sangat menentukan. Tercatat saat ini jumlah perempuan di Indonesia hampir separuh dari total penduduk. Dari catatan pemilihan umum (pemilu) 1999, 57 persen pemilih adalah perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi berapa anggota DPR perempuan yang terpilih dari situ? Hanya 8 persen. Pun ketika UU politik yang menyebutkan kuota 30 persen perempuan di kursi politik, hasil pemilu 2004 hanya mampu mendudukkan 11 persen perempuan di kursi parlemen,” ujar Angelina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya, peran perempuan di lini atas hingga akar rumput, tak lepas dari adanya kebijakan yang menggarisbawahi kepentingan perempuan. Untuk itu, menurut Angelina, perlu diciptakan perempuan-perempuan tangguh yang mampu memperjungkan aspirasi dan cita-cita kaum perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Untuk itu, UT sebagai salah satu teladan dalam model pembelajaran jarak jauh, termasuk salah satu institusi yang mampu menciptakan akses kepada perempuan yang tidak sekedar lulus SMA, tapi juga menjadi manusia dengan ilmu yang lebih banyak lagi,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dialami langsung oleh Sri Sumiati, SE, MM, yang saat ini menjabat sebagai sekretaris umum Ikatan Alumni UT. Dikatakannya, keinginan untuk mencapai yang paling maksimal dalam bidang pendidikan, tak pernah bisa dihalangi meski jarak dan waktu seolah menghadang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tetap betekad kuliah, meski dengan sistem jarak jauh. Mulai dari S1 hingga S2, saya tempuah sambil terus menjalankan tugas saya sebagai seorang ibu di rumah juga pengajar di sekolah,” kata Sri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sri, sistem pembelajaran jarak jauh seperti yang dijalaninya, cukup membantunya dalam meraih kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. Dengan bermodalkan keinginan kuat, perempuan bisa menjadi lebih signifikan peranannya dalam pembangunan melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang dimiliki UT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pembelajaran jarak jauh sendiri, seperti dijelaskan Dekan UT, Tri Damayanti, secara sadar atau tidak sadar telah menanamkan asas kemandirian di kalangan mahasiswanya. Untuk itu, perempuan adalah insan yang tabah menghadapi berbagai tantangan, cobaan dan godaan, sehingga tingkat kelulusannya pun bisa disejajarkan dengan laki-laki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengabdiannya di masyarakat pun, perempuan yang telah terlatih dengan pendidikan jarak-jauh, terbukti lebih mumpuni, ulet dan tabah. Semangat kemandirian yang dimiliki pun tak jarang diamalkan dan ditularkan kepada lingkungan sekitar, termasuk kepada anak didik, jika profesi perempuan tersebut adalah guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena mereka terbiasa menjadi mahasiswa jarak-jauh, maka ketika mengajar pun, kemandirian senantiasa ditanamakan kepada peserta didik mereka,” ujar Damayanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, tak pelak lagi, model pembelajaran jarak jauh bisa dikatakan sangat berperan dalam perkembangan jender di Indonesia, karena akses kepada perempuan di pelosok-pelosok untuk mendapatkan pendidikan secara maksimal bisa terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja, dengan pembenahan di sana-sini, salah satunya adalah meningkatkan kepedulian perguruan tinggi dimaksud terhadap keberadaan pemberdayaan jender di tanah air. Itu bisa terlaksana jika institusi bersangkutan menyediakan informasi yang terkini tentang perkembangan dan kemajuan kaum perempuan secara global,” tandas Angelina Sondakh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber    :http//www.bkkbn.go.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;       &lt;table class="size11" bgcolor="#49bfed" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;         &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;            &lt;td width="5"&gt;&lt;img src="http://www.bkkbn.go.id/images/corner-blue-tl.gif" /&gt;&lt;/td&gt;           &lt;td colspan="3"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-6883010368708698215?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/6883010368708698215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=6883010368708698215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/6883010368708698215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/6883010368708698215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/nama-nikhe-yustiani-nim-1102406019_06.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-8478237922735227545</id><published>2008-05-05T23:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T23:24:38.810-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>nama    :ikke nurdyastuti&lt;br /&gt;nim        : 1102406011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Peran Teknologi Komunikasi dan Informasi&lt;br /&gt;dalam Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Secara Online di Indonesia&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;Pendahuluan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.&lt;br /&gt;Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.&lt;br /&gt;Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya.&lt;br /&gt;Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik.&lt;br /&gt;Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge) hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya.&lt;/p&gt;  &lt;b&gt;Sistem Pendidikan Jarak Jauh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh, namun program pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional mahasiswa, dari pada teknologinya sendiri. Perlu juga untuk dipertimbangkan; umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa dengan metode pendidikan jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri dosen, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interkasi dengan mahasiswa.&lt;br /&gt;Proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh, terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik dosen dan mahasiswa, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan mahasiswa selama dalam proses berjalan.&lt;br /&gt;Interactivity. Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan lingkungan pendidikan, dan antara mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pendidikan Jarak Jauh Secara Online&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.&lt;br /&gt;Faktor utama dalam Pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting.&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber    : http//www.cakhasan.blogspot.com/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-8478237922735227545?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/8478237922735227545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=8478237922735227545' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/8478237922735227545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/8478237922735227545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/nama-ikke-nurdyastuti-nim-1102406011_05.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-211568206957282032</id><published>2008-05-05T23:14:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T23:16:35.885-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;      Pendidikan Jarak Jauh UPI Baru di Lima Daerah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;nama    :ikke nurdyastuti&lt;br /&gt;nim        : 1102406011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayanan program pendidikan jarak jauh yang difasilitasi Universitas Pendidikan Indonesia baru bisa terlaksana di lima daerah se-Provinsi Jawa Barat. Persoalan tidak siapnya Pusat Informasi Teknologi di sejumlah daerah menjadi kendala tidak terlaksananya program ini secara merata.&lt;br /&gt;Kelima daerah yang segera akan menjalani program pendidikan jarak jauh ini antara lain Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kota Cimahi. Sedikitnya 100 orang guru SD berpendidikan D2 (diploma) dari kelima daerah itu akan segera mengikuti perkuliahan awal program sarjana mulai Senin (8/1). &lt;/div&gt;  &lt;div align="justify"&gt;”Untuk sementara, baru kelima daerah ini yang bisa menjangkau layanan pendidikan jarak jauh ini. Secara bertahap, tahun kemudian akan diperluas (daerah) seiring perbaikan dan peningkatan fasilitas di pusat ICT (teknologi informasi) masing-masing daerah,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik UPI, Utari Sumarno, Minggu (7/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Utari, berhasil tidaknya program peningkatan kualifikasi dari pemerintah pusat ini ditentukan dari keberadaan Pusat ICT. Sebabnya, mayoritas waktu perkuliahan akan dihabiskan melalui e-learning. Di lain pihak, Pusat ICT merupakan satu-satunya fasilitas internet cuma-cuma yang ditunjuk pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Karena merupakan program beasiwa, kan tidak mungkin para siswa memanfaatkan fasilitas pengganti misalnya warnet (warung internet). Selain mengeluarkan biaya sendiri, keberadaannya kan belum tentu strategis menjangkau daerah terpencil,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan perkualiahan jarak jauh ini menggunakan konsep hibrida. Artinya, perkuliahan dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu pemberian modul serta kegiatan tatap muka dan e-learning itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tatap muka, aktivitas belajar ortodok ini dilakukan pada saat awal, tengah dan akhir semester. Namun, waktunya dibatasi. Mengenai tempatnya, sebaiknya dilaksanakan di kampus pusat UPI maupun kelima kampus daerah lainnya. Jadi, bukan melulu perkuliahan dilakukan online lewat internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatkan kualifikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama-sama dengan sembilan LPTK lain, UPI dipercaya menjadi penyelenggara program pendidikan jarak jauh bagi guru SD ini. Dalam jumpa pers Jumat (5/1), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan program ini bagi 1.000 guru untuk semester awal tahun 2007 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dirjen Dikti, Satryo Soemantri Brodjonegoro, program beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi guru, khususnya yang berada di daerah terpencil agar mencapai pendidikan syarat pendidikan minimal ideal, yaitu hingga sarjana (S1/D4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data Depdiknas RI, dari jumlah 2.667.655 guru, hanya 887.751 diantaranya yang telah berkualifikasi S1/D4. Khusus untuk SD, dari 1.131.000 guru, hanya 8,3 persen yang telah S1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: www.kompas.com                      &lt;/div&gt;                 &lt;div class="back_button"&gt;    &lt;a href="javascript:history.go(-1)"&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/a&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-211568206957282032?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/211568206957282032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=211568206957282032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/211568206957282032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/211568206957282032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pendidikan-jarak-jauh-upi-baru-di-lima.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-6888994128349771551</id><published>2008-05-05T22:59:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T23:13:43.928-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>nama    : ikke nurdyastuti&lt;br /&gt;nim        : 1102406011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GIATKAN KULIAH JARAK JAUH                      &lt;a href="http://www.aninbakrie.com/index2.php?option=com_content&amp;amp;task=emailform&amp;amp;id=160&amp;amp;itemid=2" target="_blank" onclick="window.open('http://www.aninbakrie.com/index2.php?option=com_content&amp;task=emailform&amp;id=160&amp;itemid=2','win2','status=no,toolbar=no,scrollbars=yes,titlebar=no,menubar=no,resizable=yes,width=400,height=250,directories=no,location=no'); return false;" title="E-mail"&gt;      &lt;img src="http://www.aninbakrie.com/images/M_images/emailButton.png" alt="E-mail" name="E-mail" align="middle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Telekonperence yang dipergunakan untuk kuliah jarak jauh ini diselenggarakan di Aula Barat ITB, dengan mengambil tajuk "Empowering the Next Generation With Mobile Broadband Technologi, International Distance Learning Program with CDMA 2000 1x EVDO Technology."&lt;br /&gt;"Untuk telekonperence atau kuliah jarak jauh dengan universitas di luar negeri ini, merupakan pengalaman pertama kalinya. Sedangkan dengan Universitas di Indonesia sudah pernah dilakukannya," ungkap Rektor ITB, Djoko Santoso.&lt;br /&gt;   Menurutnya, kuliah jarak jauh tersebut merupakan perkembangan teknologi untuk pendidikan."Dengan kuliah jarak jauh tersebut akan lebih memudahkan berhubungan dengan dunia lain. Nantinya perkembangan teknologi ini akan dipergunakan untuk sektor lain," tambahnya. Di sisi lain, Kepala Pusat Penelitian  Teknologi Informasi dan Komunikasi ITB, Armin Langi mengungkapkan kuliah jarak jauh  tersebut akan terus berlanjut.Profesor Erik merupakan satu dari beberapa profesor yang nantinya akan terus melakukan kuliah umum bagi mahasiswa tehnik elekro dan informatika," paparnya.&lt;br /&gt;   Meski demikian, ujar Armin, tidak semua mahasiswa akan menikmati fasilitas tersebut, karena rencananya hanya 30 mahasiswa yang akan mengikuti kuliah jarak jauh dengan profesor asal Amerika itu. "Hanya mereka yang memiliki akademis baik yang akan mengikuti kuliah jarak jauh ini," jelasnya. Program kuliah jarak jauh ini disebutkan Armin akan dimulai pada awal Januari tahun depan dan akan berlangsung selam 15 minggu, melibatkan beberapa profesor asal Amerika di bidang teknologi informasi dan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;SUMBER: Radar Bandung - Saturday, 26/08/2006&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;span class="article_seperator"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-6888994128349771551?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/6888994128349771551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=6888994128349771551' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/6888994128349771551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/6888994128349771551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/nama-ikke-nurdyastuti-nim-1102406011.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-2614712713332805819</id><published>2008-05-05T20:24:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T20:26:25.194-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;&lt;b&gt;    PERLU DIKEMBANGKAN PENDIDIKAN JARAK JAUH              &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;              &lt;span class="notes"&gt;[        Selasa, 6 Mei 2008      |        .195      pembaca |        2.411      byte ]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                            Jakarta,&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh merupakan salah satu alternatif yang perlu dikembangkan bagi model pembelajaran di Indonesia. Apalagi, kemajuan teknologi informasi telah memungkinkan konsep belajar mandiri berkembang lebih baik. Sayangnya, hingga sejauh ini belum semua daerah memiliki akses yang sama pada teknologi informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Satryo Soemantri Brodjonegoro ketika membuka "Regional Training Workshop Pengembangan Bahan Ajar Belajar Mandiri", di Jakarta, Senin (20/8). Pelatihan akan berlangsung sampai tanggal 31 Agustus mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah selayaknya dunia pendidikan mengantisipasi perubahan masyarakat dan mengikuti perkembangan teknologi informasi untuk kemajuan pendidikan," ujar Satryo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan yang diselenggarakan SEAMEO Regional Open Learning Center (Seamolec) South East Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) diikuti oleh dua orang perwakilan tiap negara anggota ASEAN. Seamolec merupakan salah satu pusat organisasi yang berada di bawah SEAMEO (Perhimpunan Menteri-Menteri Pendidikan di Asia Tenggara). Seamolec didirikan untuk melayani kebutuhan negara anggotanya dalam penyelenggaraan sistem pendidikan dan pelatihan jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pendidikan jarak jauh dipilih karena dianggap cocok bagi kondisi negara-negara di Asia Tenggara, seperti keadaan geografis yang umumnya terdapat daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, jumlah penduduk yang besar menyebabkan sistem pendidikan konvensional tidak mampu menampung semua kebutuhan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Satryo, secara umum tingkat penguasaan ilmu dan teknologi negara-negara di kawasan Asia Tenggara masih perlu ditingkatkan. Mengenai ilmu dan teknologi apa yang perlu dikembangkan oleh tiap negara tentunya bergantung pada kebutuhan dan kepentingan masing-masing negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penggunaan teknologi informasi untuk pendidikan memang masih banyak tertinggal dibandingkan negara maju. Padahal, teknologi informasi akan sangat berguna untuk menunjang pendidikan jarak jauh," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satryo menilai, sebenarnya sistem pendidikan dan pelatihan terbuka atau jarak jauh bukanlah hal yang baru. Namun, keberhasilan pendidikan jarak jauh akan sangat bergantung pada ketersediaan dan penguasaan teknologi informasi. Selain itu, bahan ajar yang dibutuhkan dalam model pendidikan jarak jauh masih perlu dikembangkan lagi. (kompas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh:&lt;br /&gt;ayu septi ariani&lt;br /&gt;1102406031&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-2614712713332805819?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/2614712713332805819/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=2614712713332805819' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/2614712713332805819'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/2614712713332805819'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/perlu-dikembangkan-pendidikan-jarak.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-9033179159931563864</id><published>2008-05-01T01:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T01:29:45.433-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1 style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Garamond BookCondensed&amp;quot;;"&gt;Pendidikan Jarak Jauh "On-Line",&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Garamond BookCondensed&amp;quot;;"&gt; &lt;i&gt;Sebuah Penawaran !&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin-right: 32.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Garamond BookCondensed&amp;quot;;"&gt;Fery Cahyadien Syifa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;h1 style="margin-right: 32.25pt; text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Garamond BookCondensed&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;a name="_ednref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://ferysyifa.tripod.com/ppjonline.htm#_edn1" title=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-weight: normal; font-style: normal;"&gt;http://ferysyifa.tripod.com/ppjonline.htm - _edn1&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/h1&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="width: 81.75pt;" align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="109"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 74.45pt;"&gt;   &lt;td style="padding: 0in; height: 74.45pt;" valign="top"&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; page-break-after: avoid; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 60pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Garamond BookCondensed&amp;quot;;"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 32.25pt 5pt 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;ualitas sumber daya manusia yang tangguh, unggul, kreatif dan berdaya saing tinggi merupakan aset yang sangat penting bagi kehidupan. Perbedaan kualitas sumber daya manusia antara seseorang, kelompok usaha atau suatu bangsa dengan bangsa lain menyebabkan perbedaan dalam penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Hal ini menyebabkan perbedaan dalam penguasaan bidang ekonomi, politik, sosial, pertahanan dan keamanan. Bangsa yang mempunyai kualitas SDM tinggi tidak akan berada di garda depan dan dapat memimpin dunia ini. Sebaliknya, mereka yang mempunyai kualitas SDM rendah akan tertinggal, ditinggalkan dan terpinggirkan di arena percaturan kehidupan dunia. Mereka yang mempunyai kualitas SDM unggul akan menjadi penentu bagi jalannya kehidupan ekonomi, politik dan militer. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Pendidikan adalah salah satu sarana untuk meningkatkan kualitas SDM. Karena itu, kualitas pendidikan pada semua jenjang dan jenis harus ditingkatkan. Kendati keadaan perekonomian kita saat ini sedang dilanda krisis dan resesi, tetapi sektor pendidikan harus tetap mendapat prioritas. Sebab, kalau tidak, kualitas SDM semakin terpuruk, yang pada gilirannya membuat bangsa kita semakin tertinggal. Memang tepat apa yang ditayangkan dalam layanan iklan sosial di televisi bahwa kita harus tetap sekolah meskipun keadaan sangat sulit. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Untuk mengenyam pendidikan, terutama jenjang pendidikan menengah dan tinggi tidak selalu harus pergi ke sekolah atau kampus, yang berdaya tampung sangat terbatas. Seiring dengan kemajuan teknologi komunikasi dan pemanfaatan jaringan internet maupun intranet, dimungkinkan untuk bisa memperoleh pendidikan jarak jauh. Atau, apa yang disebut dengan pendidikan jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt;, seperti dilakukan negara-negara maju. Apa lagi Indonesia merupakan negara yang terdiri atas beribu-ribu pulau dengan jumlah populasi penduduk yang sangat banyak, sangat tepat untuk menjalankan pendidikan jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Masyarakat yang berada di Irian Jaya atau Timor Timur tidak usah jauh-jauh datang ke Jakarta hanya untuk mendapatkan pendidikan. Mereka cukup duduk di depan komputer dan dengan jari-jari bisa belajar dengan membuka internet. Dunia pendidikan, ilmu pengetahuan dan berbagai sumber informasi ada di ujung jari. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 5pt 32.25pt 5pt 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Garamond; color: white;"&gt;Keunggulan Dan Kelemahan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in;" valign="top"&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt 0.5in; text-align: justify; line-height: 150%; page-break-after: avoid; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 54pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Tempus Sans ITC&amp;quot;;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;endidikan jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; melalui internet ini sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia. Mengingat luas Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan jumlah penduduk yang sangat banyak, tidak mungkin tertampung di sekolah atau universitas yang sudah ada sekali pun. Dengan sarana pendidikan seperti ini dimungkinkan pencapaian upaya pemerataan distribusi pendidikan ke seluruh wilayah Tanah Air. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Sarana pendidikan jarak jauh ini memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan. Sebagaimana dikemukakan Victor L. Magdaraog, Vice President SGV-Development Dimension International dalam seminar &lt;i&gt;On-Line Learning&lt;/i&gt; yang diselenggarakan STMB dan PT Telkom di Bandung baru-baru ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Beberapa keunggulan program pembelajaran jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; ini adalah &lt;b&gt;&lt;u&gt;pertama,&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; dimungkinkan terjadinya distribusi pendidikan ke semua penjuru Tanah Air dengan kapasitas daya tampung yang tidak terbatas, karena tidak memerlukan ruang kelas. Guru dan murid tidak perlu bertatap muka secara langsung dalam ruang kelas, karena yang digunakan adalah fasilitas komputer yang dihubungkan dengan internet atau intranet. Sehingga, dengan belajar seperti ini akan mengurangi biaya operasional pendidikan, seperti biaya pembangunan dan pemeliharaan gedung, transportasi, pemondokan, kertas, alat tulis dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Kedua,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt; tidak terbatas oleh waktu. Pembelajar dapat menentukan kapan saja waktu untuk belajar, sesuai dengan ketersediaan waktu masing-masing. Proses pembelajaran ini sangat cocok diterapkan bagi karyawan/pegawai. Proses pendidikan tidak perlu mengganggu waktu bekerja mereka. Sehingga, karyawan/pegawai masih tetap berkontribusi bagi perusahaan tempat mereka bekerja. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt; pembelajar dapat memilih topik atau bahan ajar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masing-masing. Hal ini sangat baik karena dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Seperti diyakini kaum pendidik, bahwa pembelajar akan sangat efektif manakala sesuai dengan keinginan dan kebutuhan peserta didik. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;, lama waktu belajar juga bergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar. Kalau si pembelajar telah mencapai tujuan pembelajaran, ia dapat menghentikannya. Sebaliknya, apabila si pembelajar masih memerlukan waktu untuk mengulangi kembali subjek pembelajarananya, dia bisa langsung mengulanginya tanpa tergantung pada pembelajar lain atau pengajar. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt; adalah keakuratan dan kekinian materi pembelajaran. Mengingat, materi pembelajaran disimpan dalam komputer, berarti materi itu mudah diperbarui sesuai dengan perkembangan iptek. Kaum pembelajar dapat menanyakan hal-hal yang kurang dipahami secara langsung kepada pengajar, sehingga keakuratan jawaban dapat terjamin. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Keenam,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt; pembelajar jarak jauh ini dapat dilaksanakan secara interaktif, sehingga menarik perhatian pembelajar. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 32.25pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Selain keunggulan-keunggulan tersebut, ada beberapa &lt;b&gt;kelemahan&lt;/b&gt; yang mungkin timbul dalam sistem belajar jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; ini. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; tingginya kemungkinan gangguan belajar. Karena sifat cara pendidikan jarak jauh ini merupakan belajar mandiri, sehingga kemungkinan terjadi gangguan selama belajar sangat mungkin, hal ini bergantung pada motivasi masing-masing pembelajar. Demikian pula dengan kemungkinan terhentinya program pembelajaran. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;, kesulitan mendapat penjelasan pengajar/fasilitator yang sesegera mungkin apabila si pembelajar mendapatkan kesulitan. Si pembelajar harus menunggu pengajar untuk membuka internetnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;, adalah pemahaman pembelajar terhadap bahan ajar. Bisa saja terjadi kesalahan visi dan persepsi terhadap tujuan yang ditentukan. Si pembelajar merasa bahwa dia telah mencapai tujuan pembelajaran; sedangkan pengajar/fasilitator masih menganggap belum tercapai sepenuhnya. Tetapi, kesalahan visi dan persepsi ini dapat ditanggulangi, karena setiap akhir paket pembelajaran diadakan evaluasi dan refleksi. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in;" valign="top"&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0.9pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%; page-break-after: avoid; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 47pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; line-height: 150%; font-family: Garamond; color: white;"&gt;Prospek dan Kendala &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;engingat jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak dan tersebar di berbagai wilayah Nusantara, serta keterbatasan daya tampung sekolah dan lembaga pendidikan lain, sehingga tidak mungkin dapat menampung semua sumber daya yang ingin belajar. Prospek pendidikan jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; merupakan suatu alternatif yang cukup cerah. Selain itu, perkembangan masa depan telekomunikasi Indonesia sangat mendukung terciptanya fasilitas untuk pembelajaran jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;Menurut perhitungan Hexindo Consult, jumlah pelanggan internet di Indonesia sampai akhir 1997 berjumlah 50.000. Sedangkan jumlah perusahaan penyelenggara jasa internet atau &lt;i&gt;internet service provider&lt;/i&gt; yang berizin sebanyak 44 perusahaan walaupun yang aktif berjumlah 33 (&lt;i&gt;SWA&lt;/i&gt;, edisi 17-30 September 1998). &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Munculnya bisnis berbagai tempat akses internet umum menunjukkan betapa besar dan antusias masyarakat terhadap jasa internet. Hal ini menunjukkan perkembangan yang cukup cerah terhadap daya dukung terciptanya pendidikan jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Sektor telekomunikasi Indonesia pada abad ke-21 meluncurkan program Nusantara 21 yang bertujuan mengembangkan &lt;i&gt;archipelago super lane&lt;/i&gt; dan mengembangkan nusantara multimedia &lt;i&gt;community access centers&lt;/i&gt; untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat. Program ini menggabungkan seluruh sistem jaringan telekomunikasi, yaitu satelit, kabel serat optik, seluler, TV kabel, dan &lt;i&gt;broadcast&lt;/i&gt; dalam satu konfigurasi jaringan. Jaringan ini terkoneksi langsung dengan jaringan internasional yang berkoneksi secara &lt;i&gt;superhighway&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;SWA&lt;/i&gt;, edisi 17-30 September 1998). Program ini sangat mendukung terciptanya program pembelajaran jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt;, karena akan memudahkan masyarakat untuk mengakses program pendidikan yang didistribusikan melalui jaringan internet. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Namun demikian, ada beberapa kendala penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; ini. Pertama, pengguna jasa internet masih sedikit. Meskipun bisnis internet sudah cukup berkembang pesat, tetapi jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta jiwa, itu berarti dapat dikatakan jumlah 50.000 pelanggan masih sangat sedikit. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Kedua, jumlah perusahaan internet &lt;i&gt;service provider&lt;/i&gt; juga dirasakan masih kurang, sehingga saat ini masih banyak perusahaan internet &lt;i&gt;service provider&lt;/i&gt; yang &lt;i&gt;bandwidth&lt;/i&gt;-nya sudah penuh sesak. Hal ini akan menghambat terjadinya proses pembelajaran jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Ketiga, mengubah paradigma pendidikan konvensional tatap muka dalam kelas menjadi belajar mandiri dalam menghadapi komputer tidaklah mudah. Hal ini memerlukan proses pengedukasian masyarakat secara terus-menerus. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Keempat, harga perangkat komputer masih dirasakan sangat mahal. Meksipun ada beberapa kelemahan dalam sistem pembelajaran jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; dan kendala dalam penyelenggaraannya, tetapi mengingat keunggulan dan prospek penyelenggaraan ke depan serta untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat secara luas, -- terutama bagi mereka yang tidak tertampung dalam ruang belajar di kelas, atau masyarakat yang masih jauh dari pusat pendidikan -- program itu perlu bagi penyelenggara pendidikan untuk menyelenggarakan sistem pendidikan jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in;" valign="top"&gt;   &lt;p style="margin: 0in 0.9pt 0.0001pt 0in; text-align: justify; line-height: 150%; page-break-after: avoid; vertical-align: baseline;"&gt;&lt;span style="font-size: 61.5pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;enyelenggara pendidikan harus sudah memulai memikirkan kembali isi (&lt;i&gt;content&lt;/i&gt;) dalam proses pembelajaran jarak jauh &lt;i&gt;on-line&lt;/i&gt; secara tepat. Kiranya dengan acara belajar jarak &lt;i&gt;jauh on-line&lt;/i&gt; ini cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus mengangkat harkat dan martabat bangsa secara keseluruhan dapat tercapai. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-right: 0.9pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;Manusia Indonesia di mana pun berada tetap eksis menjadi yang berkualitas unggul, tangguh, kreatif dan berdaya saing tinggi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, bukan hanya karena jumlah penduduknya melainkan karena ditopang oleh sistem pendidikan yang berkualitas.*** &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;[fcs]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   oleh: Siti Fathonah 1102406035&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-9033179159931563864?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/9033179159931563864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=9033179159931563864' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/9033179159931563864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/9033179159931563864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pendidikan-jarak-jauh-on-line-sebuah.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-7702188853707468515</id><published>2008-05-01T01:27:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T01:28:49.179-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title"&gt;   wacana indah tentang pendidikan terbuka     &lt;/h3&gt;                      &lt;p&gt;       &lt;/p&gt;Siswa sekolah ini relatif unik. Sekitar pukul 13.00 WIB mereka berdatangan ke sekolah. Mereka umumnya membawa sepeda. Tidak sedikit pula di antara mereka yang berjalan kaki atau naik mobil umum. Pakaiannya ada yang berseragam, ada pula yang berpakaian biasa. Tidak ada sedikitpun diwajahnya kelelahan. Mereka tampak ceria dan bersemangat. Padahal mereka umumnya para pekerja di pabrik rokok dan perusahaan furnitur di sekitar kota Kudus dan Jepara Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah siswa SLTP Terbuka yang akan mengikuti tatap muka di sekolah induk. Mereka hanya 2 kali minggu belajar di sekolah induk. Sebagian besar mereka belajar secara mandiri. Mereka bisa bekerja sambil melanjutkan sekolah (belajar) di SLTP Terbuka. "Kami tidak mungkin bisa melanjutkan sekolah kalau tidak ada SLTP Terbuka. Kami bukan tidak punya uang untuk sekolah di SLTP reguler, tapi waktu kami sangat terbatas, karena setiap hari kami harus bekerja "kilahnya ketika ditanya alasan memilih SLTP Terbuka. Pengalaman serupa juga dapat kita lihat di Universitas Terbuka (UT). Alasan mahasiswanya memilih UT karena mereka tidak bisa mengikuti kuliah di perguruan tinggi konvensional. Dan sebagian besar siswa UT sudah bekerja. Memang SLTP Terbuka dan Universitas Terbuka adalah bentuk lembaga pendidikan yang menerapkan pendidikan jarak jauh. Pendidikan ini dirancang untuk mereka yang karena berbagai hal tidak bisa mengikuti pendidikan tatap muka antara peserta didik dengan guru/dosen (konvensional). Dua bentuk lembaga pendidikan tersebut kini sudah menjadi sekolah alterternatif dalam sistem pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan Pendidikan Terbuka/Jarak Jauh (PTJJ) di Indonesia sebetulnya telah lama dikenal bahkan sejak zaman kolonial Belanda dalam bentuk kursus tertulis yang diselenggara-kan melalui jasa pos (HRA. Tilaar). Tahun 1950-an Departemen Pendidikan menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Jarak Jauh bagi guru SD, SLTP dan SLTA. Kemudian tahun 1976 mulai diriintis pemanfaatan program siaran radio pendidikan untuk penataran guru-guru dan calon guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. SLTP Terbuka (dulu SMP Terbuka) mulai dirintis sejak tahun 1979. Perkembangan selanjutnya tahun 1990/1991 dikembangkan Program Penyetaraan D-II Guru SD melalui Siaran Radio Pendidikan. Universitas Terbuka didirikan tahun 1984.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, pendidikan jarak jauh ini tidak hanya dilakukan oleh Departemen Pendidikan, akan tetapi departemen lain bahkan lembaga pendidikan swasta menyelenggarakan PTJJ. Untuk mengoptimalkan pendidikan terbuka/jarak jauh ini, tahun 1993 dibentuk Jaringan Sistem Belajar Jarak jauh Indonesia atau lebih dikenal dengan Indonesia Distance Learning Network (IDLN).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kawasan regeonal (Asia Tenggara) tahun 1997 telah dibentuk Seamolec (Seameo Regeonal Open Learning Network). Seamolec ini kini beranggotakan 10 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar, Brunai, Filipina, Laos, Vietnam, dan Kamboja, Di tengah-tengah persiapan melaksanakan otonomi daerah, kini sedang dikembangkan SMU Terbuka. SMU Terbuka ini juga menerapkan konsep pendidikan jarak jauh. Tulisan ini akan mencoba menganalisis bagaimana tantangan dan peluang pendidikan terbuka/jarak jauh sebagai pendidikan alternatif di era otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum berdasarkan data BPS (1998) penduduk Indonesia tingkat melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi masih rendah (perhatikan table-1). Misalnya anak usia 15 s.d. 19 tahun atau kita sebut saja usia SLTA dari 20.897.653 jiwa, 49,76 % tidak sekolah lagi dan 1,27% tidak/belum pernah sekolah. Sedangkan yang bersekolah hanya 48,97 %. Artinya anak yang masih dapat mengikuti pendidikan setingkat SLTA hanya 48,97%. Apalagi yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Memang tingkat perbandingan melanjutkan sekolah dari Sekolah Dasar sampai perguruan tinggi sangat jauh. Jika usia 20 s.d. 24 tahun disebut sebagai usia perguruan tinggi, hanya 9,29% yang sekolah, dan sebagian besar (88,86%) tidak sekolah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab rendahnya tingkat melanjutkan sekolah ini sangat kompleks. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan masih rendah. Anggapan masyarakat bahwa anak dirasakan cukup hanya bisa baca, tulis, dan hitung saja masih banyak. Di sisi lain sulitnya mencari pekerjaan bagi lulusan sekolah membawa dampak negatif. Ngapain sekolah tinggi-tinggi toh setelah lulus juga nganggur, susah cari kerja. Akibatnya para orang tua enggan menyekolahkan anak ke jenjang yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala keterbatasan ekonomi merupakan hambatan klasik dalam melanjutkan sekolah. Tidak sedikit ditemukan para orang tua yang masih bergelut dengan susahnya memenuhi kebutuhan primer (makan, pakaian dan perumahan). Data perkiraan BPS tahun 1998 saja jumlah penduduk miskin mencapai 79,4 juta jiwa. Apalagi krisis ekonomi yang berkepanjangan memperparah kondisi tersebut. Hasil studi yang dilakukan Pustekkom (2000) menunjukan bahwa faktor utama tidak melanjutkan sekolah adalah masalah lemahnya ekonomi. Oleh karena itu anak usia sekolah terpaksa dituntut untuk membantu orang tua mencari napkah. Umumnya mereka bekerja menjadi pekerja kasar seperti buruh pabrik, pertanian, perkebunan, atau kuli bangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letak geografis Indonesia yang cukup luas dan sulit alat transportasi juga menjadi masalah pendidikan nasional. Sampai kini sekolah konvensional khususnya mulai tingkat SLTP, SLTA apalagi perguruan tinggi masih terpusat di kota besar. Sementara di daerah masih jarang apalagi di desa-desa terpencil yang jauh di sana. Jika kebetulan ada sekolah ini, mutu dan kelengkapan sarananya jauh tertinggal dari daerah perkotaan. Sedangkan penduduk Indonesia sebagian besar berada di daerah pedesaan. Ini berarti anak yang ingin melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi harus meninggalkan kampung halamannya dan bermukim di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu keterbatasan sumber belajar, sarana belajar, tenaga guru, kesejahteraan guru, pengelolaan yang kurang profesional menjadikan kompleksitasnya sistem pendidikan nasional. Di sini perlu segera dicari berbagai alternatif pendidikan, apalagi memasuki era otonomi daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aspek pendidikan, otonomi daerah tentu saja memberikan warna tersendiri. Di sini pro dan kontra pun bermunculan. Bagi yang pro memandang otonomi daerah sebagai suatu kesempatan untuk memajukan pendidikan khususnya di daerahnya. Mereka menyadari bahwa dengan sentralisasi pendidikan banyak kelemahan. Kelemahan tersebut diantaranya; isi kurikulum kurang sesuai dengan kondisi dan budaya daerah, begitu pula dalam pengelolaan, serta aspek-aspek lainnya sering dikeluhkan. Melalui otonomi ini, mereka optimis bisa menata semua kelemahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya bagi yang kontra, adanya kekhawatiran kesenjangan mutu pendidikan akan semakin jauh. Bagi daerah kaya, mereka bisa menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai, meningkatkan kesejahteraan guru, membebaskan biaya pendidikan, atau apa saja yang mereka inginkan dalam meningkatkan mutu SDM daerahnya. Sebaliknya bagi daerah yang miskin, mungkin bisa hidup bertahan saja sudah untung, bagaimana mereka bisa meningkatkan mutu pendidikan dalam upaya meningkatkan SDM-nya. Hal ini menjadi semakin jauh jurang pemisah tiap daerah. Karena kakekatnya memajukan pendidikan berarti membangun aset masa depan yaitu meningkatkan mutu SDM. Pada akhirnya jika SDM sudah terbentuk, mereka akan lebih mantap memajukan daerahnya yang ditunjang dengan fasilitas sumber daya alam yang memadai.&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya aspek pendidikan maka hakekat otonomi daerah adalah bagaimana strategi membangun SDM. Tantangan dan persaingan global yang semakin ketat sangat bergantung pada kehandalan SDM. Oleh karena itu pada akhirnya kompetetif di era otonomi daerah ini akan dimenangkan oleh daerah yang memiliki SDM yang handal. Daerah yang hanya mengandalkan sumber daya alam tanpa meningkatkan kemampuan SDM justru akan ketinggalan. Sebaliknya daerah yang miskin sekalipun jika mampu membangun SDM yang handal, mereka akan eksis dan mampu bersaing bahkan mungkin memenangkan persaingan. Di sini kita bisa bercermin dari negara-negara seperti Jepang atau Korea yang sumber alamnya miskin, tetapi karena SDM-nya handal, mereka bisa eksis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini pendidikan adalah aset masa depan dalam membentuk SDM yang berkualitas. Setiap daerah dituntut menciptakan pendidikan yang bisa meningkatkan kualifikasi SDM-nya sesuai dengan situasi dan kebutuhan daerah. Namun peningkatan SDM ini perlu ditangani oleh sistem pendidikan yang baik, pengelola yang profesional, tenaga guru yang bermutu, sarana belajar yang cukup, dan anggaran pendidikan yang cukup. Selama ini semua sub sistem pendidikan tadi dikelola oleh pusat dan kini menjadi tanggungjawab daerah. Di sinilah permasalahanya, apakah daerah mampu melakukan itu, jawabanya, pendidikan bisa lebih maju, biasa saja, atau lebih buruk dari kondisi sebelumnnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman negara-negara yang telah melakukan desentralisasi pendidikan menunjukan adanya kemerosotan mutu pendidikan terutama di tahun-tahun awal. Kondisi ini tidak hanya dialami oleh negara berkembang, akan tetapi juga oleh negara maju seperti Kanada, Australia, dan Amerika Serikat (Wardiman Djojonegoro, 2000). Oleh karena itu untuk mengantisifasi kesenjangan dan merosotnya mutu pendidikan tersebut perlu segera diantisipasi, berbagai upaya perlu dilakukan, salah satunya adalah diperlukan pendidikan alternatif yang bisa mengatasi kendala tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah pendidikan nasional Pendidikan Terbuka/Jarak Jauh (PTJJ) telah menjadi pendidikan alternatif. Kontribusi sistem pendidikan ini cukup signifikan dalam percaturan sistem pendidikan nasional. Diklat Siaran Radio Pendidikan misalnya telah mencapai lebih 200 ribu guru SD. SLTP Terbuka kini telah mencapai 230 ribu lebih (Pustekkom, 2000). Lulusan SLTP Terbuka tidak sedikit pula yang berprestasi, melanjutkan ke sekolah unggulan atau bekerja baik di instansi pemerintah maupun swasta. Begitu pula bentuk pendidikan jarak jauh lainnya seperti Universitas Terbuka, dan bentuk PTJJ lainnya telah menghasilkan lulusan yang cukup signifikan bagi pembangunan bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan terbuka/jarak jauh tidak hanya dilakukan dalam pendidikan formal, akan tetapi juga di lembaga tempat bekerja dalam melatih pegawainya. Lembaga lain seperti Departemen Kesehatan telah menyelenggarakan diklat jarak jauh bagi peningkatan kemampuan profesional bidan dan perawat, serta jaminan mutu kesehatan yang tersebar di daerah-daerah. Sampai tahun 1998/1999 para bidan yang telah mengikuti DJJ sebanyak 7.272 orang. Departemen Pertanian menyelenggarakan peningkatan profesional para penyuluh pertanian lapangan melalui Program D III Penyuluhan Pertanian Jarak Jauh. Program ini hingga tahun 1998/1999 telah mencapai 3.645 orang. Begitu pula lembaga/departemen lain (Departemen Dalam Negeri, Departemen Tenaga Kerja, Depag, dll.) telah melakukan PTJJ dalam meningkatkan kompetensi para pegawainya yang tersebar di daerah-daerah yang relatif sulit dilakukan dengan cara konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk PTJJ bisa ditemukan bermacam-macam dan mungkin saja namanya berbeda, misalnya Sekolah Korespondensi (Correspondence School), Belajar Mandiri (Independent Study), Pendidikan Terbuka (Open Learning), Pendidikan di Luar Kampus (Off-Campus Class), Belajar Jarak Jauh (Distance Learning), dan lain-lain. Namun walaupun namanya berbeda, sistem pendidikan ini memiliki kesamaan karakteristik. Anung Haryono (1998) mengidentifikasi karakteristik dari pendidikan terbuka/jarak jauh antara lain:&lt;br /&gt;a.  Peserta didik belajar secara terpisah dari guru. Karena itu peserta didik lebih banyak belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;b. Isi pelajaran (learning contents) disampaikan kepada peserta didik melalui berbagai jenis media. Media ini berfungsi untuk menggantikan sebagian tugas guru, yaitu tugas menyampaikan informasi dan penjelasan.&lt;br /&gt;c.  Ada lembaga tertentu yang merancang, mengembangkan, mengimplementasikan sistem tersebut serta mengevaluasi hasilnya.&lt;br /&gt;d.  Biasanya ada unit pelayanan bantuan terhadap peserta didik.&lt;br /&gt;e. Dimungkinkan adanya hubungan dua arah antara peserta didik dengan guru atau tutor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik PTJJ tersebut memungkinkan peserta didik yang tidak bisa mengikuti pendidikan konvensional karena alasan letak geografis, ekonomi, keterbatasan waktu, atau fasilitas belajar lainnya bisa mengikuti sistem pendidikan jarak jauh. Ilustrasi di bagian awal tulisan ini merupakan gambaran alasan peserta didik perlunya belajar di sekolah yang menerapkan sistem pendidikan jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTJJ bisa memberikan kebebasan belajar pada peserta didik mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi belajarnya. Peserta dapat belajar melalui bahan belajar yang telah dipersiapkan secara khusus. Bahan belajar ini bisa berupa modul, kaset audio/video, multi media, siaran radio/TV, dll. Bahan belajar ini mewakili sebagian tugas guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi dan bimbingan dengan guru/tutor sangat dimungkinkan bisa dilakukan. Komunikasi ini bisa langsung (tatap muka) atau melalui media. Misalnya kini di beberapa lokasi SLTP Terbuka telah dilengkapi dengan radio komunikasi dua arah. Melalui alat ini siswa di tempat kegiatan belajar dapat bertanya tentang kesulitan belajarnya dengan guru bina di sekolah induk. Atau siswa dapat berkomunikasi (diskusi) dengan teman temannya di kelompok lain. Pertemuan tatap muka dengan guru bina dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati. Belajar kelompok atau diskusi kelompok juga mereka lakukan dalam waktu dan tempat yang ditentukan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi PTJJ&lt;br /&gt;Telah dijelaskan sebelumnya bahwa pendidikan terbuka/jarak jauh telah menjadi pendidikan alternatif dalam sistem pendidikan nasional. Sistem pendidikan ini memberikan kebebasan belajar kepada peserta didik. Peserta didik dapat belajar tanpa harus meninggalkan tempat tinggal dan tugas sehari-harinya. Ini berarti mereka bisa belajar di tempat tinggalnya sekalipun jauh dengan lembaga penyelenggara pendidikan. Mereka juga bisa mengikuti pendidikan sambil tetap bekerja. Begitu pula waktu belajar lebih pleksibel. Mereka bisa memilih waktu yang tepat untuk belajar seusai dengan kondisinya. Bahan belajarnyapun berpariasi. Begitu pula interaksi atau bimbingan dengan tutor dapat dilakukan sesuai kondisi dan kesepakatan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daya jangkau PTJJ sangat luas. Melalui pemanfaatan teknologi komunikasi dan infomasi, pendidikan ini bisa menjangkau peserta didik yang luas bahkan di daerah terpencil yang sulit dijangkau transportasi. Ini berarti bagi daerah yang secara geografis sulit, bisa menerapkan sistem pendidikan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PTJJ bisa mengatasi keterbatasan fasilitas belajar, ruang belajar, atau tenaga guru. Karena PTJJ bisa memaksimalkan sumber belajar yang ada dan tidak perlu ruang khusus. Oleh karena itu PTJJ lebih efiesien. Peserta didik dibiasakan belajar melalui berbagai sumber belajar, dimana saja setiap mereka ada kesempatan untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era pesatnya kemajuan iptek dan ketatnya persaingan ini, sikap-sikap seperti kemandirian, disiplin, tanggungjawab, keuletan, kebiasaan membaca, atau rasa keingin tahuan terhadap perubahan sangat diperlukan. Dalam sistem pendidikan terbuka/jarak jauh sikap seperti itu sangat ditonjolkan. Peserta didik dibiasakan untuk belajar mandiri dengan seminimal mungkin bantuan dari orang lain (guru/pembimbing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi daerah dan kebutuhan tiap daerah tentu saja berbeda. Sistem pendidikan ini lebih mudah menyesuaikan dengan kebutuhan daerah, baik dalam bahan belajar, sistem pengelolaan atau sistem belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping potensi tadi, pendidikan terbuka/jarak jauh juga memiliki kelemahan diantaranya, secara fisik terpisah antara guru dengan peserta didik sehingga sulit diawasi, kedisiplinan dan kemandirian peserta didik sangat diperlukan. Pendidikan ini juga diperlukan sistem pengelolaan yang profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan Penyelenggaraan PTJJ&lt;br /&gt;Telah disinggung sebelumnya bahwa kemampuan tiap daerah baik kemampuan sumber daya alam maupun SDM berbeda. Begitu pula tuntutan kebutuhan, sosial ekonom dan juga geografis berbeda pula. Semangat otonomi daerah, memberikan keleluasaan bagi daerah untuk mengatur sendiri termasuk aspek pendidikan. Dalam hal penerapan pendidikan jarak jauh pun daerah memiliki beberapa alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelenggaraan PTJJ bisa dilakukan oleh organisasi secara khusus atau bekerja sama dengan lembaga terkait. Menurut Perry dan Rumble, ada tiga organisasi penyelengaraan PJJ yaitu lembaga tungga (single mode), lembaga dwifungsi (dual mode), dan lembaga Campuran (mix mode). Lembaga tungga (single mode) adalah lembaga pendidikan yang didirikan mengkhususkan untuk penyelenggaraaan pendidikan jarak jauh, misalnya Universitas Terbuka. Lembaga dwifungsi (dual mode) adalah lembaga pendidikan yang awalnya menyelenggarakan pendidikan konvensional, tetapi dalam perkembangannya menyelenggarakan pendidikan jarak jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di era reformasi lembaga seperti ini dimungkinkan untuk bisa dilaksanakan. Misalnya Universitas Indonesia disamping menyelenggarakan pendidikan konvensianal juga membuka PTJJ. Sedangkan Lembaga campuran (mix mode) adalah lembaga pendidikan yang memberikan kebebesan pada peserta didiknya untuk mengikuti pendidikan konvensional atau PTJJ. Hal ini berarti pemerintah daerah bisa memilih bentuk yang cocok dalam penyelenggaraan PTJJ, misalnnya bekerjasama dengan lembaga yang secara khusus menangani pendidikan jarak jauh khususnya dalam hal pengembangan sistem, bahan belajar, dan SDM-nya. Sistem dan bahan belajar tersebut tentu saja disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerjasama ini ada beberapa bentuk yang bisa ditempuh antara lain pemerintah daerah mengikuti apa adanya semua sistem pendidikan jarak jauh yang telah ada di lembaga penyelenggara tanpa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Misalnya pemerintah daerah bekerjasama dengan Universitas Terbuka; kurikulum, bahan belajar, dan sistem belajarnya mengikuti sistem yang diterapkan oleh UT. Pilihan ini bisa di tempuh terutama oleh daerah yang kemampuan dananya terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sudah banyak jenis pendidikan terbuka/jarak jauh yang ditawarkan lembaga-lembaga baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan data ICDL (International Center for Distance Learning) tahun 1997 tercatat ada 1.035 buah lembaga penyelenggara pendidikan terbuka/jarak jauh. Di Asia saja tercatat 116 lembaga yang tersebar di 20 negara termasuk Indonesia (Arief S. Sadiman, 2000). Ini berarti peluang daerah dalam penyelenggaraan PTJJ semakin terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah daerah bisa juga bekerjasama dengan lembaga penyelenggara PTJJ, hanya mungkin beberapa materi pelajaran disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah. Di sini proses belajar atau sistem pengelolaanya dapat pula disesuaikan dengan kondisi daerah.&lt;br /&gt;Bentuk lainnya, pemerintah daerah bekerjasama dengan lembaga pendidikan yang ada di daerahnya dalam mengembangkan sistem pendidikan terbuka/jarak jauh. Misalnya Kabupaten Bandung mengembangkan pendidikan atau pelatihan untuk peningkatan kualifikasi para pertani di darerahnya. Hanya saja jika untuk jangkauan yang kecil/sedikit pengembangan PTJJ kurang efisien. Oleh karena itu bisa juga beberapa daerah yang berdekatan atau memiliki kebutuhan yang relatif sama melakukan kerjasama dalam mengembangkan PTJJ. Kerjasama ini didasarkan pada kebutuhan dan keinginan yang sama dalam meningkatkan SDM di daerahnya masing-masing. Untuk menjaga mutu PTJJ pemerintah pusat mempunyai kewajiban penting dalam membuat aturan atau standarisasi kompetensi dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anwas, Oos M., (1999), Perspektif Pendidikan Abad 21, Makalah Jurnal Teknodik, Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;--------, (1999), SLTP Terbuka Andalan Penuntasan Wajib Belajar 9 Tahun, Makalah Buletin Kanwil Depdikbud Propinsi Sumatera Barat.&lt;br /&gt;Badan Pusat Statistik; (1998), Statistical Year Book of Indonesia 1997, Jakarta.&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan Nasional, (2000), Studi Kebutuhan Pengembangan Pendidikan Menengah Terbuka, Jakarta; Pustekkom.&lt;br /&gt;--------, (2001) SMU Terbuka; Sekolah Menengah Umum Pola Pendidikan Terbuka, Jakarta; Pustekkom.&lt;br /&gt;Djojonegoro, Wardiman, (2000), Dampak Otonomi Daerah terhadap Pengembangan Sumber Daya Manusia di Daerah, Makalah Seminar Peran Diklat Jarak jauh dalam Menunjang Otonomi Daerah, Surabaya.&lt;br /&gt;Haryono, Anung, (1988), Model-Model Sistem Pendidikan Jarak Jauh, Makalah Pelatihan Perencanaan Sistem Pendidikan Terbuka/Jarak Jauh, Jakarta; Seamolec.&lt;br /&gt;Indonesia, Undang-Undang No 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, Jakarta; Sinar Grafika.&lt;br /&gt;--------, Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000, tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi, Jakarta: Sinar Grafika&lt;br /&gt;Sadiman, Arief Sukadi, (2000), Pendidikan Jarak Jauh Untuk Pengembangan SDM, Makalah Seminar Peran Diklat Jarak jauh dalam Menunjang Otonomi Daerah, Surabaya.&lt;br /&gt;Sadiman, Arief Sukadi, dkk., (1996), SMP Terbuka; Sekolah Menengah Terbuka, Studi Kasus Indonesia, Jakarta: Unesco.&lt;br /&gt;Tilaar, H.A.R.,(1999), Lahirnya Pendidikan Terbuka dan Jarak jauh di Indonesia; Suatu Flashback", dalam Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh, Jakarta: Universitas Terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Ayu Septi Arini 1102406031&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-7702188853707468515?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/7702188853707468515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=7702188853707468515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/7702188853707468515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/7702188853707468515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/wacana-indah-tentang-pendidikan-terbuka.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-5871306159672860937</id><published>2008-05-01T01:26:00.002-07:00</published><updated>2008-05-01T01:27:50.301-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1&gt;Melepas Belenggu Kebodohan Lewat Pendidikan Jarak Jauh&lt;/h1&gt;&lt;p&gt; SATU dunia, tanpa sekat, tanpa batas. Demikian pesan tertulis sebuah papan reklame produk layanan komunikasi yang terpasang di salah satu sudut Bandar Udara Cengkareng, Jakarta. Maksud pesan tersebut ingin memperjelas gagasan besar yang pernah disampaikan "dukun masa depan", John Naisbitt lewat bukunya yang sangat popular. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Sang "dukun'' meramal, dalam milenium ini bangsa-bangsa akan melebur dan menciptakan sebuah wilayah tunggal tanpa batas, tanpa sekat, dan tanpa batas geografis. Di bawah terminologi globalisasi, batas-batas tersebut telah meleburkan dikotomi utara-selatan, timur-barat, negara maju dan negara berkembang. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Namun, agaknya John Naisbitt lupa bahwa perkembangan bangsa-bangsa tersebut masih juga menyisakan kelompok-kelompok masyarakat yang jauh dari akses perubahan, bahkan tidak memungkinkan terlibat di dalam proses perubahan global. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Inilah sebuah ironi globalisasi yang tidak pernah bisa dihindari. Tetapi konsepnya tetap harus diperjuangkan untuk dapat diletakkan sebagai basis perubahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; "Pendidikan merupakan jembatan untuk membuka kebuntuan akses dan menempatkan kelompok masyarakat terbelakang kepada wilayah pencerahan yang dapat membebaskan komunitas masyarakat yang berada di pedalaman dan jauh dari gemerlap serta hiruk-pikuk kota. Melepaskan belenggu serta jerat kebodohan dan kemiskinan merupakan agenda politik pendidikan yang dapat menjadikan dunia tanpa batas," ujar Direktur Kesetaraan Depdiknas Ella Yulaelawati di Jayapura, belum lama ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Berangkat dari kompleksitas geografis wilayah Indonesia, salah satu kiat menggapai atau menyentuh daerah-daerah pedalaman dan pelosok di tanah air adalah lewat program pendidikan jarak jauh (&lt;i&gt;distance learning&lt;/i&gt;). &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Lewat program ini diharapkan belenggu kebodohan dan kemiskinan yang dirasakan sebagian penduduk negeri ini di daerah pedalaman Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera, dapat terjangkau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Masalahnya, jika program pendidikan jarak jauh ini dilakukan dengan mengedepankan teknologi sebagai basis utamanya, hal ini sangat mustahil untuk dilakukan. Pasalnya, harus diakui penguasaan teknologi masyarakat Indonesia masih sangat minim. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Menurut Ella, paling kurang ada dua alternatif pengembangan program jarak jauh. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;, pengembangan model &lt;i&gt;distance learning&lt;/i&gt; dengan konsep &lt;i&gt;direct learning&lt;/i&gt; (DL) melalui pengembangan pusat pelatihan berbasis komunitas. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Model ini dikembangkan dengan memberikan pelatihan pada konstituen utama yang selanjutnya diminta menjadi sukarelawan untuk pengembangan program di tengah-tengah komunitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, pengembangan model pendidikan  jarak jauh dengan mengadopsi sistem kelas bergerak (&lt;i&gt;mobile classroom&lt;/i&gt;). Model ini dikembangkan mengingat kondisi wilayah pedalaman dan daerah-daerah di perbatasan yang relatif sulit untuk mendirikan pusat-pusat atau kelas-kelas belajar permanent. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Karena itu, paparnya, pengembangan model kelas bergerak sangat bergantung pada kondisi wilayah yang menjadi tempat pengembangan program pendidikan jarak jauh. Pengembangan model pendidikan jarak jauh ini dapat menjadi alternatif dalam penuntasan masalah-masalah pendidikan, terutama bagi kelompok masyarakat migran di daerah-daerah perbatasan dan daerah terluar Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;b&gt;Radio Pendidikan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Pendidikan jarak jauh pada kondisi awal sudah dijalankan pemerintah melalui berbagai upaya, baik melalui belajar jarak jauh yang dikembangkan Universitas Terbuka maupun pendidikan jarak jauh yang dikembangkan Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Departemen Pendidikan Nasional. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Program pembelajaran multimedia ini, antara lain berupa program SMP dan SMA terbuka, serta pendidikan dan latihan siaran radio pendidikan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Berkenaan dengan itu, yang pasti sasaran dari program pendidikan jarak jauh tidak lain adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa untuk mengecap pendidikan di tingkat yang lebih tinggi, bahkan tidak terkecuali anak didik yang sempat putus sekolah, baik untuk pendidikan dasar maupun menengah. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Demikian pula bagi para guru yang memiliki sertifikasi lulusan SPG/SGO/KPG yang karena kondisi tempat bertugas di daerah terpencil, pedalaman, di pegunungan, dan banyak pula yang dipisahkan pulau, maka peluang untuk mendapatkan pendidikan melalui program pendidikan jarak jauh mutlak menjadi terbuka lebar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt; Untuk itu, pemerintah telah melakukan dengan berbagai terobosan dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia. Upaya keras yang dilakukan adalah dengan melokalisasi daerah terpencil, pedalaman yang sangat terbatas oleh berbagai hal, seperti transportasi, komunikasi, maupun informasi, untuk mendapat pelayanan pendidikan jarak jauh. Langkah ini ditempuh untuk memajukan dunia pendidikan di daerah-daerah terpencil. (E-5)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;oleh: suara pembaharuan&lt;/p&gt;Ananda Satria Mawan 1102406039&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-5871306159672860937?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/5871306159672860937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=5871306159672860937' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/5871306159672860937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/5871306159672860937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/melepas-belenggu-kebodohan-lewat.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-645304010589197568</id><published>2008-05-01T01:26:00.001-07:00</published><updated>2008-05-01T01:26:44.744-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial; font-size: 130%;"&gt;Pendidikan Jarak              Jauh Jangan Hanya untuk Raih Gelar  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;             &lt;span style="font-family: Arial; font-size: 85%;"&gt;Jakarta, Sinar Harapan&lt;br /&gt;Pendidikan jarak jauh yang mengabaikan pengendalian mutu dapat menyuburkan motivasi masyarakat yang hanya bertujuan untuk mendapatkan gelar daripada menambah ilmu pengetahuan dan keterampilannya.&lt;br /&gt;Demikian Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) M. Jusuf Kalla dalam ceramah umum pada Dies Natalis ke-18 Universitas Terbuka, di Jakarta, Rabu (4/9). ”Pengabaian mutu dalam pendidikan jarak jauh dapat menimbulkan motivasi masyarakat hanya untuk mendapatkan gelar semata, bukan bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan,” ujarnya.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, sistem ujian baik teori maupun praktik bagi peserta pendidikan tinggi jarak jauh, sangat menentukan bermanfaat atau tidaknya penyelenggaraan pendidikan tinggi jarak jauh tersebut. Selain itu, sistem pendidikan jarak jauh sebaiknya menggunakan standar yang sama dengan program reguler, sedangkan yang berbeda hanya metode belajar-mengajarnya.&lt;br /&gt;Menurut Kalla, pendidikan tinggi jarak jauh khususnya yang didukung oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, dapat menjadi alternatif, namun harus disertai dengan pengendalian mutu yang baik. Pendidikan tinggi jarak jauh juga dapat meningkatkan keberhasilan program reguler.&lt;br /&gt;Jusuf Kalla menambahkan, jika dikelola dengan baik dan menggunakan standar kelulusan yang se-mestinya, maka penyelenggaraan pendidikan tinggi jarak jauh justru mengandung beberapa kelebihan dibandingkan dengan program reguler, karena memiliki tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi bagi mahasiswa dalam belajar.&lt;br /&gt;Dalam hal ini mahasiswa dapat menjadi lebih mandiri dan penyelenggaraan proses belajar-mengajar tidak terikat oleh aturan kulikuler yang ketat. Dengan demikian, mahasiswa yang berpotensi tinggi dapat menyelesaikan programnya dengan lebih cepat.&lt;br /&gt;Karakteristik utama dari sistem belajar jarak jauh ialah potensinya untuk mendorong mahasiswa menjadi orang yang memiliki komitmen tinggi terhadap tujuannya melalui kegiatan mandiri. “Pendidikan yang lulusannya bermutu rendah bukan hanya menimbulkan pemborosan resources tetapi juga menimbulkan masalah di masyarakat, apalagi jika hal tersebut terjadi di jenjang pendidikan tinggi,” lanjutnya.&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;           Belajar Mandiri&lt;br /&gt;Sementara itu Rektor Universitas Terbuka, Atwi Suparman, mengatakan dalam konteks peningkatan kualitas akademik, perbaikan yang telah dilakukan UT antara lain dalam bentuk peningkatan efisiensi kurikulum, penggunaan mata kuliah bersama, penggunaan bahan ajar bersama dan penutupan program studi yang sudah jenuh.&lt;br /&gt;UT juga telah berupaya untuk mencari bentuk-bentuk baru format penyampaian bahan ajar agar mahasiswa yang memang berniat belajar merasa nyaman belajar di UT. Pada tahun 2002, UT telah mengembangkan hampir 200 paket bahan ajar multimedia yang terdiri atas bahan ajar cetak terintegrasi dengan video, audio cassette, audigrafis atau computer assisted instruction (CAI), termasuk melakukan revisi sejumlah bahan ajar cetak. UT melayani mahasiswa dengan mengembangkan bahan ajar suplemen sebagai bahan pengayaan dan pendalaman materi bagi mahasiswa.&lt;br /&gt;“Dalam hal proses belajar, mahasiswa UT pada dasarnya dituntut untuk mampu belajar mandiri yang berarti bukan saja belajar sendiri, tetapi mengikuti berbagai bentuk tutorial.&lt;br /&gt;Namun mahasiswa UT tidak boleh cengeng dan mengharapkan perkuliahan tatap muka serta melakukan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan seperti yang dilakukan teman-teman mereka di perguruan tinggi lain,” tegasnya.&lt;br /&gt;Atwi Suparman menjelaskan pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang dilakukan melalui pendayagunaan media pembelajaran, karena jauhnya jarak dan terpisahnya mahasiswa dengan pengelola pendidikan.&lt;br /&gt;Pada 2001 UT memberikan layanan tutorial tatap muka di 21 Unit Pengembangan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) dan tutorial tatap muka rancangan khusus pada tujuh UPBJJ. Di tahun yang sama, UT mengembangkan 30 set naskah tutorial tertulis untuk 30 mata kuliah.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk tutorial berbasis internet hingga saat ini UT sudah menyediakan 150 matakuliah dalam bentuk bulletin board yang dapat diakses oleh mahasiswa UT lewat internet.&lt;br /&gt;Dalam tahun 2002 UT membentuk tim implementasi sistem jaminan kualitas yang bertugas antara lain menyusun kerangka acuan sistem jaminan kualitas (quality assurance system) dengan mengacu pada QAS yang dirumuskan oleh Asian Association of Open University. Target UT ke depan adalah UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh unggulan di Asia.&lt;br /&gt;“Target itu saat ini memang masih merupakan mimpi. Namun mimpi itu bisa berpeluang menjadi kenyataan. Oleh sebab itu mimpi ini bisa dijadikan sebuah titik awal untuk memacu semangat kerja UT dalam mewujudkannya melalui program yang strategis dan sistematik,” lanjut Atwi. (van)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: koran sinar harapan&lt;br /&gt;Ikke Nurdyastuti 1102406011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-645304010589197568?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/645304010589197568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=645304010589197568' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/645304010589197568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/645304010589197568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pendidikan-jarak-jauh-jangan-hanya.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5929211008583780987.post-8428570028592001694</id><published>2008-05-01T01:18:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T01:26:00.532-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span class="judul"&gt;Pendidikan Jarak Jauh Manfaatkan Teknologi Informasi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;        &lt;span class="underdeck"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;span class="upperdeck"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;                &lt;span class="deskripsi"&gt;        &lt;p&gt; JAKARTA -- Sejak 1950-an sistem korespondensi digunakan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil dalam mengusahakan pendidikan jarak jauh (PJJ) di seluruh Indonesia. Namun, sejak pendirian Universitas Terbuka (UT) pada 1984, PJJ telah memanfaatkan teknologi ajar moduler dan siaran radio. Teknologi PJJ kemudian berkembang terus hingga menggunakan teknologi baru berupa internet/online.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Fleksibilitas bagi perguruan tinggi untuk menyelenggarakan program pendidikan jarak jauh ini sesuai dengan ketentuan pemerintah sejak 2001. ''Kita memang memerlukan pendidikan berkualitas yang dapat menjangkau masyarakat luas tanpa hambatan geografi, demografi, sosial, ekonomi, dan sebagainya,'' ujar Rektor UT, M Atwi Suparman, seusai memimpin wisuda periode pertama 2008 UT, Selasa (1/4).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menurut Atwi, dalam mengelola UT pihaknya telah memiliki jaringan internal 37 Unit Pendidikan Belajar Jarak Jauh (UPBJJ-UT). ''Kami juga menyediakan berbagai layanan bantuan belajar, tutorial, siaran radio dan televisi, konseling, dan layanan &lt;i&gt;online&lt;/i&gt; akademik maupun administrarif,'' jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lebih jauh Atwi menyatakan, UT juga menjalin kerja sama dengan institusi lain. Misalnya, perguruan tinggi negeri, perguruan tinggi swasta, PT Pos Indonesia, perusahaan kargo, jaringan televisi nasional, stasiun radio lokal dan nasional, perpustakaan daerah, dan industri telekomunikasi. ''Rencana strategis, rencana operasional, sistem jaminan kualitas, semuanya menggunakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi,'' tegasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam waktu dekat, kata Atwi, UT sedang mempersiapkan sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) yang diperlukan dalam dunia bisnis untuk sistem informasi dan kerja sama. UT Juga terus mendorong agar seluruh UPBJJ di seluruh Indonesia mendapat sertifikasi ISO 9001:2000. ''Salah satu aspek penting dalam sertifikasi ISO bagi sistem informasi akan ditujukan bagi keamanan sistem informasi,'' jelasnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dengan demikian, kata Atwi, keamanan informasi yang dikelola UT akan lebih terjamin. Selain itu, lanjut dia, kepercayaan masyarakat terhadap keandalan manajemen UT akan meningkat. ''Hal itu dapat dimaklumi karena UT menggunakan teknologi informasi dalam layanan akademik, termasuk dalam pelaksanaan ujian,'' jaminnya. Atwi menegaskan, pihaknya akan menjadikan tersedianya UPBJJ yang profesional dalam rangka mewujudkan UT sebagai salah satu institusi unggulan. ''Unggul di antara institusi PTJJ di Asia pada 2010 dan di dunia pada 2020,'' tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;oleh: koran republika&lt;/p&gt;&lt;p&gt;nikhe yustiani 1102406019&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="deskripsi"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5929211008583780987-8428570028592001694?l=saina-kurtekdik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/feeds/8428570028592001694/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5929211008583780987&amp;postID=8428570028592001694' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/8428570028592001694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5929211008583780987/posts/default/8428570028592001694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saina-kurtekdik.blogspot.com/2008/05/pendidikan-jarak-jauh-manfaatkan.html' title=''/><author><name>pendidikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18300197918982875725</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
